Pembentukan kelompok tani tanaman sagu dengan anggota didalam wilayah binaan seorang petugas lapangan, pembuatan modal kelompok dengan sistem tabungan setiap anggotanya.• Pelatihan penanganan tanaman sagu untuk komoditas andalan di wilayah dimana mereka tinggal sebagai usaha utama dalam pengelolaan alam penghasil sagu. • Pelatihan pengetahuan dalam pengelolaan tanaman sagu seperti pengetahuan tentang pembibitan. Secara generatif yaitu dengan menggunakan biji yang berasal dari buah yang sudah tua dan rontok dari pohonnya. Biji yang digunakan adalah biji yang berasal dari pohon induk yang baik, yang subur dan produksinya tinggi.• Pembinaan dalam penanganan pasca panen yang tepat dan baik sehingga didapatkan hasil tepung sagu yang mempunyai harga jual yang tinggi sehingga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani dan keluarganya.• Pemupukan modal kelompok usahatani tanaman sagu menjadi makanan setengah jadi yang dapat diantar pulaukan ke daerah lainnya sehingga memajukan daerah yang bersangkutan.• Pelatihan prospek pemasaran sagu di Indonesia yaitu gambaran kebutuhan akan pati sagu sebagai pengganti makanan non beras secara Nasional permintaan diperkirakan mencapai ± 300.000 ton setiap tahunnya, sedangkan produksi hanya 48.822 ton pada tahun 1988 dan 70.000 ton pada tahun 1989. Permintaan pasar luar negri terus meningkat yaitu ke negara Jepang, kanada, Amerika serikat, Inggris, Thailand dan Singapura.• Juga permintaan dalam negeri terus meningkat dengan berkembangnya industri makanan,farmasi maupun industri lainnya.• Untuk mendapatkan mutu sagu yang sesuai dengan standar maka harus dilakukan bebrapa pengujian mutu, yaitu (1) cara uji serangga dengan mengambil ± 25 gram contoh tepung sagu kemudian tekan sampai ketebalan 2 -5 mm dengan menggunakan 2 lempeng kaca. Diamkan selama 24 jam dan amati permukaan kaca dengan menggunakan pembesar apakah ada jejak-jejak bekas ulat,serangga.sedangkan telur dilihat dengan mikroskop.(2) Cara uji jenis pati selain pati sagu,taburkan sedikit contoh pada kaca obyek tambahkan sedikit air kemudian ratakan tutup dengan kaca penutup, amati dengan kaca mikroskop pada pembesaran tertentu. Adanya pati selain pati sagu menandakan adanya tepung lain selain tepung sagu, kemungkinan dicampur dengan tepung lainnya. Oleh : Ir.Soehardi Kusumowarno,MS Sumber : Dari berbagai sumber teknologi bertanam sagu,Perkebunan www.ristek.go.id