Loading...

PEMBERDAYAAN PETANI TANAMAN TEH

PEMBERDAYAAN PETANI TANAMAN TEH
Progranm DTI (Dewan Teh Indonesia) memiliki program pendampingan kepada petani teh dalam kelompok tani satu hamparan untuk meningkatkan skala bisnis dan para petani teh dengan tahapan :1. Petani Teh membentuk SHG untuk memenuhi kebutuhan teknis usaha taninya.2. Beberapa SHG membentuk Koperasi Petani untuk memenuhi kebutuhan skala bisnisnya Adapun Fokus kegiatan DTI berupa :1. Pendampingan dalam mendorong penguatan kelembagaan SHG dan Koperasi Petani.2. Pendampingan dalam memberikan jaminan pasar. Kesamaan cara pandang dan program menuntun petani teh untuk membahas masa depan perkebunan teh rakyat. Mengingat bahwa pada dasarnya Agribisnis teh merupakan bisnis yang menghasilkan fancy product yang sarat dengan persaingan pada tataran global, maka perbaikan profesionalisme para petani sebagai pelaku bisnis yang siap bersaing harus menjadi fokus. Mimpi besar yang dicanangkan adalah bahwa semestinya dalam jangka panjang kelembagaan Petani teh diarahkan unluk menjadi perseroan, di mana Koperasi menjadi pemegang saham, dan Lahan petani digunakan sebagai basis kontribusi sahamnya. Dengan demikian dapat memangkas rantai pemasaran agar menjadi lebih efisien, dan peningkatan secara Iebih signifikan dalam profesionalismenya sebagai pebisnis bertaraf korporasi. Pemberdayaan dimulai setahap demi setahap bagi para petani teh. Bimbingan dan bantuan secara terus-menerus kepada mereka. Dalam skema GPP, koperasi harus memposisikan diri secara berbeda, mengingat bahwa pengalihan HGU dirancang untuk para karyawan eks dari perusahaan tersebut. Dalam hal ini, posisi yang mungkin diperoleh bagi Koperasi adalah :1. Memposisikan sebagai penyandang dana untuk Koperasi Karyawan (pemegang ex HGU terlantar), atau penyandang dana untuk Koperasi Petani (bentukan mandiri).2. Melakukan Kerjasama Operasional dengan Koperasi Karyawan atau Koperasi Petani.3. Membantu proses perolehan HGU terlantar.4. Atau posisi lainnya yang signifikan. Dengan Posisi tersebut peranan Koperasi tetap signifikan dalam konsep pemberdayaan petani teh. Peranan dan Posisi Koperasi akan diperkuat oleh pemerintah, karena selama ini banyak aliran dana untuk penguatan dan pengembangan koperasi, baik sebagai grant maupun pinjaman modal kerja dan modal investasi. Konsep ini pun sejalan dengan strategi pendanaan dalam program Gerakan Penyelamatan Agribisnis Teh Nasional. Tentu saja, Koperasi harus Menyusun banyak proposal untuk dapat menarik dana tersebut. Terdapat kesimpulan-kesimpulan dari hasil diskusi DTI sebagaimana di bawah ini.1. Perlu disusun "Design Pemberdayaan Petani melalui Pembangunan Koperasi".2. Perlu diadakan pertemuan lanjutan dengan melibatkan Ikopin, untuk menyempurnakan design pemberdayaan tersebut.3. Perlu ditetapkan "strategi" yang tepat untuk mencapai target-target pemberdayaan dimaksud, tidak hanya untuk komoditas teh, tetapi juga komoditas lain seperti karet, sawit, dan lain-lain.4. Perlu mengakomodir usulan untuk melibatkan tokoh-tokoh nasional sebagai ikon dalam memperjuangkan kemajuan pertehan nasional, khususnya para petani teh. Ditulis Kembali Oleh : Harnati Rafiastuti, SP (Penyuluh BBP2TP) Sumber Bacaan :1. Suwarto dan Yuke Octavianty. 2010. Budidaya 12 Tanaman Perkebunan Unggulan. Penebar Swadaya. Jakarta.2. Dedi Soleh E, dkk. 2010. Budidaya dan Pascapanen Teh. Eska Media Bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan. Kementerian Pertanian. Bogor.3. Kustiono T dan Rahdi Sumitro. 2012. DTI, GPP Jabar, dan Koperasi 27 Berdiskusi Tentang Teh Rakyat. Bandung.4. Gambar berasal dari Google tentang tanaman teh.