Loading...

Pemberdayan Ekonomi Petani Desa Lamgugop Dengan Hidroponik

Pemberdayan Ekonomi Petani Desa Lamgugop Dengan Hidroponik
Gampong Lamgubob merupakan salah satu desa di Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh. Secara umum, desa ini tidak berpotensi untuk menerapkan pertanian konvensional dikarena keterbatasan lahan dan masyarakatnya kebanyakan berprofesi sebagai pegawai dan hanya sebagian kecil sebagai profesi lainnya. Untuk mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan khusus di gampong/desa Lamgugop untuk kegiatan pertanian memerlukan teknik atau cara budidaya pada lahan sempit, salah satunya dengan hidroponik. Selain itu dengan hidroponik ini juga bisa untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Karena akan menambah penghasilan jika dikelola dengan baik sehingga mejandi peluang bisnis yang menjanjikan, apalagi hidroponik tidak perlu memiliki lahan dan modal yang besar. Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Nutrisi yang dibutuhkan pada tanaman hidroponik adalah AB MIX yang terdiri dari larutan A dan larutan B. Nutrisi digunakan sebagai pengganti pupuk pada tanaman bermedia tanah. Jenis tanaman yang dapat dibudidayakan menggunakan hidroponik adalah sayuran, toga, dan buah-buahan yang ukurannya tidak besar atau tidak berupa pepohonan, sehingga hidroponik kit dapat menyangganya. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah waktu yang diperlukan untuk panen hanya sebentar atau dalam hitungan bulan. Contoh tanaman yang dapat ditanam menggunakan hidroponik adalah (1) sayuran yang berbuah seperti tomat, cabai, mentimun, dan terong, (2) sayuran dedaunan, seperti seledri dan daun bawang, (3) sayuran bung, seperti brokoli, dan kembang kol, (4) jenis umbi-umbian, yaitu wortel, kentang, dan bawang, (5) buah-buahan yang berbatang kecil, seperti anggur, semangka, dan strawberry, (6) toga, seperti kumis kucing, daun dewa, daun mint, dan ketumbar, atau (7) jenis tanaman bunga, seperti anggrek, bunga krisan, dan bunga mawar. Adapun teknik hidroponik dibagi menjadi tiga, yaitu (1) teknik larutan statis, (2) teknik larutan air, dan (3) teknik agregat media. Pada teknik larutan statis digunakan media tertentu dengan bagian dasar terdapat larutan yang mengandung hara makro dan mikro, sehingga ujung akar tanaman akan menyentuh larutan yang mengandung nutrisi. Sedangkan pada teknik larutan air, digunakan media yang dialiri air secara terus menerus oleh larutan nutrisi dari tandon besar melewati akar tanaman. Dan pada teknik agregat media, digunakan media berupa kerikil, pasir, arang sekam, batubara, atau media lain yang disterilkan. Pemberian nutrisi dilakukan dengan cara mengairi media tersebut melalui pipa dari tandon. Secara prinsip, hidroponik dibedakan berdasarkan cara pengaturan aliran air agar tanaman dapat menyerap nutrisi secara maksimal. Sehingga terdapat dua sistem pada hidroponik, yaitu sistem statis (sistem air diam) dan sistem dinamis (sistem air mengalir). Selanjutnya, pada referensi hidroponik terdapat beberapa istilah yang dibuat sendiri oleh pembuat hidroponik, seperti sistem wick, yaitu sistem paling sederhana dan merupakan sistem statis, karena tidak ada bagian-bagian yang bergerak, sehingga nutrisi mengalir pada media tanam dari dalam wadah menggunakan sejenis sumbu. Adapun media yang digunakan adalah aqua bekas, dengan media tanam rockwool. Penulis : Yunita, S.TP Penyuluh Kecamatan Ulee Kareng