Tanaman padi merupakan tanaman yang dalam budidayanya membutuhkan air dalam jumlah yang relatif sangat besar. Secara umum pemberian air untuk tanaman padi dapat disampaikan secara ringkas sbb:a. Langsung dari saluran pembawa dan dari petak kepetak; Dalam hal ini dibagi menjadi cara petak ke petak dan langsung dari saluran pembawa. Karena kebanyakan sawah di Indonesia masih belum dilakukan konsolidasi lahan (land consolidation), maka cara pemberian air irigasinya secara umum masih dilakukan dari petak kepetak. Pemberian air langsung dari saluran pembawa umumnya hanya dilakukan pada lahan sawah yang telah dilakukan penataan lahan. b. Terus menerus dan bergiliran; Sepanjang jumlah air tersedia cukup, pemberian air untuk tanaman padi umumnya dilakukan secara terus menerus (bila debit di saluran lebih dari 80 % debit rencana). Tetapi bila debit air di saluran pembawa menurun, maka sistem giliran dilaksanakan. Bila debit air menurun menjadi kurang dari 60 % dilakukan pergiliran antar tersier (gilir glontor), dan bila debitnya menurun lagi sampai dengan 40 % dari debit rencana dilakukan pergiliran antar kwarter (gilir giring).c. Ketinggian penggenangan (standing water);Dalam rangka memperbaiki kondisi iklim mikronya, tanaman padi selama masa pertumbuhannya memerlukan penggenangan. Tingginya penggenangan untuk pertanaman padi sawah disesuaikan dengan tingkat pertumbuhannya seperti berikut: khususnya pada Fase pertumbuhan tanaman, Tinggi genangan (cm), berfariasi sesuai umurnya seperti 1.Saat tanam tinggi genangan2 – 3 cm, 2.Setelah tanam (pembentukan perakaran)3 – 5cm, 3.Pembentukan anakan 2 – 3 cm, 4. Pembentukan panikula 5-10 cm,. 5.Setelah pembungaan penuh ketinggian airnyaberangsur-angsur dikurangi.6.Pemasakan (2 minggu sebelum panen)0 cm. Dalam prakteknya untuk alasan - alasan praktis seperti upaya menampung curah hujan efektif ataupun dalam rangka pemberian air secara bergiliran, ketinggian genangan tersebut dapat dinaikkan dengan cara mengatur ketinggian spillway seperti berikut: Periode pertumbuhan tanaman, ketinggian spillway (cm) berfariasi seperti 1. Perendaman dan pengolahan tanah 15 cm, 2.Penanaman sd awal pembentukan anakan 2,5 cm, 3.Pembentukan anakan aktif5–10 cm, 4.Pembentukan anakan aktif sd pemasakan 15 cm, 5.Sebelum panen (10 - 14 hari) 0 cm.d. Drainase; Meskipun padi sawah dapat tumbuh baik di lahan yang tergenang, tetapi bila ketinggian air di petakan sawah melebihi dari yang telah disebutkan diatas, agar tidak menyebabkan terjadinya kerusakan tanaman upaya pembuangan air kelebihan (drainase) diperlukan. Drainase tersebut juga diperlukan pada saat aplikasi pupuk, pestisida, fungisida, dan sebagainya.e. Kecukupan air; Agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, tanaman harus mendapatkan air dalam jumlah yang cukup. Kekurangan air dalam jumlah dan fase tertentu mungkin akan dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan tanaman dan bahkan kegagalan panen. Periode kritis kekurangan air umumnya terjadi pada saat setelah tanam, dan fase reproduktif sampai dengan sebelum pemasakan biji. f. Pemberian air pola System Rice Intensification (SRI) ;Khusus Cara pemberian air tanaman padi dengan pola System Rice Intensification (SRI) secara ringkas dapat disampaikan sbb: (1). Pada saat tanam sampai dengan 1 minggu HST diberikan air macak-macak. (2). Setelah itu sampai dengan 2 minggu sebelum panen diberikan dengan ketinggian 2–3cm. Pada setiap perlakukan seperti pemupukan, penyiangan, pengendalian organisme pengganggu, penyiangan, dsb dikeringkan. Pada beberapa praktek pemberian air dengan pola SRI, kadang-kadang juga dilakukan pengeringan setiap 3 hari sekali selama 3- 4 hari sampai tanahnya pecah-pecah untuk memperbaiki aerasi. Penyunting : Ir. Ali Bosar Harahap. MMEmail : Ali.bosarharahap@yahoo.co.idSumber : Direktorat Pengelolaan Air Irigasi. 2014. Modul Pelatihan Pengelolaan Air Tingkat Usaha Tani, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. Kementerian Pertanian. Jakarta 43 halaman.Sumber Gambar: http://www.suaramerdeka.com/cybernews/harian/0702/02/dar1.htm