Loading...

PEMBERIAN DAN PEMILIHAN LEGUMINOSA YANG TEPAT UNTUK PAKAN TERNAK

PEMBERIAN DAN PEMILIHAN LEGUMINOSA YANG TEPAT UNTUK PAKAN TERNAK
Leguminosa sebagai pakan ternak mempunyai susunan zat makanan yang sangat baik. Legum pada umumnya memiliki keunggulan dibandingkan rumput-rumputan. Legum adalah sekelompok tanaman yang berdaun lebar dari famili botani Fabaceae, Mimosaceae dan Caesalpiniaceae. Cirinya adalah produksi polong yang terbuka di sepanjang suatu lapisan. Satu ciri penting lain dari legum adalah kemampuannya mengubah N dari udara menjadi bentuk yang berguna untuk legum dan tanaman-tanaman sejenis. Legum bervariasi secara nyata dalam sifat tumbuh yang meliputi: (1) jenis herba yang tumbuh rendah, yang menjalar dan membentuk stolon atau rizoma (batang bawah tanah); (2) jenis herba menjalar atau melilit; (3) tumbuh pendek, lembut, berkayu, yang menghasilkan batang dan daun yang dapat dimakan; (4) pohon atau semak yang tinggi berkayu tetapi menghasilkan daun yang mengandung gizi tinggi. Tujuan pemanfaatan legume dalam sistem pertanaman adalah untuk meningkatkan produktivitas ternak. Ternak yang diberi pakan tambahan hijauan legum akan mencapai target bobot hidup jauh lebih cepat daripada yang tidak diberi pakan hijauan legum. Dari semua hijauan, leguminosa yang paling tinggi kadar proteinnya. Disamping itu daun-daun leguminosa digemari banyak temak. Pemanfaatan leguminosa sebagai pakan ternak dapat diberikan secara tunggal atau dicampur dengan rumput atau hijauan lainnya. Untuk jenis legum herba yang ditanam dalam sistem pertanaman dapat meningkatkan jumlah N tersedia bagi tanaman yang sedang ditanam atau tanaman berikutnya dan menghasilkan pakan ternak berkualitas tinggi untuk produksi ternak. Jika dikelola dengan baik, sebanyak 5.000 kg (berat kering)/ha/tahun pakan ternak berkualitas tinggi dapat diproduksi dalam 1 tahun. Legum herba dapat digunakan sebagai pakan secara langsung sebagai hijauan segar pada akhir musim hujan dan awal musim kemarau, dengan sebagian tanaman disimpan untuk pakan pada musim kemarau berikutnya, atau disimpan sebagai pakan kering dan digunakan sebagai pakan pada akhir musim kemarau atau awal musim hujan ketika ketersediaan dan kualitas pakan lokal rendah. Berikut contoh perhitungan pemberian legume bagi ternak, khususnya di musim kemarau. Pada dosis 10 g legum bahan kering (BK)/kg berat hidup hewan per hari, seekor sapi jantan berbobot 150 kg membutuhkan 1.500 g/hari bahan kering legum. Jika bahan kering legum adalah sepertiga ransum dan bahan kering rumput dua pertiga, jumlah harian bahan kering rumput adalah dua kali jumlah legum, atau 1.500 x 2 = 3.000 g/hari. Legum digunakan sebagai pakan kering, yang memiliki bahan kering 90 %, sedangkan rumput dalam bentuk segar dan memiliki bahan kering 40 %. Jumlah legum kering untuk pakan adalah 1.500 g x 100/90 = 1.666 g/hari.. Jumlah rumput segar untuk pakan adalah 3.000 g x 100/40 = 7.500 g/hari. Oleh karena itu, ransum 1,7 kg legum kering dan 7,5 kg rumput segar akan memberikan keseimbangan yang sesuai dalam ransum harian untuk seekor sapi jantan berbobot 150 kg.Sedangkan pada musim hujan, pehitungan pemberian legume dapat direkomendasi seperti contoh berikut ini. Dengan dosis 10 gram legum bahan kering/kg, seekor sapi jantan berbobot 200 kg memerlukan 2.000 g/hari bahan kering legum. Jika bahan kering legum adalah sepertiga ransum dan bahan kering rumput adalah dua pertiga, jumlah berat kering rumput harian adalah dua kali jumlah legum, atau 2.000 x 2 = 4.000 g/hari. Jika legum dan rumput diberikan sebagai pakan dalam bentuk segar, masing-masing memiliki kadar bahan kering 25 persen. Jumlah pakan hijauan legum segar adalah 2.000 x 100/25 = 8.000 g/hari. Jumlah rumput segar untuk pakan adalah 4,000 x 100/25 = 16,000 g/hari. Jadi, ransum 8 kg legum segar dan 16 kg rumput segar akan memberikan keseimbangan dalam ransum harian untuk seekor sapi jantan 200 kg.Dalam budidaya legum, peternak perlu untuk menentukan jenis legum yang tepat. Secara umum legum memiliki kadar protein dan daya cerna yang sangat bervariasi. Beberapa legum juga mengandung zat kimia yang mengganggu metabolisme ternak atau memerlukan perubahan mikroflora rumen sebelum dapat digunakan secara aman. Untuk itu pemilihan legum menjadi sesuatu yang penting. Peternak dalam pemilihan legum perlu memperhatikan palatabilitasnya, kadar protein dan daya cerna serta ada tidaknya zat anti nutrisi. Ketentuan jenis legum yang akan ditanam juga harus mempertahikan kesesuaiannya dengan lingkungan. Perlu diketahui, sejumlah legum tumbuh di lingkungan yang berbeda, beberapa diantaranya dapat beradaptasi lebih baik terhadap situasi tertentu. Faktor-faktor kritis yang menentukan kesesuaiannya dengan suatu areal adalah suhu, curah hujan, jenis tanah dan ketahanan terhadap serangan serangga dan penyakit. Terkait suhu, secara umum suhu rendah pada tempat yang lebih tinggi akan mengurangi tingkat pertumbuhan, tetapi musim pertumbuhan dapat diperpanjang jika musim hujan lebih lama dengan tingkat evaporasi yang lebih rendah. Karakteristik lainnya yang diperhatikan agar pemilihan legum tepat guna adalah mudah dipangkas dan dapat tumbuh kembali dengan baik. Tanaman yang tumbuh lebih tegak dapat lebih mudah dipangkas dibanding legum yang tumbuh melilit. Saat proses pemangkasan, legum tidak membuat iritasi kulit (seperti adanya getah dapat mengganggu penggunaan legum). Dari segi daya tumbuh, legum sangat beragam dalam hal kemampuan tumbuh kembali setelah pemangkasan. Dibutuhkan daya tumbuh kembali yang cepat setelah pemangkasan pendek (biasanya 10- 15 cm) apabila direncanakan lebih dari satu kali pemangkasan. Salah satu jenis legum yang memiliki karakteristik legum yang cukup baik adalah Kacang Kupu (Clitoria ternatea). Sifat unggul dari tanaman ini diantaranya mudah tumbuh, sangat baik daya tumbuh kembali setelah pemangkasan. Selain tiu sangat baik tingkat pertumbuhan pada musim hujan dan musim kemarau. Sebagai bahan pakan ternak juga memiliki kandungan nutrisi berkualitas tinggi. Terdapat banyak jenis legume lainnya, yang memiliki berbagai variasi keunggulan masing-masing. Dengan pertimbangan berbagai faktor yang telah disebutkan, peternak dapat memilih jenis legume yang sesuai dengan harapan dan situasi di lingkungannya. (Ir. Amirudin Aidin Beng, MM). Sumber : 1. The Australian Centre for International Agricultural Research. Mengintegrasikan Legum Herba (http://aciar.gov.au/ , diakses 13 Maret 2016)2. The Australian Centre for International Agricultural Research. Mengembangkan teknoLogi hijauan makanan ternak (HMT) bersama petani keciL(http://aciar.gov.au/ , diakses 13 Maret 2016)