Loading...

Pemberian Kapur Dolomit Untuk Menetralkan Tanah Asam

Pemberian Kapur Dolomit Untuk Menetralkan Tanah Asam
Ada tiga sisi negatif dari tanah yang bersifat asam, yaitu : Unsur hara makro tidak tersedia dalam jumlah yang cukup Unsur hara mikro yang bersifat racun bagi tanaman tersedia dalam jumlah yang berlebih Menghambat perkembangan mikroorganisme di dalam tanah. Perbaikan pH tanah bisa dikatakan dapat menyelesaikan 50 % masalah kesuburan tanah. Cara yang efektif untuk menetralkan tanah yang asam (meningkatkan pH tanah) adalah dengan cara memberikan kapur dolomit. CARA PEMBERIAN KAPUR DOLOMIT Tabur dan campurkan kapur dolomit secara merata ke dalam tanah, diamkan selama 7 – 14 hari. Setelah itu tanah siap untuk ditanami. Keuntungan pengapuran tanah antara lain menjadikan struktur tanah lebih gembur sehingga berdampak positif bagi perkembangan organisme tanah dan akar. Manfaat lain yang tak kalah pentingnya adalah dapat mengurangi zat-zat beracun dan mengurangi hilangnya unsur hara makro akibat pencucian. Jika pH tanah belum diketahui, pedomannya cukup sederhana yaitu tanah kering yang ada disekitar rumah membutuhkan minimal 4 ton kapur dolomit / ha. Lain halnya jika pH tanah sudah diketahui, penghitungan dosis kapur dolomit yang akan diberikan adalah sebagai berikut : Kebutuhan Kapur Dolomit Pada Beberapa Kelas Tekstur Tanah Tekstur Tanah Nilai KTK Jumlah CaCO3 (Ton/Ha) pH 4,5 – 5,5 pH 5,5 – 6,5 Pasir Rendah 1,15 1,4 Lempung Berpasir l 1,85 3,0 Lempung l 2,75 3,9 Lempung Berdebu l 3,50 4,6 Liat Berdebu V 4,35 5,3 Gambut / Tanah Organik Tinggi 8,70 9,8 Berikan dosis kapur secara bertahap, karena kenaikan pH tidak dapat dilakukan secara cepat. Penaburan kapur perlu dilakukan 2-3 kali dengan interval waktu 2-3 minggu. Aplikasi perlu diulangi 2-3 tahun. Tentunya dengan takaran yang lebih kecil yaitu 10-15 % dari dosis awal. Idealnya, pengapuran dilakukan dua minggu sebelum tanam, tepatnya saat menjelang musim hujan. Tujuannya agar tersedia cukup waktu bagi kapur untuk bereaksi dengan tanah. LANGKAH-LANGKAH YANG PERLU DILAKUKAN DALAM PENGAPURAN Gemburkan dan bersihkan tanah dari rumput-rumput liar atau gulma Areal yang akan dikapur dibagi menjadi luasan yang lebih kecil sesuai dengan dosis pengapuran. Misalnya dosis yang dianjurkan adalah 4 ton/ha atau 0,4 kg/m2, luas lahan 1 ha berat karung dolomit per karung 50 kg. maka satu karung dolomit dapat digunakan untuk luasan 50/0,4 = 125 m2. Untuk mempermudah penebaran kapur, lahan 1 ha dibagi menjadi 40 petakan kecil dengan memakai patokan bambu. Setiap petak luasnya 250 m2. Letakkan dua karung dolomit pada setiap petakan, barulah kapur dolomit ditebarkan secara merata Setelah kapur dolomit ditebarkan, tanah kembali dicangkul Pengairan setelah penebaran sangat diperlukan, khususnya jika pengapuran dilakukan pada musim kemarau Ditulis kembali oleh Agus Rustanto, SP. (Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Lohbener) Sumber informasi : - Kiat Mengatasi Permasalahan Praktis. Petunjuk Pemupukan Yang Efektif. Ir. Novizan Agro Media Pustaka, 2002.