Loading...

PEMBERIAN PAKAN PADA TERNAK AYAM LAYER

PEMBERIAN PAKAN PADA TERNAK AYAM LAYER
Seperti halnya pakan pada ternak yang lain, pakan pada ayam layer atau petelur memegang peranan yang sangat menentukan dalam keberhasilan usaha peternakan. Bahkan, sebagian besar biaya produksi adalah untuk penyediaan pakan ini. Namun demikian, pemberian pakan pada ternak tidak dilakukan semaunya tetapi harus mengikuti aturannya. Khusus ayam petelur, pemberian pakannya harus ada pembatasan. Pembatasan ini dimulai sejak umur ayam masih sehari atau DOC. Pemberian pakan secara ad libitum dapat dilakukan saat ayam berumur 1-5 minggu. Kemudian pada umur di atas 5 minggu, pembatasan pemberian pakan mulai diterapkan terutama bagi ayam petelur yang berasal dari strain loghman. Pada dasarnya pembatasan pakan dilakukan dari dua cara yaitu kuantitatif dan kualitatif. Secara kuantitatif, ayam petelur hanya dibatasi pakannya semisal 70 gr/ekor/hari, sedang secara kualitatif berarti penurunan protein kasar atau crude protein (CP) terutama untuk layer umur 13-17 minggu. Hal ini bertujuan untuk menghambat dewasa kelamin ayam tersebut.Hal lain yang harus jadi perhatian peternak ayam petelur adalah memberikan kebebasan pada ayam untuk mengkonsumsi pakannya, baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Artinya, pada usia 18 minggu pola pemberian pakan dilakukan secara ad libitum kembali, hal ini dibiarkan sampai ayam mulai berproduksi. Setelah sekitar 25% ayam telah berproduksi maka pembatasan perlu dilakukan kembali karena jika terus dibiarkan akan berakibat penumpukan lemak di daerah reproduksinya. Pemberian pakan pada ayam burasPemberian pakan sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan ayam kampung. Dari beberapa metode cara pemberian pakan ternak ayam kampung, memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Berikut ini ada beberapa metode atau cara pemberian pakan ternak ayam kampung. 1. Metode All MashMetode all mash adalah metode atau cara pemberian pakan ternak ayam kedalam wadah yang berisi ransum dengan kandungan nutrisi yang cukup dan disajikan ke ternak. Metode ini paling banyak digunakan oleh peternak Indonesia 2. Metode PrasmananMetode prasmanan ini adalah metode yang digunakan dengan memberikan berbagai macam makanan dalam wadah yang berbeda. Berbagai macam pakan ini berupa biji-bijian, daun-daunan, bahkan dari unsur hewani disajikan dalam wadah yang berbeda. Dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan ayam. Dengan banyaknya pakan atau ransum ayam akan memilih mana yang ia sukai. 3. Metode Mash GrainMetode ini berupa penggabungan metode di atas, hanya saja ada beberapa unsur yang diperbanyak. Dengan tujuan mendapatkan hasil yang optimal (memacu kuantitas dan kualitas hasil ternak).Dari berbagai metode tersebut masih dibagi menjadi beberapa metode yaitu pemberian ransum antara basah dan kering, baik butiran maupun pelet, dengan keterbatasan waktu. Pemberian pakan pada ayam pedagingPemberian Pakan dan Minuman Untuk pemberian pakan ayam pedaging ada 2 (dua) fase yaitu fase starter (umur 0-4 minggu) dan fase finisher (umur 4-6 minggu). Kualitas dan kuantitas pakan fase starter adalah sebagai berikut: - kualitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 22-24%, lemak 2,5%, serat kasar 4%, Kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9%, ME 2800-3500 Kcal. - kuantitas pakan terbagi/digolongkan menjadi 4 (empat) golongan yaitu minggu pertama (umur 1-7 hari) 17 gram/hari/ekor, minggu kedua (umur 8-14 hari) 43 gram/hari/ekor, minggu ke-3 (umur 15-21 hari) 66 gram/hari/ekor dan minggu ke-4 (umur 22-29 hari) 91 gram/hari/ekor. Jadi jumlah pakan yang dibutuhkan tiap ekor sampai pada umur 4 minggu sebesar 1.520 gram.Kualitas dan kuantitas pakan fase finisher adalah sebagai berikut: - kualitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 18,1-21,2%; lemak 2,5%, serat kasar 4,5%, kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9% dan energi (ME) 2900-3400 Kcal. - kuantitas pakan terbagi/digolongkan dalam empat golongan umur yaitu: minggu ke-5 (umur 30-36 hari) 111 gram/hari/ekor, minggu ke-6 (umut 37-43 hari) 129 gram/hari/ekor, minggu ke-7 (umur 44-50 hari) 146 gram/hari/ekor dan minggu ke-8 (umur 51-57 hari) 161 gram/hari/ekor. Jadi total jumlah pakan per ekor pada umur 30-57 hari adalah 3.829 gram. Pemberian minum disesuaikan dangan umur ayam yang dikelompokkan dalam 2 (dua) fase yaitu:• Fase starter (umur 1-29 hari), kebutuhan air minum terbagi lagi pada masing-masing minggu, yaitu minggu ke-1 (1-7 hari) 1,8 lliter/hari/100 ekor; minggu ke-2 (8-14 hari) 3,1 liter/hari/100 ekor, minggu ke-3 (15-21 hari) 4,5 liter/hari/100 ekor dan minggu ke-4 (22-29 hari) 7,7 liter/hari/ekor. Jadi jumlah air minum yang dibutuhkan sampai umur 4 minggu adalah sebanyak 122,6 liter/100 ekor. Pemberian air minum pada hari pertama hendaknya diberi tambahan gula dan obat anti stress kedalam air minumnya. Banyaknya gula yang diberikan adalah 50 gram/liter air. • Fase finisher (umur 30-57 hari), terkelompok dalam masing-masing minggu yaitu minggu ke-5 (30-36 hari) 9,5 liter/hari/100 ekor, minggu ke-6 (37-43 hari) 10,9 liter/hari/100 ekor, minggu ke-7 (44-50 hari) 12,7 liter/hari/100 ekor dan minggu ke-8 (51-57 hari) 14,1 liter/hari/ekor. Jadi total air minum 30-57 hari sebanyak 333,4 liter/hari/ekor. (Inang Sariati)Sumber:https://www.ternakpertama.com/cara membuat pakan ayam petelur sendiri https://www.google.co.id/ransum organik pada ayam