Tanaman jagung merupakan komoditi penting setelah padi yang mendapat perhatian serius dari pemerintah yang dalam hal ini Kementrian Pertanian Republik Indonesia. Maka dari itu dilapangan melalui program program di kelompok tani Komoditas jagung terus dilaksanakan, salah satunya program SEKOLAH LAPANG ( SL ) Seperti hal nya yang di laksanakan di WKPP Desa Wanakaya Kec.Haurgeulis KabupatenIndramayu.Budidaya tanaman jagung dan tanaman lainya tidak terlepas dari sarana lainya Diantaranya pupuk. Pada pelaksanaan Sekolah Lapang ( SL )di Kelompok Tani MITRA BUYUT TANI Desa Wanakaya menggunakan teknologi pemupukan berimbang yang tujuanya selain untuk meningkatkan produksi juga untuk menjaga kelestarian lingkungan .Dengan pemupukan berimbang ketersediaan unsur hara akan tetap terjaga sehingga tanaman Jagung akan dapat tumbuh secara oftimal. Tanaman jagung lebih banyak memerlukan unsur hara, apalagi varietas HIBRIDA yang penyerapan Pupuknya lebih banyak, maka sangat tepat bila pemberian pupuknya menggunakan teknologi Pemupukan berimbang, karena penggunaan pupuk lebih efisien sesuai dengan kebutuhan unsur Hara serta bisa memanfaatkan unsur hara yang sudah tersedia.Berikut beberapa unsur hara yang di butuhkan oleh tanaman jagung, N, P, K, Ca, Mg, S, Fe, Mn, Zn, Cu,B, Mo, Cl, C, H, O, kesemuanya unsur hara tersebut ada yang sifatnya primer, skunder dan juga ada yang sipatnya mikro. Sedangkan untuk unsur hara C,H,O diperoleh melalui udara.Pemberian pupuk pada tanaman jagung, baik organik maupun anorganik pada dasarnya bertujuan Untuk memenuhi kebutuhan hara tanama. Pemupukan dengan efesiensi tinggi dapat dicapai dengan Penggunaan pupuk secara berimbang, Pemupukan berimbang jumlah pupuk N, P dan K yang akan diBerikan dapat diketahui dari hasil analisa tanah, penggunaan pupuk dengan takaran, saat pemberian yang tepat merupakan kunci dari efesiensi pemupukan . Prinsip utama pemupukan pada tanaman jagung adalah porsi dari pupuk yang di berikan harus seimbang dan sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman . 1. Urea,dengan takaran 300-350 kg/ha diberikan pada umur 7-10n HST sebanyak 25 %, umur 28-30n HST sebanyak 50 %, dan Pada umur 40-45 HST sebanyak 25 % .2. ZA, hanya digunakan jika hasil analisa tanah kekurangan unsure Sulfur (S) dengan takaran 50 kg/ha dan di aplikasikan semua pada saat tanaman umur 7-10 HST.3. SP-36 denghan takaran 100-200 kg/ha dengan aplikasi pada umur tanaman 7-10 HST sebanyak 100 % 4. KCL , Takaran 50-200 kg/ha dengan aplikasi pada tanaman umur 7-10 HST sebanyak 75 % dan pada umur 28-30 HST sebanyak 25 % .Jika menggunakan pupuk majemuk takaran unsur N, P dan K disetarakan dengan pupuk tunggal, cara aplikasi pupuk diletakan dalam lubang yang dibuat dengan tugal disamping tanaman dengan jarak 5-10 cm dari tanaman dan di tutup dengan tanah. Demikian semoga bermanfaat khususnya untuk penulis dan umumnya bagi pemerhati tulisan ini. Penyusun Endang Kirno K. / PP Madya Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu