Seiring dengan Perkembangan ilmu pengetahuan dalam dunia pertanian, petani tidak lagi menggunakan pupuk alami (kompos) karena banyak petani yang tidak ingin repot dan susah dalam pembuatan pupuk kompos Pupuk Kompos merupakan pupuk alami yeng terbuat dari kotoran ternak , pembuatannya cukup repot dan lama ( tidak Instan ) tetapi banyak manfaat yang dapt diperoleh dengan pemakaian pupuk kompos ini antara lain dapat mengembalikan kesuburan tanah, aman bagi lingkungan dan aman bagi masyarakat yang mengkonsumsi komoditas yang diusahakan. Pupuk kompos dapat berasal dari kotoran sapi, ayam atau bebek, pupuk kandang dapat menghasilkan hormon sitokinin dan giberelin yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman sedangkan pupuk buatan N-P-K, adalah pupuk majemuk yang mengandung unsur hara utama. Kompos adalah pupuk yang dibuat dari sisa-sisa tanaman atau sisa hasil panen yang dibusukkan pada suatu tempat, terlindungi dari matahari dan hujan, serta diatur kelembabannya dengan menyiram air apabila terlalu kering (Hardjowigeno, 1989). Proses pembuatannya berlangsung apabila bahan-bahan mentah telah dicampur secara merata, pengomposan dapat dibagi menjadi 2 tahap yaitu : tahap aktif, dan tahap pematangan. Pada tahap awal proses, oksigen dan senyawa-senyawa yang mudah terdegradasi akan segera dimanfaatkan oleh mikroba mesofilik, yang mengakibatkan suhu tumpukan kompos akan tinggi dan pH kompos meningkat. Suhu akan meningkat menjadi 50 – 70 0C, dan akan tetap tinggi selama waktu tertentu. Mikroba yang berperan aktif pada kondisi ini adalah mikroba termofilik yaitu mikroba yang aktif pada suhu yang tinggi. Pada saat terjadi proses ini, maka proses dekomposisi bahan organik juga berlangsung Kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap, dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembap, dan aerobik atau anaerobik (Modifikasi dari J.H. Crawford, 2003). Sedangkan pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi. Membuat kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar kompos dapat terbentuk lebih cepat. Pupuk adalah suatu bahan yang digunakan untuk memperbaiki kesuburan tanah sedangkan pemupukan adalah penambahan bahan tertentu ke dalam tanah agar tanah menjadi lebih subur. Dalam arti luas pemupukan termasuk penambahan bahan-bahan yang dapat memperbaiki sifat-sifat tanah misalnya pemberian pasir pada tanah liat, penambahan tanah mineral pada tanah organik, pengapuran dan sebagainya. Khusus untuk tanaman sereal seperti padi, jagung, kecuali pupuk NPK masih diperlukan tambahan pupuk tunggal urea karena pupuk N (dalam hal ini urea) tidak boleh diberikan sekaligus tetapi harus bertahap 2-3 kali. Pemberian urea sekaligus sangat tidak efisien, sebagian besar ≥ 40% akan hilang melalui berbagai mekanisme dalam tanah. Oleh karena itu pemupukan berimbang termasuk penggunaan pupuk majemuk NPK sangat spesifik lokasi, tergantung status hara tanah (yang ditetapkan dengan analisis tanah) serta komoditas tanaman. Klasifikasi Berdasarkan Proses dan Bahan Penyusunnya Pupuk Organik/ Pupuk Alam, pupuk yang berasal dari materi mahluk hidup seperti limbah mahluk hidup atau sisa sisa jasad mahluk hidup. contoh: Kompos, pupuk kandang. Kelarutan unsur hara yang rendah di dalam tanah, lebih lama dan jauh lebih sedikit unsur hara makro yang tersedia bagi tanaman. Ditujukan untuk memperbaiki sifat fisik, biologi & kimia tanah. Pertumbuhan tanaman dalam proses kehidupan di tanaman ditunjukkan oleh adanya peningkatan jumlah dan peningkatan ukuran. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan rekomendasi dosis pupuk organik dan anorganik berpengaruh nyata pada panjang tanaman, jumlah daun, panjang daun, diameter batang dan lebar daun. Perlakuan pupuk organik (10 kg/petakan) dan pupuk anorganik (NPK 45 gram/petakan) memberikan hasil yang lebih baik pada tinggi tanaman, panjang daun, jumlah daun, diameter batang dan lebar daun. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa perlakuan pupuk anorganik dan organik memperlihatkan pengaruh yang nyata baik pada fase pertumbuhan maupun fase produksi jagung. Hal ini disebabkan karena adanya kandungan unsur nitrogen, fosfor dan kalium yang seimbang dalam tanah. Tanaman jagung memerlukan unsur-unsur primer untuk mencukupi kebutuhan nutrisi agar tanaman jagung bisa berkembang dan berproduksi dengan baik. Adapun unsur-unsur primer tersebut yaitu N, P, dan K yang terkandung dalam pupuk NPK dan pupuk kompos.