Loading...

PEMBIBITAN LADA MELALUI STEK

PEMBIBITAN LADA MELALUI STEK
Tanaman lada (Piper nigrum) merupakan salah komoditi ekspor dari Indonesia, dengan daerah penghasil lada terbesar di provinsi Lampung, Bangka Belitung dan Sumatera Selatan. Biji lada menjadi salah satu bahan rempah/bumbu masak yang mempunyai aroma dan rasa yang pedas. Aroma berasal dari kandungan minyak atsiri dari biji lada sedang rasa pedas berasal dari kandungan zat priperin, piperanin dan chavicin. Biji Lada selain sebagai bahan rempah/bumbu masak juga bermanfaat sebagai bahan obat-obatan baik tradisionil maupun obat modern sedang daunnya dapat dimanfaatkan sebagi pestisida nabati.Tanaman lada dapat diperbanyak dengan cara generatif (dengan biji) maupun dengan cara vegetatif (dengan stek).Perbanyakan dengan stekPembibitan lada umumnya dilakukan dengan cara vegetative karena selain paktis dan efisien tanaman yang dihasilkan akan tumbuh dengan sifat seperti induknya. Benih/bibit tanaman lada menggunakan stek yang berasal dari salur panjat, sulur gantung, sulur tanah dan sulur buah (cabang buah). Benih/bibit dipilih dari pohon terbaik dengan varietas unggul pada kebun yang sehat daun berwarna hijau tua, tidak menunjukkan gejala kekurangan hara maupun serangan hama dan penyakit. Varietas unggul adalah varietas yang toleran terhadap serangan hama dan penyakit, dapat beradaptasi dengan lingkungan dan mempunyai potensi produksi tinggi antara lain varietas Belantung, Jambi, Lampung Daun Lebar (LDL) dan Kerinci, Natar 1, Natar 2, Petaling 1 dan Petaling 2. Sulur panjat merupakan, sulur yang tumbuh memanjat pada tanaman penegak, mempunyai akar lekat pada setiap buku yang cukup banyak sehingga bila ditanam akan menghasilkan tunas dan akar lekat yang dapat langsung melekat pada tanaman penegak. Sulur gantung merupakan, merupakan sulur panjat yang tumbuh menggantung (tidak tumbuh memanjant pada tanaman penegak), tidak mempunyai akar lekat, bila ditanam akanmenghasilkan tunas yang tidak dapat langsung melekat pada tanaman penegak dengan pertumbuhan cabang buah lambat (1-2 tahun). Sulur tanah merupakan, sulur yang tumbuh merayap di permukaan tanah, akar lekatnya terbatas, tiap buku tidak keluar akar, bila ditanam akan menghasilkan tunas yang tidak dapat langsung melekat pada tanaman penegak dan keluarnya cabang buah lambat (1-2 tahun). Sulur buah juga disebut cabang buah merupakan sulur yang tidak mempunyai akar lekat, namun bila ditanam sulur akan cepat menghasilkan buah. Tanaman tidak dapat tumbuh tinggi dan tidak melekat pada tanaman penegak. Cabang buah cepat keluar dan pada umur satu tahun tanaman lada sudah berbuah dan tanaman lada ini dikenal dengan lada perdu.Bahan stek lada sulur panjat diperoleh dari tanaman yang belum berproduksi yaitu pada saat tanaman berumur 6-9 bulan, pohon induk dalam keadaan pertumbuhan (tidak sedang berbunga atau berbuah). Stek tidak boleh terlalu muda atau terlalu tua (dari sulur yang belum menjadi kayu). Bibit lada yang terlalu tua pertumbuhannya kurang baik. Pembibitan lada menggunakan stek satu ruasStek lada satu ruas berdaun tunggal yang berasal dari sulur panjat ditanam di polibag (14 x 18cm) yang telah diisi tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1. Polibag yang telah berisi tanah dan pupuk kandang terlbih dahulu disiram air dan dibiarkan selama 20 hari. Satu hari sebelum stek lada ditanam, gulma di polibag dibersihkan dan polibag disemprot larutan fungisida daninsektisida. Kemudian polibag ditempatkan di bawah paranet dengan intensitas penyinaran 50-70%, disusun berjajar 10-15 polibag sepanjang 10-15 m. Stek lada satu ruas berdaun tunggal ditanam di polibag lalu disiram dan disungkup dengan plastic warna biru/merah. Setlah satu minggu disungkup, setiap dua hari sekali dibuka satu hari, kemudian ditutup lagi satu hari, demikian terus dilakukan sampai pertumbuhan tunas merata. Setelah 1,5 bulan, sungkup bibit lada dibuka penuh, kemudian pada setiap polibag diberi tegakan dari bamboo. Kemudian tanaman disemprot dengan larutan fungisida dan insektisida secara bergantian setiapn 7 hari sampai bibit lada tumbuh seragam. Setelah mempunyai 7-9 ruas,bibit diseleksi dan siap ditanam di lapangan. Pembibitan lada perduPembibitan berasal dari stek dari sulur cabang buah, tinggi tanaman lada perdu hanya berkisar antara 90-120 cm sehingga tidak memerlukan tiang panjat. Budidaya lada perdu menguntungkan karena tanpa menggunakan tiang panjat damun mempunyai perakaran dangkal sehingga bila lahan kekurangan air tanaman mudah tercekam kekeringan. Hasil lada perdu tidak berbeda dengan lada panjat serta mempunyai keunggulan lain diantaranya pemeliharaan tanaman dan panen lebih mudah, produksi lebih awal, populasi tanaman lebih banyak dan dapat ditanam secara tumpang sari.. Oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.comSumber : 1) Penyediaan Bibit Lada yang Berkualitas, 2015 dalam Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Vol 37 No.2 Th 2015;2) Budidaya Tanaman Lada, Ditjen Perkebuna;n.dan 3) Dihimpun dari beberapa sumber