Loading...

PEMBIBITAN PADI DALAM PENGGUNAAN RICE TRANSPLANTER DI SUBAK TELAGA, KECAMATAN MANGGIS, KABUPATEN KARANGAASEM

PEMBIBITAN PADI DALAM PENGGUNAAN RICE TRANSPLANTER DI SUBAK TELAGA, KECAMATAN MANGGIS, KABUPATEN KARANGAASEM
PEMBIBITAN PADI DALAM PENGGUNAAN RICE TRANSPLANTERDI SUBAK TELAGA, KECAMATAN MANGGIS, KABUPATEN KARANGAASEM Proses pembibitan merupakan salah satu parameter penentu keberhasilan penggunaan Rice Transplanter. Bagaimana tidak, pada tahap pembibitan harus dilakukan sesuai standar danharus dapat meghasilkan bibit yangsiap tanam dengan keadaan baik dan sehat. Apabila bibit yang dipersiapkan tidak sesuai dengan standar yang ditentukan maka mesin tanam/Transplanter akan sulit untuk digunakan. Oleh karena itu penanganan pembibitan yang baik dan benar sangat penting untuk diperhatikan. Adapun langkah-langkah proses pembibitan sebagai berikut:1. Persiapan media tanah Media tanah yang digunakan adalah media dengan campuran tanah, kompos dan pupuk 1:1:1 (atau bahan lain seperti anti hama, perangsang tumbuh dsb). Media tanah ini diperlukan saat penanaman benih dan saat penutupan benih padi. Campuran tanah yang sudah disiapkan tersebut dimasukkan ke dalam kotak pembibitan dengan ketebalan 20 mm yang dapat diukur atau diratakan dengan papan perata. Ukuran 20 mm harus sesuai dan penempatan kotak harus ditempatkan pada lantai yang datar. 2. Persiapan benih Benih yang dipersiapkan merupakan bibit unggul berlabel dan telah melalui seleksi benih. Seleksi benih dilakukan dengan metode larutan garam dan telur itik. Benih yang sudah diseleksi kemudian diperam di sebuah karung selama 2-3 hari. 3. Penaburan benih Penaburan benih, benih yang diperlukan untuk 1 kotak pembibitan membutuhkan sebanyak 1 gelas air mineral sekitar ± 160 gr. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah jangan menabur saat benih masih basah. Penaburan benih ditabur dengan merata dan tidak ada benih padi yang menumpuk satu sama lain. 4. Penutupan benih Setelah penaburan benih dilanjutkan dengan penutupan benih dengan campuran media yang telah dipersiapkan sebelumnya. Ketebalan penutupan media ±5-10 mm kemudian diatasnya ditutup kembali dengan jerami dan kain agar tidak diganggu oleh hewan, dimakan burung dan akan terlindung jika hujan. 5. Perawatan benih. Perawatan benih dilakukan dengan penyiraman ±1 liter tiap kotak dan suhu kotak kira-kira 300C. Umur bibit yang sudah siap digunakan berumur ±15 hari. Bibit yang baik dan siap tanam memiliki ciri-ciri sebagai berikut:1. Pertumbuhan bibit dan tingginya merata2. Warna daun hijau (tidak kuning)3. Akar sehat dan saling mengikat4. Tidak rusak ketika digulung atau diangkat5. Ukuran panjang dan lebar sesuai standar.Demikian Penanganan saat proses pembibitan dalam penggunaan Rice Transplanter, semoga bermanfaat. Oleh:NI KADEK NITA KARLINA ASTRIYANI,SP