Pembibitan sapi potong sebagian besar diusahakan oleh peternak dalam skala usaha kecil (1-4 ekor) sesuai dengan kemampuan modal dan tenaga kerja keluarga terutama dalam mencari pakan (rumput) sehingga belum memberikan peningkatan dan kesejahteraan petani dan keluarganya. Upaya untuk meningkatkan efisiensi usaha sapi potong skala kecil di peternakan rakyat diperlukan peningkatan skala usaha tani melalui inovasi teknologi pembibitan "Model Grati". Pembibitan "Model Grati" merupakan suatu model pembibitan yang menggunakan kandang sistem kelompok, yaitu dalam suatu ruangan kandang ditempatkan beberapa ekor sapi induk/calon induk bersama dengan seekor pejantan yang diinginkan sehingga terjadi perkawinan dan menjadi bunting. Melalui inovasi teknologi kandang kelompok "Model Grati" diharapkan (1) jarak beranak (calving interval) sapi induk dapat diperpendek dari rataan 18 bulan menjadi 14 bulan, (2) efisiensi usaha pemeliharaan/tenaga kerja meningkat diikuti oleh peningkatan skala pemeliharaan dari rataan 1-4 ekor menjadi lebih dari 5 ekor per kepala keluarga (KK) dan (3) kesehatan ternak menjadilebihbaik. Berdasarkan bentuk dan fungsinya, tipe kandang yang digunakan untuk pembibitan sapi potong "Model Grati" dibedakan menjadi dua, yaitu kandang kelompok dan kandang individu. Kandang kelompok berfungsi sebagai kandang kawin, pembesaran pedet sampai dengan disapih dan pembesaran pedet lepas sapih. Sedangkan kandang individu digunakan sebagai kandang untuk melahirkan (menjelang beranak) sampai dengan laktasi umur 40 hari. Di samping kedua jenis kandang di atas, terdapat juga kandang kelompok khusus sapi bunting. Kandang ini digunakan untuk sapi yang positif bunting lebih dari 5 bulan sampai kebuntingan 9 bulan. Sapi bunting tua dapat dideteksi melalui bentuk ambingnya yang mulai membesar sehingga harus segera dipindahkan dari kandang kelompok bunting ke kandang beranak (kandang individu) sampai dengan anak umur 40 hari. Namun apabila kandang kelompok bunting tidak tersedia, maka induk sapi yang telah bunting tua (8-9 bulan) dipisah dari kandang kelompok ke kandang individu (kandang beranak). Selanjutnya, induk yang sudah melahirkan dan pedet telah berumur 40 hari maka dari kandang beranak dipindah ke kandang kelompok kawin untuk melakukan proses reproduksi berikutnya Aplikasi kandang kelompok di petani dapat dilakukan dengan cara memperluas atau menambah pagar pembatas yang identik dengan kandang pelumbaran. Untuk mendukung keberhasilan reproduksi yang ditunjukkan oleh jarak beranak Keberhasilan sapi induk untuk menghasilkan anak setiap tahun ( SistemPemberianPakan Pakan hijauan berupa rumput segar dapat disediakan pada palungan sesuai dengan kemampuan peternak tanpa melihat jumlah ternak yang dipelihara dalam kandang kelompok. Kekurangan hijauan diharapkan dapat dipenuhi oleh pakan kering (misalnya jerami padi) yang tersedia secara ad-libitum dalam "bank pakan" sehingga dapat digunakan setiap saat sesuai kebutuhan ternak sapi Dengan demikian, peternak dapat dengan leluasa mengatur waktu pemberian pakan, bahkan ternak dapat ditinggal beberapa hari apabila air minum dan pakan telah dipersiapkan sebelumnya. Pakan tambahan merupakan bahan pakan alternatif pengganti untuk mengurangi penyediaan rumput segar apabila rumput segar lebih mahal dibanding dengan pakan tambahan. Pakan tambahan dapat dipenuhi melalui pemanfaatan limbah pertanian yang banyak ditemui di lokasi peternakan; seperti tumpi jagung, dedak padi, kulit kopi, ampas singkong, dan lain-lain. Sementara itu, air minum selalu tersedia (ad-libitum)dibaktempatminum. Penulis : Sad Hutomo Pribadi (BBP2TP)Sumber Bacaan :Loka Penelitian Sapi Potong, Jawa Timur