Pembibitan tanaman tembakau dilakukan secara generatif yaitu menggunakan biji yang harus disemaikan terlebih dahulu, areal untuk pembibitan haruslah terbuka, dengan aerasi tanah dan drainase yang baik serta mempunyai kelerengan kearah timur serta dekat dengan sumber air. ? Benih sebaiknya dihasilkan dengan mutu yang baik dan bersertifikat. Pengolahan tanah dengan menggunakan cangkul dengan kedalaman 15-20 cm dan dilakukan 3 minggu sebelum tebar benih, tanah dibiarkan selama 2 minggu terbuka terhadap sinar matahari. Pencangkulan kedua dilakukan setelah tiga minggu dan kembali dibiarkan kena sinar matahari langsung selam 1 minggu. ? Buatlah bedengan memanjang dengan tinggi 40 cm, lebar 80 – 100 cm dan panjang sekitar 5 – 10 m. Permukaan bedengan harus rata dan berikan pupuk kandang secukupnya kemudian dicampur merata dengan tanah. Bedengan diberi atap yang bisa dibuka tutup dengan tinggi 1 meter kearah timur dan 0,75 m kearah barat. Sebelum menabur benih bedengan disiram dengan air, tanah dikompakkan sehingga tidak ada rongga-rongga tanah.? Benih sebelum ditabur dicampur dengan pasir, abu dapur atau kapur, sebarkan secara merata di tanah, untuk setiap 1 m persegi dibutuhkan 0,2 gram benih. Lakukan penyiraman dengan hati-hati dengan gembor yang halus. Apabila bibit telah berumur 40 -60 hari dengan mencapai ketinggian antara 10-15 cm dapat dipindahkan ke lapangan.Oleh : Ir.Soehardi Kusumowarno,MSSumber :Teknologi Unggulan Tembakau, Puslitbangbun,2007