Loading...

PEMBIBITAN TANAMAN KAKAO

PEMBIBITAN TANAMAN KAKAO
Perbanyakan tanaman kakao lebih sering dilakukan dengan cara generatif karena bibit dihasilkan dalam waktu yang cepat dan jumlah yang banyak. Persyaratan Benih Benih yang baik berasal dari buah berbentuk normal, sehat dan masak di pohon Buah tersebut berwarna kuning, jika diguncang timbul suara dan jika diketuk dengan tangan timbul gema. PERKECAMBAHAN MENGGUNAKAN KARUNG GONIBuah dipotong membujur, lalu benih yang berada di bagian tengah diambil sebanyak 20-25. Bersihkan lendir buah dengan meremas-remasnya dalam serbuk gergaji lalu dicuci dengan air dan direndam dengan fungisida. Benih dijemur di bawah sinar matahari. Benih yang baik memiliki daya kecambah sedikitnya 80%. Perkecambahan menggunakan karung goni dinilai lebih praktis daripada perkecambahan menggunakan bedengan tetapi bedengan pun masih banyak dilakukan. Di atas tanah yang telah rata dan bebas dari gulma diberi satu lapis batu merah sesuai luas karung goni untuk mempermudah peresapan air siraman. Sebelum digunakan, karung goni di rendam di dalam larutan fungisida terlebih dahulu. Setiap karung goni dapat memuat 1.200 biji dengan jarak 2 x 3 cm. Setelah benih di tata di atas karung goni, di atasnyadi tutup karung goni yang sudah dibasahi. Selanjutnya, penyiraman dilakukan setiap pagi dan sore hari. Di atas karung goni di beri naungan sementara. Benih telah berkecambah setelah 4 hari di persemaian dan dianjurkan untuk di pindah ke polybag kemudian diletakkan di pembibitan. Pemindahan benih dari tempat perkecambahan diakhiri pada hari ke-12 karena bila lebih dari 12 hari, benih termasuk benih yang tidak baik.PERKECAMBAHAN MENGGUNAKAN BEDENGANLokasi bedengan persemaian dibersihkan dari pohon dan rumput serta batu dan kerikil. Ukuran bedengan 1,2 x 1,5 m panjang 10-15 m dan tinggi 10 cm arah utara-selatan. Tanah bedengan dicangkul 30 cm, setelah dirapikan diberi lapisan pasir 5-10 cm dan tepi bedengan diberi dinding penahan dari kayu/batu bata. Bedengan diberi naungan dari anyaman daun alang-alang, kelapa/tebu dengan tinggi atap di sisi Timur 1,5 m dan di sisi Barat 1,2 m.Sebelum disemai benih dicelup ke dalam formalin 2,5% selama 10 menit. Benih dibenamkan (mata benih diletakkan di bagian bawah) ke dalam lapisan pasir sedalam 1/3 bagian dengan jarak tanam 2,5 x 5 cm. Segera setelah penyemaian, benih disiram. Penyiraman selanjutnya dilakukan dua kali sehari dan disemprot insektisida jika perlu. Keping biji terbuka tidak serentak sehingga perlu dibantu dengan tangan. Setelah 4-5 hari di persemaian benih sudah berkecambah dan siap dipindahtanamkan ke polybag. PEMBIBITANBenih yang telah berkecambah (bibit) siap di pindah ke pembibitan. Polybag yang dipergunakan berukuran 30 x 20 cm dengan tebal 0,08 mm dan telah di buat lubang ± 18 lubang. Media yang digunakan campuran tanah subur, pasirm dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1 atau 2 : 2 : 1. Media dimasukkan ke dalam polybag sampai 1 cm dari permukaan. Berat polybag yang sudah berisi media kurang lebih 6 kg. Kemudian, polybag di atur dengan jarakj 15 x 15 cm. Media tanam di siram sampai cukup lembab. Bibit di tanam dalam media kemudian tanah di sekitar bibit dipadatkan kembali. Tempat pembibitan perlu di beri naungan.Ditulis Kembali Oleh : Harnati Rafiastuti, SP (Penyuluh BBP2TP)Sumber Bacaan :1. Gafur, Syamsiah dan Muhammad Abid. 2010. Budidaya Kakao. BPTP Sulteng. Palu.2. Ariyanto, Hadi. 2006. Budidaya Tanaman Perkebunan. PT Intan Sejati. Klaten.3. http: //blogerbugis.blogspot.com /2013/ 08/ petunjuk-budidaya-tanaman-kakaocoklat. html.4. Gambar berasal dari Google tentang tanaman kakao.