Merupakan sistem pembibitan yang paling banyak digunakan para petani tembakau di Jawa Timur (Probolinggo). Pembibitan sistem ini relatif lebih mudah dan murah. Di bawah ini akan diuraikan secara sederhana cara pembibitan tembakau.1. Lokasi Bedengan• Tempat harus cukup terbuka, mendapat sinar matahari cukup terutama pada pagi hari.• Pilihlah lokasi bedengan yang dekat dengan sumber air untuk memudahkan penyiraman.• Agak jauh dari perkampungan untuk menghindari gangguan hewan peliharaan.2. Pembuatan Bedengan dan Sebar benih• Tanah dibuka/dibalik dengan cangkul, diolah sampai halus dan bersih.• Dibiarkan 1-2 minggu terkena sinar matahari untuk mematikan bibit penyakit dan rerumputan.• Tanah diolah lalu dibuat bedengan bedengan pembibitan.• Bedengan dibuat dengan lebar 1 m, tinggi bedengan ± 25 cm, panjang bedengan 5 m atau disesuaikan dg panjang lahan dan jarak antar bedengan 70 cm.• Untuk benih yang daya kecambahnya lebih dari 90%, kebutuhan benih per m² adalah 0,1 gram.• Benih dicampur rata dengan abu atau pasir halus, kemudian ditabur merata diatas bedengan. Kemudian bedengan ditutup dengan jerami.• Setelah itu disiram air dengan menggunakan gembor sampai cukup basah. Jerami dibuka 10 hari setelah tabur benih.3. Pemeliharaan bedengan1. Penyiraman memegang peranan penting dalam keberhasilan pembibitan terutama penyiraman pada 10 hari pertama. Bedengan harus disiram secara intensif 3 kali sehari yaitu pagi, siang dan sore hari dengan air yang menggunakan gembor. Pada umur 10 – 20 hari setelah sebar, bedengan disiram 2 kali sehari dengan air yang mengunakan gembor dan pada umur diatas 30 hari setelah sebar bedengan disiram dengan jumlah air yang dikurangi agar pertumbuhan akar bagus, akan tetapi harus dijaga agar tanah tidak terlalu kering.2. Seiring dengan pertumbuhan bibit maka bedengan perlu dibuka secara bertahap untuk melatih bibit supaya batangnya keras. Pada umur 10 -20 HSS bibit dilatih mendapat sinar matahari dengan jalan membuka tutup jerami pada bedengan.3. Setelah bibit berumur 20-25 hari dilakukan penjarangan. 4. Penyiangan dan pemupukan 1. Penyiangan sangat penting dilakukan dengan cepat karena rumput biasanya tumbuh sangat cepat karena adanya penyiraman yang intensif. Biasanya penyianyan dilakukan mulai umur 10 HSS. Penyiangan harus dilakukan dengan hati-hati agar bibit tembakau tidak ikut tercabut.2. Setelah bedengan bersih biasanya dilakukan pengaturan kepadatan populasi bibit yaitu memindahkan bibit-bibit yang padat ke tempat-tempat yang jarang. 3. Untuk mempercepat pertumbuhan bibit diperlukan pupuk susulan menggunakan urae. Pupuk dilarutkan dalam air lalu disiramkan merata ke seluruh bedengan menggunakan gembor.5. Cabut bibit1. Cabut bibit yang standard dan seragam dengan cara pegang daun bibit dan tarik bibit sampai tercabut dan tanahnya terikut sehingga akarnya tidak rusak. Ciri-ciri bibit yang standard adalah umur bibit minimal 45 hari setelah sebar, tinggi bibit ± 12 cm, berbatang keras, daun berwarna hijau kekuningan, akar banyak, tidak terserang penyakit dan seragam.Bedengan yang sudah dicabut disiram kembali dengan air sehingga bibit yang tersisa bisa hidup dan tumbuh dengan bagus. Satu minggu kemudian bibit akan tumbuh seragam dan bisa dicabut lagi untuk ditanam.Oleh : Julaihin