Loading...

Pembinaan Gapoktan dan Kelompok tani Penerima Bantuan Alasintan Pasca panen APBN Tahun 2020 di Kabupaten Bojonegoro

Pembinaan Gapoktan dan Kelompok tani Penerima Bantuan Alasintan Pasca panen APBN Tahun 2020 di Kabupaten Bojonegoro
Bertempat di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro pada hari Rabu (30/9/2020) telah diadakan pembinaan Gapoktan dan kelompok tani sekaligus penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian kepada penerima bantuan alsintan pasca panen APBN tahun 2020 sebanyak 5 Gapoktan dan 30 kelompok tani berasal dari 16 Kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan pembinaan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro tersebut dihadiri Anggota DPR RI dari Komisi IV yang membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Kelautan Farida Hidayati SH MKn. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro diwakili oleh Kepala bidang Sarana dan Prasarana Pertanian Kabupaten Bojonegoro, dalam sambutannya mengatakan bahwa selain kegiatan pembinaan gapoktan dan kelompok tani juga akan diserahkan bantuan alat pasca panen berupa Power Tresher (15 unit), Corn sheller (12 unit), dan Power Tresher Multiguna Mobile (8 unit). Pemberian bantuan alat pasca panen kepada gapoktan dan kelompok tani bertujuan untuk mendukung kegiatan pasca panen untuk meningkatkan produksi dan mutu hasil pertanian, sehingga permasalahan petani khususnya kendala dalam penanganan pasca panen yaitu masih tingginya kehilangan hasil dan rendahnya mutu panen dapat teratasi. Gapoktan/kelompok tani diharapkan memaksimalkan pengelolaan bantuan alsintan melalui Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) sehingga manfaat bantuan dapat dirasakan merata oleh anggota petani dan menjadikan gapoktan/kelompok tani menjadi mandiri. Diharapkan dengan disalurkannya bantuan alat pasca panen memberikan manfaat meningkatkan produksi padi, kedelai, dan jagung dengan menekan kehilangan hasil dan tercapainya mutu hasil panen yang lebih baik disaat penanganan pasca panen dibandingkan menggunakan alat pasca panen konvensional khususnya bagi gapoktan/kelompok tani penerima. Oleh : MirnaSetyorini, STP-Penyuluh Pertanian Kabupaten Bojonegoro