Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Haurgeulis merupakan salah satu pelaksana kegiatan pemberdayaan kelembagaan petani. Beberapa kegiatan dalam pemberdayaan kelembagaan petani antara lain Sekolah Lapang (SL) dan pengembangan Kelompok Ekonomi Petani (KEP). Sekolah lapang (SL) adalah proses pembelajaran non formal bagi petani untuk meningkatkan pengetahuan dan dan ketrampilan bagi petani. SL ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam pengembangan usahatani, meningkatkan kemampuan dan kesadaran petani dalam memanfaatkan lahan agar lebih produktif dan membangun kemandirian petani dalam pengelolaan sumberdaya lahan secara berkelanjutan. Desa Wanakaya Kecamatan Haurgeulis Kaabupaten Indramayu merupakan salah satu desa yang diprogramkan kegiatan KEP. Berdasarkan hasil musyawarah yang dilaksanakan pada Bulan Juli 2017 dibentuklah Kelompok Ekonomi Petani Maju Sejahtera. KEP ini bertujuan untuk efisiensi dalam pembiayaan kegiatan usahatani dan melaksanakan kegiatan secara bersama-sama. Nama Maju Sejahtera dipilih karena para anggota kelompok berharap bisa maju dalam usahataninya dan sejahtera dalam kehidupannya. Diharapkan pada masa yang akan datang KEP ini dapat berbentuk badan hukum koperasi. Dalam rangka menyamakan harapan anggota tentang KEP, maka pada tanggal 18 September 2017 dilaksanakan pertemuan pengurus dan anggota KEP. Hadir pada pertemuan tersebut, Koordinator Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Haurgeulis, Kepala UPT Pertanian Kecamatan Haurgeulis, Pelaku Usaha Hortikultura dan Penyuluh Pertanian Kabupaten.H. Asikin selaku pelaku usaha bidang hortikultura menjelaskan bahwa yang namanya belajar itu mulai dari lahir sampai meninggal. Kita harus terus belajar sama seperti pertemuan sekarang ini adalah belajar. Banyak komoditas buah-buahan dan tanaman sayuran yang belum diolah hasilnya. Seperti lidah buaya yang kita kenal selama ini untuk bahan baku keramas rambut, ternyata sudah banyak diolah menjadi menjadi bahan makanan dan ragam pangan lainnya.Di Indramayu masih belum banyak hasil olahan dari sayuran maupun buah-buahan. Kita lihat saja pentil yang jatuh masih jarang diolah menjadi panganan, tetapi kalau kita bawa ke Cianjur pentil yang jatuh tadi menjadi manisan mangga. Namun sedikit demi sedikit di Indramayu pun sudah ada yang mengolah mangga menjadi sirup terutama sirup mangga gedong gincu.Dalam hal berusahatani jangan takut pemasaran, karena mungkin saja kita belum tahu seluk beluknya. Padahal kalau kita lihat peluang pasar pertanian masih sangat terbuka. Kita lihat kangkung kalau dibawa ke Jakarta pasti habisnya belum lagi hasil tanaman lainnya. Jadi peluang pasar pertanian masih terbuka lebar tinggal komoditas apa yang kita kuasai teknologinya. Jangan mengembangkan usaha yang teknologinya belum kita kuasai nanti hasilnya akan kurang optimal bahkan merugi.Sebagai contoh sekarang ada percontohan sekolah lapang jagung, jadikan sekolah lapang jagung ini sebagai pembelajaran. Mana aspek yang masih kurang ya kita perbaiki di masa yang akan datang. Demikian pula kalau teknologi itu sudah dikuasai ya dilanjutkan. Tanaman Jagung itu semuanya bermanfaat mulai dari buahnya, tongkolnya sampai ke batangnya semuanya bermanfaat. Pekarangan yang ada disekitar rumah kita pun bisa jadi ladang usaha. Kita manfaatkan dengan tanaman sayuran dalam pot. Kalau setiap rumah tangga mempunyai 20 tanaman pot, paling tidak untuk kebutuhan kita tidak membeli. Bahkan kita bisa menjualnya secara bersama-sama dengan tetangga kita. Sementara itu Kepala UPT Pertanian menyampaikan program dari pemerintah cukup banyak dalam rangka meningkatkan pendapatan petani. Ada program tanaman kedele, jagung, cabe merah dan bawang merah. Namun tentunya harus disesuaikan dengan lahan yang mempunyai sumber air. Di Kecamatan Haurgelis masih banyak lahan yang belum dimanfaatkan setelah panen gadu, padahal sumber airnya ada. Oleh karena itu kami mengajak para petani untuk memanfaatkan lahan tersebut agar ditanami kedele atau jagung sesuai hasil musyawarahnya. Kalau sudah bermusyawarah pengurus kelompok menyusun proposalnya untuk diusulkan ke kabupaten.Bagi kelompoktani yang lahannya ada sumber air, bila mau mengajukan program kedele atau jagung harus disusun calon lokasi dan calon petaninya. Jangan mendadak dan kalau bisa diusulkan pada musim rendengan, sehingga nanti pada saat panen gadu tidak terlambat tanamnya.Dalam hal permodalan untuk kegiatan usahatani pemerintah sudah mengucurkan program KUR (Kredit Usaha Rakyat) melalui Bank Pemerintah. Silahkan petani memanfaatkannya, persyaratannya mudah tidak perlu sertifikat cukup usaha yang sedang dilakukan petani. Program ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap jasa kredit yang beredar di desa. Selain itu permodalan juga dapat berasal dari BUMDES, dimana pemerintah mengalokasikan dana desa untuk memperkuat usaha masyarakat.Pengurus dan anggota KEP mulai sekarang harus ada pemikiran untuk menabung sekemampuannya. Hasil tabungan ini diharapkan dapat menjadi modal awal KEP untuk menggerakan kegiatan usahanya. Disamping itu harus tertib administrasi, buku-buku administrasi dan buku keuangan dicatat setiap hari. Kedepan KEP ini didorong memiliki badan hukum untuk mampu mengadakan kerjasama dengan pilak luar. Dengan prinsip dari kita oleh kita dan untuk kita diharapkan KEP Maju Sejahtera bisa berkembang dan membawa anggotanya kearah yang lebih sejahtera. Aamiin. Penyusun Ir. EDI HARNADI- Penyuluh Pertanian Madya Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu