Loading...

PEMBINAAN KELOMPOK KRPL (KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI)

PEMBINAAN KELOMPOK KRPL (KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI)
PEMBINAAN KELOMPOK KRPL (KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI) Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lampung Tengah selalu memotivasi dan membina kelompok wanita tani bersama Penyuluh Pertanian Lapangan/ pendamping untuk menggalakkan kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga. Kegiatan pembinaan yang dilakukan setiap minggu pertama yaitu ke Kelompok KRPL di Kampung Tanjung Rejo, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah. Pembinaan ini dimaksudkan untuk lebih mengoptimalkan diversifikasi pangan melalui pemanfaatan lahan pekarangan dengan tujuan pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga dan masyarakat melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan secara lestari, meningkatkan kemampuan keluarga dan masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan di perkotaan maupun perdesaan untuk budidaya tanaman umbi-umbian, buah, sayuran dan tanaman obat keluarga (toga), pemeliharaan ternak dan ikan dan pengolahan hasil limbah rumah tangga menjadi kompos serta mengembangkan kegiatan ekonomi produktif keluarga sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan menciptakan lingkungan hijau yang bersih dan sehat secara mandiri. Sasaran untuk Kegiatan Pengembangan KRPL adalah Kelompok wanita yang tergabung dalam PKK ataupun Dasa wisma yang membentuk kelompok KRPL. Materi pembinaan yang diberikan ke kelompok KRPL dalam mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan ada beberapa teknik, antara lain : melalui sistem vertikultur, polybag, tabulampot, hidroponik, bedengan, pemanfaatan barang bekas, dan lain sebagainya. Selain dari manfaat estetis dan produktif dari pekarangan yang ditanam adalah kita turut mendukung gaya hidup hijau sebagai suatu upaya untuk mengatasi laju pemanasan global disekitar rumah kita. Beberapa hal lain yang perlu diperhatikan dalam mengoptimalkan manfaat pekarangan ialah dengan mempersiapkan media tanam, menentukan jenis tanaman, teknik penanaman, pemeliharaan tanaman, pengairan, pemanenan, rotasi tanaman, dan pengolahan hasil pekarangan sesuai dengan potensi dan kearifan lokal sehingga dapat terwujudnya KRPL.