Pembinaan Kelompok tani dan Penyerahan Bantuan Alsintan Pasca panen Pemipil Jagung Mobile Tahun 2020 di Kabupaten Bojonegoro
Jagung merupakan komoditas yang banyak dihasilkan setelah tanaman padi oleh petani di kabupaten Bojonegoro. Dalam usaha tani tanaman jagung, panen dan pasca panen merupakan kegiatan yang menentukan mutu dan kuantitas hasil produksi. Oleh karenanya penanganan panen dan pasca panen perlu mendapat prioritas dalam proses usahatani. Penanganan panen dan pasca panen menjadi perhatian bagi Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro khususnya bagian Sarana dan Prasarana sie Penanganan Panen dan Pengolahan Hasil Pertanian untuk mengadakan pembinaaan kelompok tani dan sekaligus penyerahan bantuan APBN tahun 2020 berupa alsintan pasca panen Pemipil Jagung Mobile (Corn Sheller Mobile) sebanyak 5 unit pada hari Rabu (16/6/2020). Pemipilan merupakan salah satu kegiatan pasca panen yang tergolong kritis, karena dapat menyebabkan kehilangan hasil. Pemipilan biji jagung yang baik berpengaruh terhadap berkurangnya butir rusak, mengurangi kotoran, dan membantu mempercepat proses pengeringan. Kegiatan yang digelar di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro tersebut dihadiriAnggota DPR RI dariKomisi IV yang membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Kelautan Farida Hidayati SH MKn dan diikuti kelompok tani dan Babinsa. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro diwakili oleh Kabid Sarana dan Prasarana dalam sambutannya disampaikan kelompok tani penerima bantuan alsintan pasca panen pemipil jagung mobile diharapkan dapat memanfaatkan bantuan sebaik mungkin untuk meningkatkan mutu dan produksi panen jagung dan harapannya member manfaat bagi kesejahteraan anggota kelompok tani. Diharapkan dengan disalurkannya bantuan alat pasca panen berupa PemipilJagung Mobile memberikan manfaat bagi pasca panen jagung dengan menekan kehilangan hasil dan tercapainya mutu pipil yang lebih baik disaat penanganan pasca panen dibandingkan menggunakan alat pasca panen konvensional khususnya bagikelompok tani penerima. Oleh Mirna Setyorini, STP-Penyuluh Pertanian Kabupaten Bojonegoro