Loading...

Pembinaan Poktan Tembakau di Desa Banioro Kecamatan Karangsambung Kabupaten Kebumen

Pembinaan Poktan Tembakau di Desa Banioro Kecamatan Karangsambung Kabupaten Kebumen
Dalam rangka peningkatan kualitas tembakau di Desa Banioro, Kecamatan Karangsambung, diadakan pembinaan kelompok tani tembakau pada tanggal 16 Mei 2017. Kelompok tani yang mendapat pembinaan adalah kelompok tani Tulus Ikhlas, salah satu dari tiga kelompok di Desa Banioro yang rutin menanam tembakau. Pembinaan dilakukan oleh tim teknis yang berasal dari Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) Kabupaten Kebumen dan Balai Penyuluhan Kecamatan (BPK) Karangsambung. Hal-hal yang disampaikan dalam acara pembinaan ini, antara lain, budidaya tembakau yang tepat, cara menjaga kualitas tembakau, pengendalian hama dan penyakit, serta kemitraan dan analisis usahatani tembakau. Meskipun tembakau menjadi tanaman yang telah lama dibudidayakan di Banioro, namun perkembangan budidaya tembakau masih belum memuaskan. Sehingga, kualitas daun tembakau maupun tembakau kering dirasa masih rendah, dan masih belum masuk standar pabrik rokok. Sebagian besar dikarenakan kandungan nikotin yang relatif masih tinggi. Kandungan nikotin yang tinggi ini sebenarnya sudah lama diketahui disebabkan karena penggunaan pupuk nitrogen (N) terutama pupuk urea yang berlebihan. Dan petani sudah seringkali mendapatkan penyuluhan mengenai hal ini, baik oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Kebumen (sebelum bidang perkebunan dikembalikan ke Distapang) dan dilanjutkan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen. Namun, 'kebiasaan' memberi pupuk urea berlebihan masih sering dilakukan petani. Selain itu, petani juga terkadang masih sangat mengandalkan pestisida dalam mengendalikan hama dan penyakit yang menyerang. Hal ini juga perlu mendapat perhatian, karena secara tidak langsung, kandungan 'racun' di dalam pestisida juga akan menurunkan kualitas tembakau. Kedua permasalahan terbesar dalam meningkatkan kualitas tembakau di Desa Banioro dibahas dalam porsi yang besar. Dan diharapkan, petani dapat mengikuti dan mengubah 'kebiasaan' yang selama ini dilakukan, sehingga kualitas tembakau yang dihasilkan akan meningkat. (Penulis: Kres Dahana)