Loading...

PEMBINAAN SUBAK MERUPAKAN UPAYA UNTUK MELESTARIKAN, MEMBERDAYAKAN DAN MENGEMBANGKAN LEMBAGA SUBAK

PEMBINAAN SUBAK MERUPAKAN UPAYA UNTUK MELESTARIKAN, MEMBERDAYAKAN DAN MENGEMBANGKAN LEMBAGA SUBAK
Salah satu upaya untuk melestarikan dan mengembangkan subak di Bali, khususnya di Kabupaten Tabanan maka diperlukan upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia khususnya disektor pertanian. Salah satunya melakukan kegiatan pembinaan dan penilaian subak sawah. Subak sebagai lembaga tradisional yang khusus bergerak di bidang pertanian yang dikenal sebagai organisasi agraris, ekonomis, religius yang ada di Bali sejak dahulu yang dipertahankan keberadaannya sampai sekarang. Pembinaan yang telah dilakukan terkait dengan kegiatan penilaian lomba Subak se-Kabupaten Tabanan yang telah dilaksanakan di subak Nyitdah I Desa Pandak Bandung, Kecamatan Kediri, Tabanan pada tanggal 27 September 2018. Hadir dalam kegiatan tersebut, Tim Pembina Subak Kecamatan Kediri, Tim Pembina Subak Kabupaten Tabanan, Kepala Desa Pandak Bandung, BP3K Kecamatan Kediri, PPL serta Pengurus (Prajuru) dan anggota Subak Nyitdah I Desa Pandak Bandung. Dalam kegiatan pembinaa subak ini dibagi menjadi tiga bagian, dalam Bahasa Bali disebut Baga. Tiga bagian tersebut tidak lepas dari unsur Tri Hita Karana yakni Parhyangan, Pawongan dan Palemahan. Tim pembina subak berharap agar filosofi Tri Hita Karana dapat dipahami dalam mengelola lahan sawah agar berwawasan agrobisnis dan menjaga kelestarian lingkungan untuk menjaga ajegnya Subak di wilayah Kabupaten Tabanan. Lebih lanjut disampaikan oleh Tim Pembina Subak bahwa eksistensi subak dapat dipertahankan jika eksistensi lahan pertanian dapat dipertahankan. Hal ini memerlukan dukungan dari semua pihak, yakni pemerintah, penyuluh, dan masyarakat /petani itu sendiri. Kebijakan pemerintah hendaknya mendukung minat masyarakat untuk bertani padi. Pemerintah harus dapat mengondisikan kehidupan yang lebih sejahtera bagi petani padi. Penyuluh juga harus dapat memainkan perannya sebagai motivator, fasilitator, dan mediator bagi petani padi dalam rangka peningkatan produktivitas dan kreativitas petani serta peningkatan nilai tambah produk pertanian. Penyuluh mesti mampu merangsang tumbuhnya mental agribisnis para petani. Masyarakat sendiri mesti berperan aktif dalam menjaga kelestarian subak. Masyarakat hendaknya selalu berinovasi untuk meningkatkan produktivitasnya baik dari segi kuantitas maupun kualitas produk pertaniannya. Minat generasi penerus terhadap sektor pertanian otomatis akan tumbuh jika sektor pertanian mampu memberikan kehidupan yang layak. Penilaian ini diharapkan mampu membuat pengurus dan anggota subak tetap ingat dengan kewajiban masing-masing, mampu menjalankan hakekat dari subak itu serta menjalankan program pertanian yang sudah dituangkan dalam kebijakan pemerintah Kabupaten Tabanan. Sepatutnya untuk melestarikan dan mengajegkan keberadaan Subak diperlukan satu kebersamaan dan kesadaran untuk selalu menjaga alam ini sesuai dengan semakin kritisnya kondisi Subak di Bali yang disebabkan faktor alih fungsi lahan dan pembangunan. Eksistensi subak mendukung ketahanan pangan masyarakat. Subak merupakan salah satu wujud kebersamaan masyarakat Bali. Kebersamaan dalam ketahanan pangan (Oleh : I Wayan Sudiarta dan I Gede Putu Ariasa, BP3K Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali). Sumber : (1) Sukariyanto, I Gede Made. 4 April 2012. Subak. http://dpw-fortius.blogspot.com.(2) Witana. 27 Maret 2002. Sawah Menyempit, Subak Terjepit. htpp://www.network54.com.