PEMBRONGSONGAN PISANG Kualitas pisang seperti ukuran, kandungan gizi dan vitamin serta penampilan buah sangat dipengaruhi oleh umur petik (tingkat kematangan) dan perlakuan pra panen seperti pengendalian hama penyakit terutama yang menyerang kulit dan buah pisang.Hama thrips (Chaetanaphothrips sp.) merupakan hama utama yang menyerang buah pisang dan menyebabkan bercak-bercak hitam pada kulit buah. Akibatnya harga jual di pasar domestik menjadi rendah dan lebih jauh tidak dapat di ekspor. Dari beberapa hasil penelitian di lapangan, persentase bercak hitam pada kulit buah pisang mencapai 70 % untuk varietas Raja Sere, 50 % untuk varietas ambon, dan 30 % untuk varietas batu/kepok. Perbedaan tersebut dipengaruhi perbedaan ketebalan epidermis dan kandungan kulit buah.Salah satu upaya mengendalikan hama thrips tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan pembrongsongan buah pisang.Cara lain selain efektif menekan intensitas serangan hama thrips, juga sangat mudah dan murah serta mengurangi penggunaan insektisida. MANFAAT PEMBRONGSONGAN• Perlakuan pembungkusan dapat meningkatkan berat/tandan dan berat/buah (produksi pisang) sekitar 11%.• Perlakuan pembungkusan dapat menurunkan tingkat kerusakan buah pisang sebesar 148% akibat serangan hama thrips.• KERUSAKAN KULIT BUAH AKIBAT HAMA THRIPSHama thrips umumnya menyerang pertanaman pisang saat mulai berbunga hingga menjelang buah terbentuk sempurna. Akibat tusukan dan hisapan hama thrips akan menimbulkan gejala bekas luka dengan tonjolan-tonjolan kecil berwarna coklat kehitam-hitaman di seluruh permukaan kulit buah yang disebabkan dinding sel yang mati atau kering. Tingkat serangan hama thrips pada varitas yang berkulit tipis lebih tinggi daripada pisang yang berkulit relatif lebih tebal.Penurunan tingkat kerusakan oleh hama thrips pada perlakuan pembrongsongan disebabkan karena : (1). terjadi penurunan intensitas serangan karena populasi hama tidak bertambah dan perkembangan hama yang sudah ada berkurang (2). bekas luka akibat tusukan thrips didorong ke permukaan kulit oleh jaringan sehat yang terus tumbuh sehingga dapat memperbaiki perkembangan buah terserang.Dari hasil penelitian terlihat bahwa meskipun seluruh tandan telah dibungkus tetapi masih terdapat serangan hama thrips. Hal ini terjadi karena pembrongsongan tandan pisang dilaksanakan segera setelah seludang sisir pertama membuka. Dilain pihak hama thrips telah mulai menyerang dan merusak saat pembungaan. JENIS BRONGSONGUntuk pembrongsongan digunakan karung plastik (karison), terutama yang berwarna biru. Namun apabila tidak tersedia dapat juga digunakan karung plastik biasa yang biasa asal tidak sobek WAKTU DAN CARA PEMBRONGSONGAN• Pilih tandan pisang yang akan dibrongsong saat seludang sisir pertama terbuka.• Bungkus tandan terpilih dengan karung plastik sesuai dengan besarnya yang dibuat seperti sarung. Ikatan pada pangkal tandan sebaiknya agak ke atas untuk memberi kesempatan pertumbuhan buah. Sedangkan ikatan yang bawah mudah dibuka untuk memeriksa pertumbuhan sisir akhir dan dan membuang sisir seludang yang jatuh. Buka ikatan brongsong yang bawah setelah sisir terakhir muncul. Dan potong jantung ± 5 cm dari pelekatan sisir terakhir pada tandan.• Tutup kembali brongsong sampai buah pisang siap untuk dipanen. Pembrongsongan tandan pisang dilaksanakan saat seludang sisir pertama telah membuka. Kedua ujung karung bolong (dibuat seperti sarung), tandan buah pisang yang bunga sisir pertama telah mekar disarungi dengan karung plastik seperti terlihat pada gambar. Upayakan seluruh tandan terbungkus dengan baik hingga panen, kecuali pada saat memotong jantung pisang