Konsentrat adalah campuran bahan pakan yang mengandung nilai gizi tinggi. Fungsi konsentrat adalah untuk melengkapi kekurangan gizi dari pakan hijauan. Pemberian konsentrat dapat meningkatkan daya cerna disebabkan konsentrat mampu merangsang pertumbuhan mikroba rumen sehingga aktivitas pencernaan fermentatif meningkat.Untuk membuat konsentrat yang baik ada beberapa kombinasi bahan alami/organik yang dapat digunakan sebagai komposisi pembuatan konsentrat yang baik. Bahan-bahan komposisi konsentrat salah satunya adalah jerami padi.Salah satu limbah pertanian yang sangat potensial adalah jerami padi. Namun kualitas jerami padi masih tergolong rendah. Jerami padi mengandung serat kasar yang tinggi dan palatabilitasnya sangat rendah. Jerami padi memiliki kandungan lignin dan selulosenya yang tinggi. Komposisi lignin pada jerami menentukan kualitas baik kimia maupun kecernaan jerami padi. Sehingga perlakuan untuk meningkatkan kualias jerami diutamakan pada pemutusan senyawa kompleks lignin?selulosa (delignifikasi), melarutkan silika dan meningkatkan protein. Untuk itu, perlu diupayakan peningkatan kualitas jerami padi. Pemilihan mikroba selektif sangat penting dalam fermentasi jerami padi yaitu yang mampu menghilangkan lignin, meningkatkan kecernaan selulosa dan jumlah protein. Untuk menurunkan kadar serat kasar yang tinggi dan meningkatkan kadar protein jerami padi, dapat dilakukan dengan proses amoniasi dan fermentasi menggunakan bantuan bakteri selulolitik. Bakteri selulolitik yang dapat digunakan adalah Acidophilium facilis, Acetobacter liquefaciens, Cellumonas sp., dan Acenitobacter sp. Mikroba tersebut mampu memanfaatkan sumber zat nitrogen yang bukan protein seperti urea dan ammonia serta mengubahnya menjadi protein. Selain itu, mikroba tersebut menghasilkan enzim selulase yang aktif menghidrolisis selulosa. Pemanfaatan enzim selulase sebagai additive dalam pembuatan pakan sangat perlu dipertimbangkan karena dapat meningkatkan kandungan karbohidrat yang difermentasi serta memperbaiki kecernaan bahan organik.Pembuatan jerami padi fermentasi dilakukan pada tempat terlindung dari hujan maupun sinar matahari langsung. Proses pembuatan dibagi menjadi dua tahap, yaitu tahap fermentatif dan tahap pengeringan dan penyimpanan. Pada tahap pertama, jerami padi yang baru dipanen dari sawah dikumpulkan pada tempat yang telah disediakan dan diharapkan masih mempunyai kandungan air sekitar 65 %. Bahan yang digunakan dalam proses fermentatif adalah Urea dan Probiotik, yaitu campuran dari berbagai mikroorganisme yang dapat membantu pemecahan komponen serat dalam jerami padi tersebut. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan jerami fermentasi adalah pertama,tumpukan jerami tidak kena hujan, bahan tidak terlalu basah; kedua, pisahkan sesuai varietas dan kondisi jerami (segar, layu atau kering). Jerami padi segar yang akan dibuat menjadi jerami padi fermentasi ditimbun dengan ketebalan kurang lebih 20 cm kemudian ditaburi dengan urea dan probiotik setebal 20 cm. Lebar dan panjang hamparan sesuai dengan kebutuhan. Demikian seterusnya sehingga ketebalan tumpukan jerami padi mengikuti takaran sebanyak 5 kg urea untuk setiap ton jerami segar. Demikian pula takaran probiotik yang digunakan adalah 5 kg probiotik untuk setiap ton jerami padi segar. Tinggi atau tebal lapisan dapat mencapai 2,5 meter dari dasar tumpukan. Kemudian simpan ditempat yang teduh dan tidak kena hujan. Lama fermentasi lebih kurang 21 hari. Hal ini bertujuan agar jerami benar-benar lapuk dan nutrisinya bertambah sehingga akan sangat membantu pencernaan di dalam perut ternak dalam menyerap nutrisi yang ada di jerami yang sudah di fermentasi. Proses fermentasi jerami dapat berjalan dengan baik ditandai pada tumpukan jerami tidak terbentuk panas atau keluar asap. Keadaan bahan yang terlalu basah atau terkena air hujan maka akan terjadi pembusukan jerami akhirnya timbulah panas yang menyebabkan hasil yang diperoleh tidak menjadi baik. Jerami fermentasi yang baik ciri-cirinya adalah bentuk jerami masih nampak segar tetapi teksturnya sudah lunak dan warnanya kekuning-kuningan.Tumpukan jerami padi yang telah mengalami proses fermentasi tersebut dikeringkan dibawah sinar matahari dan dianginkan-anginkan sehingga cukup kering disimpan pada tempat yang juga terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung. Setelah proses pengeringan ini, maka jerami padi fermentasi tersebut dapat diberikan kepada sapi sebagai pakan menggantikan rumput segar. Dengan cara demikian pemanfaatan hijauan pakan ternak dalam bentuk jerami padi akan dapat dilakukan sepanjang tahun dan lebih efisien dalam pemanfaatan waktu dan tenaga peternak. Untuk penyimpanan jerami fermentasi dapat dengan cara sebelum disimpan jerami fermentasi harus dikering anginkan terlebih dahulu agar selama penyimpanan tidak tumbuh jamur yang dapat merusak kualitas jerami yang sudah dihasilkan. Lama penyimpanan hampir sama yaitu: dapat mencapai 2 tahun atau dapat disesuaikan dengan kondisi fisiknya (Ir. Amirudin Aidin Beng, MM) Sumber : 1. BPTP Jawa Barat. Fermentasi Jerami Untuk Pakan Ternak Sapi (fmp.sinarindo.co.id, diakses pada 20 April 2016)2. BPTP Nangro Aceh Darusalam. Fermentasi Jerami Padi Dengan Probiotik Sebagai Pakan Ternak Sapi Dan Pupuk Organik (nad.litbang.pertanian.go.id, diakses pada 20 April 2016)