Hijauan pakan ternak merupakan pakan utama yang digunakan dalam memenuhi kebutuhan zat makanan bagi ternak ruminansia. Namun sampai saat ini kebutuhan hijauan pakan yang berkualitas belum dapat dipenuhi secara optimal , sementara untuk mendapatkan bibit/benih hijauan pakan untuk rumput maupun legum masih mengalami kesulitan. Oleh karena itu setiap daerah perlu mempunyai sumber bibit/ benih hijauan pakan baik yang dikembangkan di UPT Pusat maupun UPT Daerah maupun kelompokTersedianya sumber-sumber bibit/ benih hijauan pakan di daerah diharapkan dapat menyebarluaskan penanaman hijauan pakan dan meningkatkan produksinya secara optimal dalam rangka memenuhi kebutuhan hijauan pakan ternak yang cukup dan berkualitas.Dalam menyediakan benih/ bibit hijauan pakan ternak perlu dibuat kebun rumput , yang yang merupakan lahan penanaman yang diperuntukkan untuk tanaman hijauan pakanTujuannya untuk menghasilkan benih/bibit yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber produksi hijauan pakan ternak. Langkah-langkah pembuatan kebun hijauan pakan 1. Di awal pekerjaan menentukan target produksi , luas lahan dan kapasitas tampung ternak: sesuai dengan luas lahan yang akan ditanam.2. Pembersihan lahan (land clearing) , membersihakan lahan dari gulma, sisa-sisa perakaran, batu-batuan yang akan mengganggu pertumbuhan tanaman. Pembersihan lahan dengan mekanisasi membongkar akar dan menggemburkan.Penebang pohon yang tidak digunakan.3. Pembajakan dan penggaruan tanah. Tanah yang sudah dibajak digemburkan dengan cangkul sebanyak dua kali agar tanah menjadi gembur4. Pembuatan bedengan atau guludan. Untuk penanaman rumput yang berasal dari stek dibuat guludan. Sedangkan untuk penanaman leguminosa atau penanaman campuran menggunakan bedengan..5. Pengapuran dan pengkondisian lahan. Pengapuran jika tanah yang akan ditanami cukup masam. Tujuan pengapuran untuk meningkatkan pH.6. Pemberian pupuk dasar untuk menambah unsur hara yang dibutuhkan rumput dan legum.7. Penentuan jenis tanaman.. Jenis tanaman yang dipilih menentukan jumlah dan bahan tanaman yang akan digunakan.Bahan tanam untuk rumput umumnya berupa stek (potongan batang) dan pols (sobekan rumpun atau sobekan akar). Sedangkan untuk legum berasal dari biji. Jumlah bahan tanam baik stek maupun pols ditentukan oleh jarak dan kepadatan tanaman untuk setiap luasan lahan.a. Persiapan stek.Agar stek dapat bertahan lama dapat disimpan pada tempat lembab atau ditutupi oleh daun pisang atau gedebog pisang. Pada kondisi yang baik stek dapat bertahan hingga satu minggub. Persiapan polsPenyimpanan pols dilakukan seperti pada stek, yang penting tidak sampai terjadi banyak kehilangan kandungan air.c. Persiapan benih.Untuk menghasilkan pertumbuhan yang baik diperlukan kemurnian benih dan daya kecambah yang tinggi. Sehingga perlu dilakukan uji kemurnian benih sebagai berikut : 1) ambil contoh benih dari kantong benih, timbang 20 gram; 2) pisahkan benih dari benda asing seperti krikil pasir, benih pecah, benih rusak; 3) timbang benih yang telah dipisahkan ,kemudian hitung kemurniannya , dengan rumus : Kemurnian (%) = Berat benih murni : 20 gram x 100 %. Sedangkan daya kecambah dapat dihitung dengan ; 1) ambil contoh benih yang telah dibeli sebanyak 50 butir, kemudian dibagi menjadi dua kelompok masing-masing 25 butir; 2) siapkan kapas yang bersih dan steril, kemudian basahi kapas sampai lembab; 3) simpan kapas tersebut pada cawan petri atau piring; 4) susun benih tersebut diatas kapas basah dengan rapi dan teratur. Susunan dapat berupa baris atau melingkar; 5) Benih disusun dengan menempelkan bagian titik tumbuh pada kapas basah tersebut, kemudian simpan ditempat yang disinari matahari.; 6) Disimpan dalam kaca atau plastik diberi sedikit air; 7) kemudian diamati ssetelah hari ke 4 dan ke 7; 8) Hitung jumlah benih yang berkecambah normal ( yang ditandai adanya daun, calon batang dan akar); 9) Hitung daya kecambah dengan rumus : Daya kecambah (%) = jumlah benih berkecambah normal : 50 x 100 d. Perendaman dan Skarifikasi benihUntuk leguminosa yang mempunyai kulit yang keras, sebelum disemaikan terlebih dahulu di skarifikasi ( memecahkan kulit biji yang keras sehingga air dapat meresap ke dalam biji). Uji skarifikasi dilakukan bila daya tumbuh kurang dari 40 %. Cara skarifikasi yang sederhana dan aman yaitu : 1) menggosok biji dengan kertas amplas; 2) Bila jumlah biji sedikit, potong kulit biji dengan pisau kecil. Sedangkan perendaman dilakukan untuk biji dalam jumlah yang besar, Tujuan perendaman agar benih mudah tumbuh pada saat ditanam. Cara perendaman dengan mencelup biji ke dalam air hangat , panas atau mendidih. Untuk air mendidih selama 3-4 detik, kemudian langsung dicelup dengan air dingin untuk mencegah kerusakan biji. Bisa juga biji dicelup dalam air bersuhu sekitar 80 ?C selama 10 menit, lalu dicelup dalam air dingin. 8. Penanaman, dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitua. Pada daerah yang curah hujannya rendah maka stek atau pols ditanam dalam lubang diantara guludan. (lobang kedalaman 20 cm).Stek ditanam dengan salah satu bukunya masuk ke dalam tanah dan buku lainnya dipermukaan tanah.b. Sedang pada daerah yang curah hujannya cukup dan tingkat kegemburan tanahnya cukup baik maka stek atau pols ditanam langsung pada guludan dan salah satu bukunyan tertanam dalam tanah, dan buku lainnya menempel di permukaan tanah..c. Benih legum ditanam dengan cara sebar dalam larikan pada bedeng dan membentuk barisan. Jarak tanam diatur antar barisan, tetapi di adalam barisan jarak tanam tidak diatur.d. Benih rumput disebar secara merata sesuai dengan dosis yang direkomendasikan. Penyunting : Asia ( Penyuluh BPPSDMPSumber Informasi : Pedoman teknis optimalisasi sumber bibit/ benih tanaman pakan ternak. 2010. Direktorat Jenderal Peternakan