Pakan penguat atau konsentrat yang berbentuk seperti tepung adalah sejenis pakan yang dibuat khusus untuk meningkatkan produksi dan berperan sebagai penguat. Mudah dicerna, karena terbuat dari campuran beberapa bahan pakan sumber energy (biji-bijian, sumber protein jenis bungkil, kacang-kacangan, vitamin, dan mineral). Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan pakan penguat :Ketersedian bahan baku pakan. Beberapa bahan baku pakan mudah diperoleh di lokasi peternak, dengan harga yang bervariasi, namun demikian dari jenis bahan pakan yang sama di daerah bukan produsen bahan baku pakan sering sulit didapatkan. Harga per unit bahan pakan sangat berbeda antara satu daerah dan daerah lain, sehingga keseragaman harga per unit nutrisi (bukan harga per unit berat) perlu dihitung terlebih dahulu.Standar kualitas pakan penguat. Kualitas pakan penguat dinyatakan dengan nilai nutrisi yang dikandungnya terutama kandungan energy dan protein. Sebagai pedoman, setiap Kg pakan penguat harus mengandung minimal 2.500 KKal energy dan 17% protein, serta serat kasar 12%.Metode dan teknik pembuatan pakan penguat (konsentrat) dilakukan dengan menyusun formulasi pakan penguat dengan metode simultan, metode segiempat bertingkat,metode aljabar, metode konstan control, metode ekuasi, atau metode grafik.Tahapan prosedur membuat formulasi sebagai berikut :1) Buat daftar bahan pakan yang akan digunakan, kandungan nutrisinya (% energy,% protein), harga per unit berat, harga per unit energy dan harga per unit protein; 2) Tentukan standar kualitas nutrisi pakan penguat yang akan dibuat; 3) Membuat formulasi pakan yang akan dibuat, dilakukan dengan mengisi form formulasi: a) Tentukan sebanyak 2% (pada kolom %) bahan pakan sebagai sumber vitamin dan mineral; b) Tentukan sebanyak 30% bahan pakan yang mempunyai kandungan energy lebih tinggi daripada kandungan energy pakan penguat, tetapi harga per unit energinya yang paling murah (dapat digunakan lebih dari satu macam bahan pakan); c) Tentukan sebanyak 18% bahan pakan yang mempunyai kandungan protein lebih tinggi daripada kandungan protein pakan penguat, tetapi harga per unit proteinnya paling murah. d) Jumlahkan (% bahan, Kkal energy, % protein dan harganya), maka 50% formula sudah diperoleh.Selain konsentrat sebagai bahan penguat, ternak sapi juga membutuhkan pakan pemacu, yaitu pakan yang berperan sebagai pemacu pertumbuhan dan peningkatan populasi mikroba di dalam rumen, sehingga dapat merangsang penambahan jumlah serapan (konsumsi) serat kasar sehingga akan meningkatkan produksi.Molasses merupakan bahan dasar pembuatan pakan pemacu. Fungsi bahan pemacu adalah untuk membantu mempercepat produksi mikroba untuk bahan fermentasi pakan ternak. Pakan yang telah melalui proses fermentasi akan mudah dicerna oleh system pencernaan ternak, disamping bisa meningkatkan kandungan gizi pakan dari sebelum difermentasi. Pemberian molasses pada proses fermentasi pakan akan dapat memperbaiki bahan menjadi lebih kompak, mengandung energy cukup tinggi sehingga dapat meningkatkan palatabilitas serta citarasa pakan. Urea merupakan bahan pemacu dan sumber nitrogen yang adapt difermentasi. Setiap kilogram urea mempunyai nilai yang setara dengan2,88 kg protein kasar (6,25 x 46%). Dalam proporsi tertentu mempunyai dampak positif terhadap peningkatan konsumsi serat kasar dan daya cerna ternak.Proses pembuatan dilakukan dalam suasana hangat dan bertahap : 1) Molases (29 % dari total formula) dipanaskan pada suhu ± 50ºC; 2) Buata campuran I (tapioka 16%, dedak padi 18%, bungkil kedelai 13% dari berat total formula yang akan dibuat); 3) Buat campuran II (urea 5%, kapur 4%, garam 9% dari berat total formula yang akan dibuat); 4) Buat campuran III (tepung tulang 5% dan mineral 1% dari berat total formula yang akan dibuat); 5) Buat campuran IV dari campuran I,II,III yang akan diaduk merata; 6) Masukan campuran IV sedikit sedikit ke dalam molasses, diaduk hingga merata (± 15 menit); 7) Masukan dalam mangkok/cetakan kayu beralas plastik dan padatkan; 8) Simpan di tempat teduh dan kering.Hasil analisis proksimat, pakan pemacu yang dibuat dengan formulasi tersebut di atas mempunyai nilai nutrisi sebagai berikut : energy 1.856 Kcal, protein 24%, kalsium 2,83% dan fosfor 0,5%.(Penyunting :SUWARNA)Sumber : 1. Cara Menyusun ransum ternak. Poultry Indonesia. 19862. Kartadisastra, H.R. (1997). Penyediaan dan Pengolahan Pakan ternak Ruminansia (Sapi, Kerbau, Domba,Kambing). Yogyakarta, Kanisius.