Loading...

Pembuatan Lump dan Slab

Pembuatan Lump dan Slab
Lump mangkokLateks kebun yang dibiarkan membeku secara alamiah dalam mangkok disebut lump mangkok. Untuk mempercepat proses pembekuan lateks, dapat ditambahkan asam format atau semut atau pembeku asap cair ke dalam mangkuk. Keuntungan pembuatan lump mangkok adalah: 1) efisien tenaga kerja; 2) tidak ada resiko prakoagulasi; 3)Penanganannya mudah dan praktis. Namun demikian pembuatan lump mangkok juga ada kerugiannya, diantaranya adalah: 1) ada kemungkinan terjadi manipulasi berat karena ditambahkan bahan non karet; 2) Pengukuran KKK tidak mudah karena tingkat kebersihan dan pemeraman lump mangkok yang beraneka ragam; 3) terjadi penurunan mutu, terutama nilai PRI dan laju fulkanisasi akibat penyimpanan yang tidak memenuhi syarat; 4) Tidak dapat menghasilkan karet remah dengan mutu prima.Lump bambu Pembekuan lateks dengan menggunakan tabung bambu dengan penambahan asam format/semut secara simultan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan mutu BOKAR di tingkat petani. Bekuan yang dihasilkan disebut lump bambu.Lump bambu mempunyai keunggulan, diantaranya adalah: 1) Bermutu tinggi (nilai Po,PRI, VR tinggi); 2) Resiko terkontaminasi lebih kecil; 3) Penanganannya lebih praktis dan hemat waktu. Slab/Lump asap cairAsap cair dapat berfungsi sebagai pembeku lateks. Slab/lump yang menggunakan pembeku asap cair ini disebut lump/slab asap cair. Selain dapat membekukan lateks, asap cair juga dapat mencegah bau busuk bekuan, mempertahankan nilai Po dan PRI serta dapat memberikan bau asap khas dan warna cokelat. Karet remah yang dihaslkan dengan pemberian asap cair ini mempunyai mutu spesifikasi teknis, sifat fisik vulkanisat dan karakteristik vulkanisasi lebih baik dibandingkan dengan pembeku asam format (semut).Tahap pembekuan dengan asap cair: a) Encerkan larutan murni asap cair; b) Masukkan lateks ke dalam tempat pembekuan berupa wadah kosong yang bersih; c) Tambahkan pembeku asap cair yang telah diencerkan; d) Diaduk dan dibiarkan membeku menjadi slab/lump. Slab tipisSlab tipis dibuat dari lateks atau campuran lateks dengan lump mangkuk yang dibekukan dengan asam format /semut di dalam bak pembeku berukuran 60cmx40 cmx6cm tanpa perlakuan penggilingan.Proses pembuatan slab tipis dengan menggunakan bahan lump mangkok sebagai berikut: a) Masukkan dan susun lump mangkok secara merata di dalam bak pembeku; b) Tambahkan larutan asam format /semut 1% ke dalam lateks kebun dengan dosis 100-110 ml per liter lateks, kemudian diaduk; c)Tuangkan campuran lateks dan pembeku tersebut ke dalam bak pembeku yang telah diisi lump mangkuk; d) Biarkan sekitar 1-2 jam, lalu bekuan diangkat dan disimpan diatas rak di dalam tempat yang teduh.Proses pembuatan slab tipis dengan menggunakan bahan lateks kebun: a) Lateks disaring dengan saringan berukuran 20 mesh. Bekuan lateks yang tersisa setelah disaring dipisahkan; b) Masukkan lateks cair ke dalam bak pembeku; c) Tambahkan larutan aam semut 1% sebanyak 100-110 ml per liter lateks. Aduk hingga rata, buih yang terjadi harus dibuang; d) Biarkan 1-2 jam hingga bekuan cukup keras (beku); e) Tempatkan slab ke dalam bangsal selama 1-2 minggu agar menjadi kering angin; f) Pastikan slab sudah kering kemudian simpan di tempat penyimpanan. Keuntungan membuat slab tipis antara lain: a) Mutu seragam dengan KKK sekitar 50%; b) Tidak ada resiko prakoagulasi; c) Mudah dalam pengangkutan.Dalam pembuatan slab tipis in terdapat kendala, diantaranya adalah: a) Diperlukan tambahan biaya untuk pengadaan asam format. Semut atau pembeku asap cair; b) Kemungkinan terjadi manipulasi berat karet dengan menambah bahan-bahan bukan karet ke dalam slab. Slab gilingSlab tipis yang digiling menggunakan hand mangel akan menghasilkan slab giling. Dengan digiling menggunakan hand mangel ini maka kadar karet kering slab tipis dapat ditingkatkan menjadi sekitar 70%. Kelebihan lain dari slab giling adalah nilai ketahanan plastisitasnya (PRI) lebih tinggi.Alur proses pembuatan slab giling sebagai berikut: Lateks kebun - penyaringan dengan 20 mesh - penambahan asam semut 1%100-110 ml/liter lateks - diaduk dan buih dipisahkan - pembekuan lateks 1-2 jam - digiling dengan gilingan polos - digiling dengan gilingan kembang - dikering anginkan selama 1-2 minggu - penyimpanan. (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian Pusluhtan). Sumber: Pedoman Penanganan Pasca Panen Karet. Direktorat Penanganan Pasca Panen. Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian. Departemen Pertanian. 2007