Pembuatan Mikro Organisme Lokal (MOL) untuk fermentasi kotoran sapi
Labuhan baru, saat ini mulai dikembangkan tanaman sayuran di pekarangan dan lahan-lahan tidur yang tidak dimanfaatkan digunakan untuk budidaya tanaman sayuran. Kendala yang ada di lapangan seperti yang terjadi pada daerah dataran rendah pada umumnya dan dengan karakteristik tanah podsolid merah kuning adalah rendahnya tingkat kesuburan tanahnya ditambah lagi untuk di daerah mesuji pada umumnya cuaca cenderung lebih panas dan kelembaban nisbi rendah, sehingga salah satu upaya untuk dapat berhasil dalam budidaya tanaman sayuran perlu pemberian kompos berupa kotoran hewan ternak yang cukup tinggi. Di desa labuhan baru ternak yang utama dipelihara adalah ternak sapi, sebagian besar keluarga tani memiliki sapi. Kohe sapi ini tidak bisa langsung digunakan sehingga harus melalui proses pengkomposan. Pengkomposan dapat terjadi secara alami maupun buatan atau sengaja dibuat kompos oleh manusia dengan bantuan mikroorganisme pengurai atau dekomposer. Jika pengkomposan terjadi secara alami akan memerlukan waktu yang lama sedangkan untuk pengkomposan buatan dengan menggunAkan dekomposer waktunya lebih pendek. Joni ketua kelompok tani Setia Tani sudah membuat MOL dekomposer ini secara mandiri dengan bahan-bahan sebagai berikut : yakult (5 botol), yougurt (2 botol pakai cimori), air kelapa muda (5 ltr) dan gula merah (1 kg). Semua bahan dicampur dalam wadah dan difermentasi selama 2 minggu. Aplikasi MOL hasil fermentasi tersebut digunakan untuk membuat kompos kohe sapi dengan dosis 100 ml per 15 liter air disiram merata pada tumpukan kohe sapi dan proses dekomposisi ini berlangsung secara aerob artinya tanpa dilakukan penutupan kohe. Dan baru bisa digunakan setelah 3 minggu dari mulai aplikasi. Menurut Joni, pembuatan MOL ini lebih irit dan hasil lebih memuaskan daripada menggunakan EM4 yang beli di pasaran. Perbedaannya sangat terlihat mulai dari harga yang jauh lebih murah jika membuat MOL sendiri dan cara aplikasinya, jika pengkomposan selama ini harus ditutup terpal atau anaerob, sedangkan dengan MOL ini cukup disiramkan saja tidak perlu ditutup terpal atau aerob lebih mudah dan tidak ribet jelas Joni lebih lanjut menjelaskan. Oleh: Andrian Hermawanda