Loading...

Pembuatan MOL (Mikroorganisme Lokal) Bonggol Pisang

Pembuatan MOL (Mikroorganisme Lokal) Bonggol Pisang
MOL adalah singkatan dari Mikro Organisme Lokal, kalau Mikro Organisme, kita sudah paham pengertiannya. Untuk Lokal adalah banyak pengertian, lokal bisa diartikan “dibuat sendiri”. Jadi pengertiannya MOL yang kita buat sendiri boleh dibilang yang membuat MOL tersebut adalah formulator.Lokal bisa juga diartikan organisme yang berada di daerah/di lingkungan kita. Jadi mikro organisme tersebut adalah MOL yang sudah beradaptasi dengan baik di sekitar lingkungan kita. Fungsi MOL dapat digunakan untuk membuat pupuk kompos, dalam hal ini MOL bisa disebut sebagai starter/decomposer atau bisa juga sebagai pupuk organik cair pada aplikasi pemupukan, bisa juga sebagai ZPT (Zat Perangsang Tumbuh). Selain itu, MOL dapat juga sebagai pengurai atau “pabrik pupuk” sehingga unsur hara dapat diserap oleh akar tanaman.Bahan yang digunakan untuk pembuatan MOL harus mengandung beberapa unsur dan mudah di dapat di sekitar lingkungan kita, antara lain : Pertama, Dominan unsur N : Rebung, Daun Gamal, pucuk-pucuk daun. MOL ini sangat baik, untuk pertumbuhan vegetatif awal tanaman. Kedua, unsur N dan P agak berimbang : bonggol pisang, keong mas, buah-buahan, limbah dapur. MOL ini sangat baik, untuk pertumbuhan vegetatif susulan tanaman. Ketiga, Dominan unsur P : batang pisang, biji coklat. MOL ini sangat baik, untuk aplikasi masa primordial tanaman. Keempat, Dominan unsur K : sabut kelapa, amplas teh. MOL ini sangat baik, untuk aplikasi pengisian bulir.Kelompok Tani Hidup Baru Desa Tembuk Bahalang Kec. Batang Alai Selatan Kab. Hulu Sungai Tengah melakukan pembuatan pembuatan MOL (Mikroorganisme Lokal) pada bulan Agustus 2018, dengan memanfaatkan tanaman bonggol pisang sebagai bahan pembuatan MOL karena bahan tersebut mudah di dapat, tujuan pembuatan MOL ini agar petani khususnya petani yang tergabung di Kelompok Tani mampu mengolah MOL (Mikroorganisme Lokal) sebagai pupuk organik cair.Langkah Kerja : Kelompok Tani Hidup Baru Desa Tembok Bahalang menyediakan bahan pada saat praktik yaitu bonggol pisang 5 Kg, gula merah 1 Kg dan air leri/air cucian beras 10 liter, sedangkan alat yang di pakai pisau, tong plastik, slang plastik, plastik, botol air mineral.Cara membuat : bonggol pisang dipotong kecil-kecil / dihaluskan, kemudian dimasukkan bersama air beras, masukkan gula merah sambil di aduk rata. simpan ditempat tong plastik, kemudian tutup dengan plastik, beri lubang dengan cara memasukkan slang plastik yang dihubungkan dengan botol yang berisi air yang berfungsi sebagai pertukaran udara selama permentasi, kemudian di simpan di tempat yang tidak langsung terkena sinar matahari selama 15 hari. Setelah 15 hari baru di buka plastik penutup tadi apabila baunya has, dan tidak berbau busuk atau berjamur maka itu tandanya mol tersebut berhasil dan langsung bisa di aplikasikan pada tanaman.Dengan dimanfaatkannya bonggol pisang ini sebagai bahan pembuatan MOL (mikroorganisme local) dapat menjadi pilihan anggota Kelompok Tani Hidup Baru Desa Tembuk Bahalang sebagai pupuk organik cair.Tentu saja percontohan ini masih belum sempurna dan memerlukan kajian yang lebih mendalam serta metode penelitian yang lebih tepat, setidaknya ini dapat memacu petani untuk memanfaatkan bonggol pisang sebagai bahan untuk pembuatan pupuk cair organik. Dailami, S.ST(Admin Simluhtan BPP Kapar)