Pada pertemuan kegiatan Sekolah Lapang dalam rangka mendukung UPSUS komoditi Padi tahun 2017 di WKPP Babirik pada Poktan Sumber Jaya desa Sungai Janjam, pada tanggal 24 Agustus 2017 Materi yang di sampaikan adalah Pembuatan MOL Bongkol PisangMikro Organisme Lokal (MOL) merupakan salah satu cara untuk memanfaatkan bahan-bahan lokal untuk dimanfaatkan menjadi pupuk sehingga tidak merusak lingkungan. MOL merupakan induk untuk membuat pupuk organik. MOL adalah cairan yang mengandung mikro organisme hasil produksi sendiri dari bahan bahan alami disekeliling kita, dimana bahan tersebut sebagai tempat media untuk hidup dan berkembangnya mikroorganisme yang berguna dalam mempercepat penghancuran bahan bahan organik (dekomposer) atau sebagai tambahan nutrisi bagi tanaman.Salah satu prinsip pertanian organik adalah mendaur ulang sisa-sisa pertanian yang ada untuk dijadikan sumber pupuk maupun sebagai pestisida nabati. Pupuk yang digunakan dalam pertanian organik berasal dari hijauan seperti jerami, batang pisang, dan dedaunan lainya di tambah kotoran ternak,yang difermentasi menggunakan MOL.Manfaat MOL(Mikro Organisme Lokal) : MOL atau singkatan Mikro Organisme Lokal sering dimanfaatkan untuk budidaya pertanian organik atau semi organik. MOL memiliki banyak kegunaan, seperti:- Dimanfaatkan sebagai POC (Pupuk Organik Cair)- Dimanfaatkan sebagai dekomposer atau biang kompos untuk pembuatan kompos - Dimanfaatkan untuk pestisida nabati untuk mengusir hama tanaman Berikut ini salah satu contoh cara membuat MOL dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal: Bonggol PisangBahan pembuatan MOL bonggol pisang :1. 1 kg bonggol pisang2. 2 ons gula merah3. 2 liter air beras. Cara membuat MOL bonggol pisang :1. Bonggol pisang dipotong-potong kecil lalu ditumbuk-tumbuk2. Iris – iris gula merah lalu masukkan dalam air cucian beras dan aduk-aduk sampai larut3. Campurkan air cucian beras yang sudah ada gulanya ke dalam bonggol pisang.4. Masukkan dalam jerigen dan tutup rapat, setiap 2 hari atau jika menggelembung buka tutupnya atau masukkan kedalam wadah yang ditutup dengan kertas koran5. Kira - kira 10 - 15 hari biasanya siap digunakan. Cara Aplikasi 1. Penyemprotan di lakukan pada pagi / sore hari dengan konsentrasi 400 cc cairan MOL ( = 2 gelas air mineral ) dicampur 14 – 15 liter air pada umur 10 HST, 20 HST, 30 HST dan 40 HST. Cocok digunakan pada tanaman pangan dan palawija sebagai zat perangsang pertumbuhan pada fase vegetatif.2. Untuk pembuatan kompos, campurkan 1 liter MOL dengan 5 liter air, tambahkan gula merah 1 ons, aduk sampai larut dan semprotkan atau di siramkan pada bahan kompos Penyusun : Mona Andriani, S.Pt Editor : Hj. Nurul Hidayah, SP & Ahmad Nor