Loading...

PEMBUATAN MOL (MIKROORGANISME LOKAL) SERTA MANFAATNYA BAGI TANAMAN

PEMBUATAN MOL (MIKROORGANISME LOKAL) SERTA MANFAATNYA BAGI TANAMAN

Apa aitu MOL?

MOL atau yang kita kenal dengan Mikroorganisme Lokal merupakan kumpulan bakteri baik hasil fermentasi dari bahan-bahan alami.

Lalu apa kegunaan MOL untuk tanaman kita?

1.     Pupuk Organik Cair (POC): MOL mengandung unsur hara mikro dan makro yang dibutuhkan tanaman, serta bakteri pengurai bahan organik.

2.     Dekomposer: MOL membantu mempercepat proses penguraian bahan organik menjadi pupuk kompos.

3.     Pestisida Nabati: MOL dapat membantu mengendalikan hama dan penyakit tanaman secara alami.

4.     Meningkatkan Pertumbuhan: MOL dapat merangsang pertumbuhan vegetatif (akar, batang, daun) dan generatif (bunga dan buah) tanaman.

5.     Memperbaiki Sifat Tanah: MOL dapat meningkatkan kualitas fisik, kimia, dan biologis tanah.

6.     Meningkatkan Hasil Panen: Dengan penggunaan MOL, diharapkan hasil panen tanaman menjadi lebih baik dan berkualitas.

 

Bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan MOL terdiri dari :

      Karbohidrat; nasi, singkong, gandum, tepung, air cucian beras, buah dan sayur.

      Glukosa; gula merah, gula putih, air kelapa.

      Sumber Mikroorganisme; tape, ragi, tempe, terasi, keong mas, limbah ikan, daun bambu kering, bonggol pisang, yogurt.

Bila ketiga bahan tersebut terpenuhi maka akan terbentuk MOL yang baik bagi tanaman. MOL yang baik bisa bertahan 6 bulan - 1 tahun.

Cara pembuatan MOL sangat mudah, yaitu sebagai berikut :

1.     Campurkan Bahan: Dalam sebuah wadah plastik, campurkan mikroorganisme, sumber karbohidrat, dan sumber glukosa.

2.     Tambahkan Air: Tambahkan air secukupnya untuk membuat larutan.

3.     Aduk Rata: Aduk semua bahan hingga merata.

4.     Tutup Rapat & Fermentasi: Tutup rapat wadah dan diamkan selama kurang lebih 15-20 hari untuk proses fermentasi.

5.     MOL berhasil ditandai dengan wangi alkohol (seperti tape)

6.     Saring Larutan: Setelah fermentasi selesai, saring larutan untuk memisahkan ampasnya.

Penggunaan MOL yang baik pun disesuaikan dengan tujuan penggunaannya, apabila akan digunakan sebagai aktivator pupuk kompos atau pupuk kandang (bioaktivator) maka gunakan perbandingan MOL dengan air sebanyak 1:5 atau 1:10. Untuk penggunaan Pupuk Organik Cair (POC) lakukan perbandingan MOL dengan air sebanyak 1:30 atau untuk sistem spray sebanyak 1:10. Selain itu, penggunaan pestisida nabati bisa menambahkan 1 liter air untuk 2 sdm MOL. Pemberian MOL dilakukan pada pagi dan atau sore hari.

 

Daftar Pustaka

  1. Kurniawan, A. (2018). Produksi Mol (Mikroorganisme Lokal) dengan Pemanfaatan Bahan-bahan Organik yang Ada di Sekitar. Jurnal Hexagro, 1-9.
  2. Sapto Kuncoro, dkk. (2021). Pelatihan Pembuatan Mikro Organisme Lokal (MOL) Upaya Pengembangan SDM Desa Tanjung Agung. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat BUGUH, 1-6.