PEMBUATAN MOL TAPE Kesadaran masyarakat akan kesehatan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan adalah bahan pangan yang dikonsumsi. Budidaya tanaman secara organik akan menghasilkan bahan yang berkualitas dan aman bagi kesehatan. Dalam pengembangan budidaya tanaman secara organik dapat dilakukan dengan pengurangan pupuk kimia dan pestisida. Sebaliknya, penggunaan pupuk organik ditingkatkan.Pupuk organik dapat dibuat sendiri dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar kita Dengan membuat pupuk organik sendiri tentunya akan lebih murah. Salah satu decomposer yang bisa digunakan adalah MOL.MOL (Mikroorganisme Lokal) merupakan salah satu cara untuk memanfaatkan bahan-bahan lokal untuk dimanfaatkan menjadi pupuk sehingga tidak merusak lingkungan. Larutan MOL mengandung unsur hara mikro dan makro dan juga mengandung bakteri yang berpotensi sebagai perombak bahan organik, perangsang pertumbuhan dan sebagai agen pengendali hama dan penyakit tanaman. Sehingga MOL dapat digunakan sebagai pendekomposer, pupuk hayati dan sebagai pestisida organik terutama sebagai fungisida. MOL merupakan kumpulan mikro organisme yang bisa “diternakkan”, fungsinya dalam konsep “zero waste” adalah untuk “starter” pembuatan kompos organik. Dengan MOL ini maka konsep pengomposan bisa selesai dalam waktu 3 mingguan Selain itu, MOL sebagai penyubur tanah dan mengandung hormon yang berpungsi sebagai zat perangsang tumbuhan untuk lebih memacu perkembangan sel-sel tanaman, seperti Giberellin, Sitokinin dan Auksin. Mikroorganisme yang terkandung dalam MOL antara lain: Rhizobium sp, Azospirillium sp, Azotobacter sp, Pseudomonas sp, Bacillus sp dan bakteri pelarut phospatAda 3 bahan utama dalam pembuatan MOL, yaitu 1. Glukosa, bahan ini sebagai sumber energi bagi mikroorganisme yang bersifat spontan (lebih mudah dimakan mereka). Sumber glukosa bisa didapat dari: gula, molases, air kelapa, air nira, tetes dll2. Karbohidrat, bahan ini dibutuhkan mikroorganisme sebagai sumber energi. Sumber karbohidrat bisa diperoleh dari: air cucian beras, nasi bekas/basi, singkong, kentang, gandum, bekatul dll3. Sumber Bakteri (mikroorganisme lokal), bahan yang mengandung banyak mikroorganisme yang bermanfaat bagi tanaman antara lain:bonggol pisang, rebung bambu, keong mas, aneka buah-buahan, aneka sayuran , nasi, urine, pucuk daun labu, tapai, singkong, buah maja dll. Keunggulan dan kelebihan MOL antara lain 1. Mengandung bermacam-macam unsur organik dan mikroba yang bermanfaat bagi tanaman.2. Penggunaan MOL terbukti mampu memperbaiki kualitas tanah dan tanaman.3. Tidak mengandung zat kimia berbahaya dan ramah lingkungan.4. Mudah dibuat, bahan mudah didapatkan dan juga mudah dalam aplikasinya.5. Sebagai salah satu upaya mengatasi pencemaran limbah rumah tangga dan limbah pertanian.6. Memperkaya keanekaragaman biota tanah.Alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan MOL tape yaitu : botol plastik bekas air mineral ukuran 1,5 L, 1 ons tape/peyeum, 5 sendok makan gula pasir, air.Tahapan cara pembuatan MOL :1. Siapkan botol plastik air minum kemasan ukuran 1,5 L tanpa tutup2. Masukkan tape/peyeum dalam botol3. Isikan air dalam botol yang telah berisi tape atau peuyeum. Jangan diisi penuh, cukup hampir penuh.4. Masukkan gula pasir/gula merah, 5 sendok makan ke dalam botol yang telah diisi tape atau peyeum dan air.5. Kocok-kocok sebentar agar gula melarut.6. Biarkan botol terbuka tidak ditutup selama 4 atau 5 hari. Selanjutnya, selamanya botol tidak ditutup, biar MOL-nya bisa bernafas.7. Setelah 5 hari, dan kalau dicium akan berbau wangi alkohol, maka MOL telah bisa dipakai. Tanda MOL sudah jadi yaitu baunya beraroma fermentasi.