Sebagian besar Petani di Kampung Rukti Basuki, Kecamatan Rumbia adalah Peternak yang memiliki beberapa ekor kambing dan sapi intensif. Salah satu permasalahan yang kerap dikeluhkan para peternak kambing dan sapi intensif ini adalah persoalan kesediaan pangan. Biasanya kebutuhan pakan ternak meningkat saat memasuki musim kemarau atau musim kering, karena keterbatasan dedauan hijau mengingat berkurangnya sumber air. Namun di era modern ini, persoalan pasokan pakan ternak untuk budidaya kambing dan sapi seharusnya tidak lagi menjadi kendala. Sebab adanya inovasi pembuatan pakan fermentasi telah mempermudah para peternak untuk menyediakan pakan. Pakan fermentasi adalah pakan ternak hasil dari proses pemecahan senyawa organik dengan bantuan mikroorganisme diubah menjadi senyawa sederhana. Kegiatan pembuatan pakan ternak ini dilakukan di Kampung Rukti Basuki Kecamatan Rumbia pada bulan Agustus 2019. Pakan ternak fermentasi yang akan dibuat mengikuti kombinasi dengan volume 1 m3 (1 Ton). Adapun metode pembuatan pakan ternak adalah sebagai berikut: 1. Bahan dan Alat: Rumput (segala rumput), daun pisang, daun singkong (± 2 Karung Besar) Sisa tanaman jagung Dedak (Bekatul) 15 % dari bahan dedaunan yang akan dibuat fermentasi Garam 2 Kg EM4 khusus ternak 1 Botol Tetes Tebu ¼ liter atau Gula Merah Gembor Sabit untuk memcacah bahan Drum plastik besar Plastik besar untuk alas atau terpal 2. Metode pembuatan larutan fermentasi Campurkan garam sebanyak 2 Kg dengan Dedak (Bekatul) kedalam drum plastik Siramkan tetes tebu ¼ Kg kedalam drum plastik yang telah terisi campuran garam dan dedak. Tambahkan larutan EM 4 sebanyak 1 liter Siramkan air bersih sebanyak 10 liter Aduk rata larutan tersebut selama 1 jam Metode fermentasi Mencacah dedaunan menggunakan golok atau dengan alat pencacah menjadi ukuran 1 cm. Mengaduk rata dan menjereng dedauan yang telah dicacah tersebut diatas plastik atau terpal. Dedauan yang telah dijereng diatas terpal kemudian disiram menggunakan larutan fermentasi dan aduk hingga merata. Setelah merata masukkan kembali campuran tersebut kedalam drum plastik dan tutup rapat (tidak ada udara). Simpan dalam tempat tertutup. Fermentasi pakan ternak ini bisa langsung digunakan setelah disimpan selama 24 jam sampai dengan 1 bulan lebih dengan catatan drum plastik yang digunakan untuk fermentasi tidak bocor sehingga tidak ada udara yang masuk. Fermentasi pakan ternak ini juga dapat menggunakan jejet jagung atau menggunakan onggok singkong sebagai campuran.