Dalam rangka Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Petani di Kab. Wonogiri. Program Peningkatan Penyuluhan, Pendidikan dan Pelatihan Pertanian. Di Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Wonogiri ada 5 kelompok tani di 5 Desa, yang mendapatkan fasilitasi dana dekon untuk Rembug Tani dan Sekolah Lapang ( SL ) Jagung yaitu Kelompok Tani Mulyo Sejati I Desa Jatimarto, Kelompok Tani Marsudi Rejo Desa Pondok, Kelompok Tani Ngudi Mulyo III Desa Gedong, Kelompok Tani Karya Makmur II Desa Ngadirojo Kidul dan Kelompok Tani Tani Husodo Desa Kasihan. Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan serempak di masing-masing Desa pada 12, 19, 26 Juli dan 15 Agustus 2017. Kegiatan SL ini dilaksanakan oleh masing-masing penyuluh WKPP. Pada Pertemuan Sekolah Lapang ( SL ) Jagung yang ketiga, tanggal 26 Juli 2017 di 5 kelompok tersebut dilakukan kursus tani pembuatan pestisida nabati, Pestisida nabati ini sangat dibutuhkan dalam budidaya jagung dan tanaman pangan lainnya. Pestisida Nabati adalah pestisida dengan bahan aktif berasal dari mikroorganisme (pestisida mikroba) dan tanaman (pestisida nabati). Salah satu kendala utama dalam kegiatan budidaya tanaman adalah serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yang dapat mengancam produktivitas tanaman. Sampai saat ini penanganan OPT masih di dominasi oleh penggunaan pestisida kimiawi. Penggunaan bahan kimia secara terus menerus dalam mengendalikan OPT dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, beracun bagi manusia dan hewan peliharaan, persisten di dalam tanah dan menimbulkan resistensi pada hama dan pathogen sasaran serta terbunuhnya musuh-musuh alami yang mempunyai peranan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Untuk menghindari kerusakan lingkungan yang lebih parah maka diupayakan penggunaan pestisida kimia seminimal mungkin. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga keselamatan hasil pertanian dari gangguan OPT adalah dengan menggunakan pestisida ramah lingkungan yaitu Pestisida Nabati. Cara Kerja Pestisida Nabati : Merusak perkembangan telur, larva dan pupa, Menghambat pergantian kulit, Mengganggu komunikasi serangga, Penolakan makan, Menghambat reproduksi serangga betina, Mengurangi nafsu makan, Memblokir kemampuan makan serangga, Mengusir serangga, Menghambat perkembangan patogen penyakit. Keunggulan Pestisida Nabati : Murah dan mudah dibuat oleh petani, Relatif aman terhadap lingkungan, tidak menyebabkan keracunan pada tanaman, Sulit menimbulkan kekebalan terhadap hama, Kompatibel digabung dengan cara pengendalian yang lain, Menghasilkan produk pertanian yang sehat karena bebas residu pestisida kimia. Kelemahan Pestisida Nabati : Daya kerjanya relatif lambat, Tidak membunuh langsung jasad sasaran, Tidak tahan terhadap sinar matahari, Kurang praktis, Tidak tahan disimpan, Kadang diperlukan penyemprotan yang berulang-ulang, Tidak tersedianya bahan secara berkesinambungan dalam jumlah yang memadai, Aplikasi dalam skala luas belum maksimal. Pembuatan Pestisida NabatiBahan dan Alat :Alat : Ember bertutup 25 lt, selang kecil 1 m, botol aqua bekas, saringan, lumpang alu untuk menumbuk, Jerigen 20 lt, Torong. Bahan : 1. Buah mojo 2 kg, 2. Gadung segar 2 kg, 3. Tembakau 1 kg, 4. Daun mindi/mimba 2 kg, 5. Tetes tebu 1 lt, 6. Urin sapi 15 lt.7. EM4 1 liter8. Empon-empon Cara pembuatan : Tumbuk semua bahan 1-4 sampai halus, Setelah halus, masukkan kedalam ember yang berisi urin sapi + tetes tebu, kemudian aduk, Tutup ember dengan rapat, Diamkan selama 4 hari, Setelah 4 hari buka tutup ember, lalu saring cairan pestisida hayati, Simpan pestisida dalam jerigen, semakin lama disimpan, pestisida semakin bagus, Pestisida siap diaplikasikan. Aplikasi : 1. larutkan ramuan pestisida organic dengan air dengan perbandingan 1 : 15 liter, 2. pestisida ini efektif untuk pengendalian penyakit yang disebabkan oleh jamur,bakteri dan hama insekta pada tanaman padi dan jagung. Dengan praktek pembuatan pestisida nabati ini, diharapkan petani mau mengaplikasikan pada tanaman jagungnya, sehingga produk pertanian yang dihasilkan petani lebih sehat karena bebas residu pestisida kimia. Selain itu penggunaan pesnab dapat menekan biaya produksi, murah dan mudah dibuat oleh petani, relatif aman terhadap lingkungan, tidak menyebabkan keracunan pada tanaman, dan akan sulit menimbulkan kekebalan terhadap hama, Kompatibel digabung dengan cara pengendalian yang lain, Menghasilkan produk pertanian yang sehat karena bebas residu pestisida kimia. ( Ars )