Pestisida kimia merupakan racun untuk mengendalikan hama dan penyakit yang berbahan dasar zat kimia. Penggunaan yang berlebihan akan menjadi bahan beracun yang menimbulkan residu dan berbahaya bagi kesehatan manusia. Sebenarnya penggunaan Pestisida kimia di anjurkan jika tingkat serangan yang di timbulkkan hama dan penyakit sudah mencapai di ambang ekonomis. Untuk mendukung kegiatan PHT adalah program pengenalan pestisida nabati yaitu dengan memanfatkan bahan alami yang berbahan baku tumbuh-tumbuhan. Pestisida nabati relative mudah di buat dengan bahan, teknologi yang sederhana dan menghasilkan produk yang aman, lingkungan juga tidak tercemar. Pada bulan Juli 2020 pada kelompoktani gabungan Kecamatan Bojonegoro telah melakukan praktek pembuatan pestisida nabati dengan bahan baku daun mimba 8 kg, lengkuas 5 kg, kunir 5 kg dan air 20 liter. Daun mimba, lengkuas, kunyit di tumbukatau di haluskan dan seluruh bahan di aduk sampai merata dalam 20 liter air lalu di rendam 24 jam. Pestisida nabati ini mampu mengatasi dan mengusir hama umumnya seperti wereng coklat, walangsangit, kutu, ulat, belalang dan sebagainya. Pelaksanaan kegiatan ini di harapkan mampu mendukung kegiatan PHT dalam memanfaatkan bahan organic dan mengurangi bahan kimia sebagai pestisida dan mampu mendukung dan meningkatkan kwalitas SDM petani dalam memanfaatkan bahan alam. Kata Diah selaku PPL Kecamatan Bojonegoro, “ Pestisida Nabati dibuat bersama-sama dan melatih anggota kelompok untuk selalu Ramah Lingkungan serta memanfaatkan bahan yang ada disekitar dengan menekan biaya untuk pembelian pestisida kimia” Konsep pertanian ramah lingkungan adalah konsep pertanian yang mengedepankan keamanan seluruh komponen yang ada pada lingkungan ekosistem dimana pertanian ramah lingkungan mengutamakan tanaman maupun lingkungan serta dapat dilaksanakan dengan menggunakan bahan yang relatif murah dan peralatan yang relatif sederhana tanpa meninggalkan dampak yang negatif bagi lingkungan. Pestisida Nabati adalah pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tanaman atau tumbuhan dan bahan organik lainya yang berkhasiat mengendalikan serangan hama pada tanaman. Pestisida ini tidak meninggalkan residu yang berbahaya pada tanaman maupun lingkungan serta dapat di buat dengan mudah menggunakan bahan yang murah dan peralatan yang sederhana. Secara umum pestisida nabati diartikan sebagai suatu pestisida yang bahan dasarnya adalah tumbuhan. Pestisida nabati relatif mudah dibuat dengan bahan dan teknologi yang sederhana. Bahan bakunya yang alami/nabati membuat pestisida ini mudah terurai (biodegradable) di alam sehingga tidak mencemari lingkungan. Pestisida ini juga relatif aman bagi manusia dan ternak peliharaan karena residunya mudah hilang. Beberapa manfaat dan keunggulan pestisida alami, antara lain: Mudah terurai (biodegradable) di alam, sehingga tidak mencemarkan lingkungan (ramah lingkungan). Relatif aman bagi manusia dan ternak karena residunya mudah hilang. Dapat membunuh hama/penyakit seperti ekstrak dari daun pepaya, tembakau, biji mahoni, dsb. Dapat sebagai pengumpul atau perangkap hama tanaman: tanaman orok-orok, kotoran ayam. Bahan yang digunakan nilainya murah serta tidak sulit dijumpai dari sumberdaya yang ada di sekitar dan bisa dibuat sendiri. Mengatasi kesulitan ketersediaan dan mahalnya harga obat-obatan pertanian khususnya pestisida sintetis/kimiawi. Dosis yang digunakan pun tidak terlalu mengikat dan beresiko dibandingkan dengan penggunaan pestisida sintesis. Penggunaan dalam dosis tinggi sekalipun, tanaman sangat jarang ditemukan tanaman mati. Tidak menimbulkan kekebalan pada serangga. (oleh Diah Ayu Ningrum, SP - PPL Kec. Bojonegoro, Kab.Bojonegoro)