PEMBUATANPESTISIDA NABATI DENGANTANAMAN GADUNG Penggunaan pestisida dilingkungan pertanian menjadi masalah yang dilematis, disatu pihak dengan digunakannya pestisida maka kehilangan hasil yang diakibatkan organisme pengganggu tanaman (OPT) dapat ditekan . Tetapi dapat menimbulkan dampak negatif, tanpa penggunaan pestisida akan sulit menekan kehilangan hasil yang diakibatkan oleh OPT. PESTISIDA KIMIASecara luas / umum dapat diartikan sebagai zat yang dapat bersifat racun menghambat pertumbuhan / perkembangan, tungkah laku, perkembangbiakannya, , penghambat makan, membuat mandul, penolak dan aktivitas lainnya yang dipengaruhi oleh OPT, kehilangan hasil akibat OPT pada saat pra panen diperkirakan sebesar 30-35%, sedang pada diperkirakan pasca panen diperkirakan sebesar 10-20%, sehingga kehilangan hasil keseluruhannya yang diakibatkan OPT dapat mencapai 40-45%, sehingga OPT dapat mengakibatkan gagal panen.Pada awal tahun 1980 an pestisida dianggap suatu jaminan akan keberhasilan petani yang saat itu didukung oleh pemerintah melalui BIMAS, INMAN dan sebaliknya hampir dipastikan tanpa pestisida tidak akan berhasil secara optimal. Akhirnya, sepuluh tahun kemudian yaitu tahun 1996 pemerintah melarang ke 57 formulasi pestisida. Larangan tersebut kemudian diikuti oleh kebijakan pemerintah untuk mencabut subsidi pestisida sehingga harga pestisida melambung tinggi.Pembuatan dan pendaftaran pestisida nabatii dan berbagai jenis tidak dapat dijelaskan secara khusus atau standarisasi karena memang sifatnya tidak berlaku umum, suatu ramuan pestisida nabati yang berhasil baik atau bersifat, efektif suatu tempat belum tentu berhasil dengan baik pula di tempat lainnya, karena ramuan pestisida nabati (spesipik lokasi). Salah satu penyebabnya adalah pada tumbuhan yang sama, tetapi jika tumbuh dilingkungan yang berbeda maka kandungan bahan aktifnya pun dapat berbeda pula. Oleh karena, dosis atau konsentrasi bahan aktif yang digunakanpun akan berbeda pula. Maka ramuan pestisida nabati tergantung hasil pengujian di lokasi setempat dan mungkin tidak berlaku di tempat lain (tidak berlaku umum).UNTUK MENGHASILKAN BAHAN PESTISIDA NABATI DAPAT DILAKUKAN BEBERAPA TEHNIK1. Penggerusan, penumbuhan, pembakaran, atau pengepresan untuk menghasilkan produk berupa tepung, abu dan pasta.2. Rendaman untuk produk ekstrak.3. Ekstraksi dengan menggunakan bahan kimia pelarut disertai perlakuan khusus oleh tenaga yang terampil dan peralatan yang khusus.Dengan dikembangnya pemanfaatan pestisida nabati diharapkan petani atau pengguna dapat mempersiapkan sendiri PHT.Tanaman gadung merupakan bio pestisida, dimana pestisida nabati ramah lingkungan. Pestisida yang berasal dari tanaman, yakni pohon, daun, ubi dan akar. Dalam aplikasinya yakni pada tanaman gadung digunakan umbinya ada 2 yakni.1. Gadung KB yang digunakan untuk memandulkan tikus.2. Gadung racun digunakan untuk meracuni atau membunuh tikus.Bahan yang diperlukan• Umbi gadung KB, atau gadung racun 1 kg• Dedak padi ayam jagung 10 kg• Tepung ikan 1 Ons• Kemiri sedikit• Air sedikitCara KerjaUmbi gadung yang dikupas lalu dihaluskan, semjua bahan dicampur diaduk rata, dan dibuat dalam bentuk pelet kering, perbandingan antara gadung dengan bahan lainnya adalah 1,10.APLIKASINYAPelet-pelet dari umbi gadung ditebarkan di pematang sawah, di sarang tikus atau di jalan-jalan yang selalu dilewati tikus. RAMUAN UNTUK MENGENDALIKAN ULAT DAUNBahan1 kg gadung1 kg labu siang5 liter airCara Kerja1. Haluskan gadung dan labu siang dengan cara diparut atau dihancurkan dengan blender2. Campurkan parutan gadung dan labu hingga rata3. Rendam campuran selama satu malam, lalu diperas dan disaringCara PengaplikasianEncerkan 500 ml larutan hasil saringan dengan 10 liter air, semprotkan ke tanaman. Takaran ini cukup untuk mengendalikan hama di lahan seluas 1 ha. Oleh :Imran Syam, SP, M.SiPenyuluh Pertanian Kab. Sinjai