PEMBUATAN PUPUK KOMPOK JERAMI Praktek budidaya tanaman padi sawah yang selama ini tergantung dengan penggunaan pupuk buatan sementara penggunaan pupuk organik terabaikan, menyebabkan tanah sawah menurun kualitasnya. Tanah menjadi keras, asam dan menurun kesuburannya. Akibatnya produksi padi dari tahun ke tahun menjadi menurun hasilnya. Disamping itu kelangkaan pupuk dan harganya yang mahal menyebabkan petani kesulitan untuk mendapatkan pupuk bagi tanamannya. Pupuk organik (kompos jerami, pupuk kandang, dan pupuk hijau) merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi pemakaian pupuk buatan. Pemberian pupuk organik bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah. Limbah organik seperti sisa-sisa tanaman (dan kotoran binatang ternak tidak bisa langsung diberikan ke tanaman. Limbah organik harus dihancurkan/dikomposkan terlebih dahulu oleh mikroba tanah menjadi unsur hara yang dapat diserap oleh tanaman. Proses pengomposan alami memakan waktu yang sangat lama, antara enam bulan hingga setahun, sampai bahan organik tersebut benar-benar tersedia bagi tanaman. Proses pengomposan dapat dipercepat dengan menggunakan mikroba penghancur (dekomposer) yang berkemampuan tinggi. Penggunaan mikroba dapat mempersingkat proses dekomposisi dari beberapa bulan jadi beberapa minggu saja. Di pasaran saat ini banyak tersedia produk-produk biodekomposer untuk mempercepat proses pengomposan, misalnya: SuperDec, OrgaDec, EM4, EM Lestari, Starbio, Degra Simba, Stardec, dan lain-lain. Biodekomposer lainnya yang dapat di buat dan diperbanyak sendiri oleh petani adalah cendawan Trichoderma dan MOL (Mikro Organisme Lokal). - Unsur hara yang terikat di tanah seperti unsur P dapat tersedia bagi tanaman- Keracunan Al dan Mn dapat diatasi dengan pemberian pupuk organik ke dalam tanah.- Meningkatkan populasi mikroba tanah, yang pada akhirnya dapat memperbaiki kualitas tanah- Menambah unsur hara bagi tanaman- Mempermudah penetrasi akar- Struktur tanah menjadi remah- Mengikat air- Mempermudah air meresap dari permukaan tanah- Mendukung kehidupan mikroorganisme (bakteri, jamur, dll, yang menguntungkan bagi tanaman) dan makroorganisme (cacing, dll) tanah- Menetralkan kemasaman (pH) tanah- Memperbaiki aerase tanah (keadaan udara dalam tanah)- Meningkatkan serapan unsur hara (KTK) Kadar bahan organik pada tanah yang ditanami terus menerus akan menurun sebesar 35 persen dibandingkan dengan tanah pada kondisi awal sebelum ditanami, sehingga bahan organik harus diberikan secara teratur. Untuk itu, sudah seharusnya petani tidak lagi membakar jerami yang ada tetapi mengolah jerami menjadi kompos PEMBUATAN KOMPOS JERAMI DENGAN MENGGUNAKAN MOL (MIKRO ORGANISME LOKAL) - Untuk pengomposan jerami sebanyak 1 m 3 diperlukan MOL sebagai dekomposer (perombak) sebanyak 4 liter dan pupuk kandang sebanyak 1 karung (40 kg).- Jerami sebaiknya dicincang atau dipotong-potong. Kemudian jerami ditumpuk secara berlapis-lapis di atas tanah yang diberi alas (plastik / karung bekas /daun pisang)- Lapisan pertama disusun jerami setinggi 25 cm, kemudian di atasnya ditaburi 1/4 bagian pupuk kandang, dan disiram dengan 1/4 bagian MOL secara merata dan disiram dengan air sampai agak lembab.- Di atas lapisan tersebut ditumpuk kembali jerami setebal ± 25 cm dan taburi lagi dengan campuran pupuk kandang dan MOL.- Selanjutnya dibuat 2 lapisan lagi, sehingga tingginya mencapai ± 1 m.- Setelah lapisan disiram kemudian ditutup dengan plastik atau daun-daunan.- Setiap 1 minggu jerami di balik dan ditambahkan air bila suhu jerami terlalu panas, kemudian jerami ditutup kembali Cara aplikasi kompos Setelah 3 minggu lebih kompos jerami sudah siap digunakan. Untuk tanaman padi kompos digunakan sebelum tanam yaitu dengan menaburkan kompos secara merata ke dalam sawah setelah bajak kedua atau pada saat meratakan tanah, kemudian diinjak-iinjak supaya kompos masuk ke dalam tanah. Pada waktu penauran kompos, air sawah dalam keadaan macak-macak dan pintu air masuk dan keluar ditutup. PEMBUATAN KOMPOS JERAMI DENGAN MENGGUNAKAN Trichodema - Untuk pengomposan jerami sebanyak 1 m 3 diperlukan trichoderma sebagai dekomposer (perombak) sebanyak 1 kg dan pupuk kandang sebanyak 1 karung.- Pupuk kandang dan trichoderma yang telah diaduk merata ditaburkan 1/4 bagian diatas tumpukan jerami setebal ± 25 cm kemudian disiram- Di atas lapisan tersebut ditumpuk kembali jerami setebal ± 25 cm dan taburi lagi dengan campuran pupuk kandang dan trichoderma.- Selanjutnya dibuat 2 lapisan lagi, sehingga tingginya mencapai ± 1 m.- Setelah lapisan disiram kemudian ditutup dengan plastik atau daun-daunan. Cara aplikasi kompos Setelah 3 minggu lebih kompos jerami sudah siap digunakan. Untuk tanaman padi kompos digunakan sebelum tanam yaitu dengan menaburkan kompos secara merata ke dalam sawah.. dosis kompos yang digunakan adalah sebanyak yang dihasilkan persatuan luas. PEMBUATAN KOMPOS JERAMI DENGAN MENGGUNAKAN AKTIVATOR EM-4 - Jerami sebanyak 200 kg dipotong-potong sepanjang 5-10 cm, lalu dicampur dedak 10 kg dan sekam 200 kg secara merata.- EM-4 sebanyak 20 ml (20 sendok makan) dicampur dengan gula pasir 10 sendok makan dan ditambah air secukupnya, kemudian di aduk merata.- Kemudian campuran EM-4 + gula pasir + air tersebut disiram ke tumpukan jerami.- Bahan tersebut ditumpuk ditempat kering dan terlindung dengan ketinggian tumpukan maksimal 1,5 meter.- Tumpukan jerami ditutup dengan terpal plastik atau karung goni.- Lakukan pemeriksaan tumpukan jerami setiap hari, bila suhunya terlalu tinggi, jerami tersebut perlu dibalik.- Biasanya setelah tujuh hari jerami tersebut sudah siap digunakan. KOMPOS TEBAR LANGSUNG Cara praktis pembuatan kompos adalah dengan kompos tebar langsung. Jerami sisa panen ditumpuk di pinggir piringan. Masukkan segera air ke piringan sawah agar dapat mendorong proses pelapukan. Untuk mempercepat pelapukan dapat ditambahkan cairan Mikro Organisme Lokal (MOL). MOL ini dapat dibuat dengan mudah dan sederhana menggunakan media sisa buah atau hijauan. Jerami akan melapuk setelah 1 bulan dan ditaburkan dalam sawah setelah pengolahan tanah terakhir kemudian baru diratakan dengan garu atau gilingan. KANDUNGAN KOMPOS JERAMI Kompos jerami disamping memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah, juga mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Kandungan unsur hara yang terdapat dalam kompos jerami adalah : N 0,66 %, P 0,07 %, K 0,93 %, Ca 0,29 %, Mg 0,64 %, Mg 0,64 %, Fe 427 mg/kg, Cu 9 mg/kg, Zn 67 mg/kg, Mn 365 mg/kg. CIRI-CIRI KOMPOS YANG TELAH SIAP DIGUNAKAN. - Berwarna coklat tua sampai kehitam-hitaman - Tidak dijumpai adanya lalat atau bau busuk yang masih menyengat - Suhu pupuk sudah tidak tinggi/panas/hangat (pendinginan - merupakan indikator selesainya proses pengomposan, meskipun bahan kompos telah dibalik dan disiram tetap tidak timbul panas) - Struktur nya remah, pupuk menjadi media yang lepas-lepas dan tidak kompak,sehingga sulit dikenali lagi bahan dasarnya.