Kompos adalah proses yang dihasilkan dari pelapukan (dekomposisi) sisa-sisa bahan organik secara biologi yang terkontrol (sengaja dibuat dan diatur) menjadi bagian-bagian yang terhumuskan. Kompos organik dapat dibuat dari bahan dasar sampah organik. Sampah organik itu sendiri merupakan sampah yang masih bisa dipakai lagi, atau sampah daur ulang karena masih dapat mengalami dekomposisi atau pelapukan dan dapat terurai dengan baik oleh bantuan tangan manusia serta tidak menimbulkan bau. Hasil uraian inilah yang biasa disebut dengan kompos. Kelompok Wanita Tani Cempaka Kelurahan Selatpanjang Selatan memanfaatkan sampah rumah tangga untuk dibuat menjadi kompos. Meskipun dapat dibuat dari sampah rumah tangga, namun bukan berarti semua jenis sampah dapat dijadikan bahan untuk membuat pupuk organik.Beberapa sampah organik yang dapat diubah menjadi pupuk kompos ini di antaranya Sampah sisa makanan mulai dari sayur-sayuran hingga daging busuk, kertas bekas maupun tisu yang sudah tak terpakai lagi, dedaunan serta rumput, potongan kayu, bumbu dapur kadaluarsa dan kotoran hewan peliharaan. Beberapa sampah daur ulang rumah tangga namun tak bisa dimanfaatkan untuk membuat pupuk kompos antaranya minyak goreng, tumbuhan yang terkenan penyakit, kertas kado metalik, kacang walnut, boks minuman yang dilapisi bahan metal dan kaca Adapun langkah langkah pembuatan kompos yang dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani Cempaka antara lain: Menyiapkan sampah rumah tangga organik (sisa makanan) yang akan diolah menjadi pupuk kompos. Menyiapkan wadah berukuran besar untuk membuat pupuk kompos. Jangan lupa bahwa wadah harus dilengkapi dengan penutup agar pupuk yang dibuat tidak akan terkontaminasi. Memasukkan tanah secukupnya ke dalam wadah yang telah diisi dengan sampah organik. Takaran disesuaikan dengan wadah dan banyaknya sampah organik. Menyiram permukaan tanah tersebut menggunakan air beras, larutan air gula merah dan EM4 secukupnya. Mengaduk secara merata. Menutup wadah dengan rapat dan biarkan sekitar tiga minggu. Yang perlu diperhatikan saat membuat pupuk kompos yaitu memastikan wadah pembuat pupuk kompos tidak terkontaminasi oleh air hujan dan hewan.serta Pastikan juga wadah tak terkena paparan sinar matahari. Kegiatan ini dilakukan untuk menambah pendapatan kelompok dengan cara menjual kompos kembali kepasaran, bahan kompos ini didapat dari sampah rumah tangga kelompok baik masyarakat setempat, dengan begitu sampah rumah tangga dapat dimanfaatkan dan menghasilkan uang. Penulis : Juliana, A.Md PPL Kelurahan Selatpanjang Selatan Kecamatan Tebing Tinggi