Kacang tanah (Arachis hypogeal L) baru dimanfaatkan bijinya saja, sedangkan pemanfaatan kulit baru dilakukan sebagai makanan ternak. Kulit kacang tanah ditengarai memiliki zat penting seperti yang terkandung dalam bijinya, termasuk zat antioksidan. Salah satu cara yang dapat dilakukan bagi pemanfaatan limbah yang melimpah ini adalah dengan mengolahnya menjadi pupuk organik . Berdasarkan hasil analisis kulit kacang nomor. 0018.T.LKKT/Lab.UNHAS/2011 tanggal 9 Pebruari 2011 menunjukkan bahwa limbah kulit kacang tanah mengandung beberapa unsur hara, N (natriun) 2,64%, P2O5 3,56%, K2O 1,67% dan C Organik 4,93 % dengan pH 6,95. Alat dan Bahan Alat Alat yang akan digunakan dalam pembuatan pupuk organik limbah kulit kacang tanah terdiri dari timbangan, termometer, cangkul/ sekop, ember, karung goni, gelas ukur, gembor, sendok makan. Bahan Bahan yang akan digunakan pada saat pembuatan pupuk organik kulit kacang tanah antara lain kotoran sapi kering, kulit kacang tanah, dedak, gula pasir/ molases, EM-4, dan air. Pembuatan Pupuk Organik Pembuatan pupuk organik sebagai berikut : Persiapkan bahan dan alat yang akan digunakan dalam proses pembuatan pupuk organik limbah Kacang tanah (kotoran sapi kering, kulit Kacang tanah, dedak, EM-4, gula/ molases, air, timbangan, gelas ukur, cangkul, sekop, termometer, sendok makan, gembor). Campurkan bahan (kulit Kacang tanah, kotoran sapi, dan dedak), aduk sampai rata dengan menggunakan sekop atau cangkul. Larutkan 100 cc EM-4 atau molases ke dalam 20 liter air/100 kg bahan organik selanjutnya siramkan dengan memercik-mercikkan sedikit demi sedikit pada bahan adonan sampai kelihatan megar. Ratakan adonan dan selanjutnya tutup menggunakan karung atau dimasukkan kedalam karung agar proses fermentasi berlangsung dengan baik. Setelah enam jam kemudian, bahan organik dibuka tutupnya dan diaduk hingga temperatur tetap terjaga. Lakukan setiap enam jam sekali atau tiap pagi dan sore hari. Pada minggu pertama atau minggu kedua pupuk organik telah jadi dan dapat digunakan atau diaplikasikan pada tanaman Penulis : Nur Cahyo Wibawanto, S.TP