Selama ini kotoran sapi banyak digunakan sebagai pupuk Organik , namun tanpa proses pengolahan/fermentasi. Pupuk pada umumnya dibagi menjadi dua kelompok, yakni pupuk kimia/anorganik dan pupuk organik atau sering disebut dengan kompos. Pemupukan dengan menggunakan pupuk anorganik secara tunggal dan terus menerus tanpa diimbangi dengan pupuk organik akan menyebabkan tanah menjadi padat/tidak gembur, penetrasi air, drainase, aerasi dan hara tanah menjadi terganggu. Hal tersebut di atas akan menyebabkan sifat fisik dan biologi mikroorganisme tanah menjadi terganggu, bahan organik tanah, partikel tanah akan tercuci dan hasil yang diharapkan tidak dapat tercapai. Oleh karena itu, untuk mencegah rusaknya sifat fisik dan biologi tanah maka perlu dilakukan usaha konservasi. Salah satunya adalah dengan cara pemupukan yang berimbang antara pupuk anorganik dan organik. Pupuk organik atau sering disebut sebagai kompos umumnya tersusun dari campuran limbah petanian, limbah dapur dan hasil sampingan pemeliharaan ternak (feses, urin dan sisa-sisa pakan). Meskipun penggunaan kotoran ternak sudah banyak dipergunakan namun dalam pelaksanaannya sering belum memberikan hasil yang memuaskan. Hal ini disebabkan pemanfaatan pupuk organik asal kotoran ternak dipergunakan secara langsung dan belum melalui suatu proses. Pupuk Organik sehat adalah adalah sebutan untuk pupuk kandang yang telah dimatangkan secara sempurna melalui proses fermentasi, sehingga aman digunakan dan tidak menyebankan tanaman mati. Proses pembuatan pupuk Organik sehat ini hamper sama dengan proses pembuatan pupuk bokasi. Hanya bahannya saja yang berbeda, pupuk Organik sehat ini berbahan kotoran hewan seperti kotoran sapi, kotoran kambing atau pun kotoran ayam.Sebenarnya kotoran hewan ini dapat langsung digunakan apabila sudah dalam bentuk jadi atau menjadi tanah. Tetapi proses untuk menjadi tanah ini membutuhkan waktu yang sangat lama. Karena harus diurai dulu oleh cacing tanah. Agar proses penguraian dari kotoran hewan menjadi pupuk Organik sehat ini lebih cepat, maka perlu dilakukan proses fermentasi dengan penambahan mikrobia pengurai. Beberapa fermentator yang bisa digunakan antara lain : EM 4, Beka, Stardec, erecto biozon DLL. Saat ini banyak sekali pupuk Organik hasil fermentasi yang dijual dipasaran. Tetapi harganya sangat mahal. Akan lebih ekonomis bila petani dapat membuat sendiri pupuk Organik sehat ini, karena selain bahan yang sudah tersedia, proses pembuatannya pun sangatlah mudah. Berikut ini akan kami uraikan cara pembuatan pupuk Organik sehat. CARA PEMBUATAN PUPUK ORGANIK SEHAT 1. Alat dan bahanAlat : Cangkul, Hanspreyer, Sekop, Pengaduk, Ember dan Terpal Bahan :a. Kotoran sapi 500 Kgb. EM4 1 Lc. Air secukupnyad. Hijauan 20 kge. Dedak 5 kgf. Tetes Tebu 1 L a. Cara Pembuatan 1. Siapkan lokasi yang akan digunakan untuk proses fermentasi, sebaiknya tempat yang akan digunakan sebaiknya terlindung dan tidak terkena sinar matahari langsung.2. Ambil kotoran sapi, 3. Hijauan dipotong kecil-kecil, lalu campurkan dedak dan hijauan 4. Siapkan ember, isi air 10 liter5. Tambahkan decomposer EM 4 6. Aduk air sampai rata, kemudian masukkan kedalam handspayer atau gembor7. Lalu semprotkan kedalam kotoran yang telah disiapkan tadi, hingga merata ( semua kotoran hewan basah ) atau memal, sambil dilakukan pengadukan.8. Penyiraman dirasa cukup bila kotoran hewan tersebut dikepal dengan tangan tidak keluar air dan apabila kepalan dilepaskan tidak hancur9. Setelah itu kumpulkan semua kotoran sapi yang sudah dicampur dengan decomposer dan air tadi hingga membentuk gundukan.10. Tutup gundukan tersebut dengan terpal dengan rapat.11. Tunggu sampai 21 hari, 12. Selama proses fermentasi amati suhunya, jika suhu terlalu panas maka bukalah terpalnya, tetapi jangan diaduk. Setelah suhu turun maka tutuplah lagi dengan terpalnya.13. Pupuk Organik yang sudah jadi ditandai dengan bentuk atau tekstrur kotoran hewan yang awalnya menggumpal dan basah menjadi gembur seperti tanah humus.14. Pupuk Organik sehat siap diaplikasikan. KEUNTUNGAN MEMAKAI PUPUK ORGANIK SEHATPupuk Organik Sehat saat ini telah menjadi komoditas baru karena mempunyai keunggulan seperti :1. Proses pengomposan dapat di percepat .2. Dapat diproduksi secara masal menjadi kemasan ekonomis.3. Dapat meningkatkan kualitas pupuk Organik . 4. Meningkatkan perluasan penggunaan lahan marginal menjadi lahan produktif sehingga menunjang swasembada dan ketahanan pangan. 5. Memutus daur ulang kuman/hewan parasitic dan kuman pathogen yang sering ada pada kotoran ternak yang dapat menjangkit pada ternak maup[un pada manusia. 6. Menyerap tenaga kerja pedesaaan dan menghemat pengeluaran. CARA PEMAKAIAN1. Tanaman Jagung/padi 1,5 -2 ton/ha diberikan sebelum tanam atau setelah pengolahan tanah dengan cara ditabur/penutup lubang tanam.2. Tanaman horticultural diberikan pada saat sebelum tanam atau saat tanam dengan sistim larikan disekitar tanaman.3. Tanaman perkebunan diberikan 2,5 – 5 kg/pohon diberikan disekitar perakaran.( Ars )