Loading...

PEMBUATAN TEPUNG MAIZENA

PEMBUATAN TEPUNG MAIZENA
Ir. M. Yusran Penyuluh Pertanian Pertama Kec. Tommo Jagung adalah salah satu sayuran yang banyak digemari oleh anak-anak maupun orang dewasa. Rasanya yang manis dan gurih menjadi salah satu alasan mengapa sayuran ini begitu memikat lidah. Jagung juga mengandung bermacam-macam gizi dan mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita. Salah satu produk olahan jagung adalah tepung jagung atau tepung maizena. Tepung Maizena merupakan butiran-butiran halus yang berasal dari endosperma biji jagung yang telah mengering dan dihancurkan. Tepung Jagung adalah bahan makanan yang biasa digunakan untuk bahan pengental sup atau saus serta dapat juga digunakan untuk membuat sirup jagung dan pemanis lainnya. Makanan-makanan enak dan sederhana dapat dibuat dengan menggunakan tepung jagung. Jagung yang telah berubah menjadi tepung akan lebih mudah digunakan untuk membuat berbagai macam kue dan makanan lainnya. Syarat-syarat yang harus dipenuhi tepung jagung berdasarkan Standar Nasional Indonesia [SNI] yaitu kadar air rendah, bau, warna, dan rasa yang bagus serta tidak tercemar oleh benda asing yang berbahaya untuk tubuh manusia. Untuk menghasilkan tepung jagung yang berkualitas, maka perlu untuk mengetahui bagaimana cara membuat tepung jagung. Tahapan untuk memproduksi tepung jagung ada 3 yaitu : 1].Metode pemberasan jagung : jagung dipipil dengan menggunakan Mesin pemipil jagung agar proses pemipilan berjalan dengan cepat dan menghasilkan pipilan jagung yang banyak. Kemudian pipilan jagung dibersihkan agar memudahkan dalam proses penggilingan. Biji jagung yang telah bersih dikeringkan kurang lebih 1-2 jam dengan suhu 5°C. Setelah itu biji-biji jagung tersebut digiling dengan menggunakan mesin penggilingan jagung untuk memisahkan endosperm, lembaga dan kulit ari biji jagung. Hasil dari proses penggilingan masih perlu dikeringkan untuk menurunkan kadar air menjadi 15% - 18%. 2]. Metode cara perendaman air : Yaitu dengan cara merendam beras jagung selama 24 jam dengan air. Setelah 24 jam, tiriskan dan dijemur selanjutnya diayak dengan saringan. Jika semua telah selesai, tepung dari hasil penyaringan dijemur lagi dibawah sinar matahari agar kadar air turun. Tepung dengan kadar air yang tinggi selain tidak awet juga dapat mengundang jamur untuk berkembang biak, sehingga tepung akan berbau dan tidak layak dikonsumsi. 3].Metode perendaman larutan kapur : Biji jagung direndam ke dalam larutan yang memiliki kandungan kapur sebanyak 5% dengan tujuan melepaskan perikarp dalam jumlah besar. Proses perendaman ini membutuhkan waktu selama 24 jam kemudian dikeringkan sampai kadar airnya menjadi 14%. Biji jagung yang kering lalu digiling dan diayak menjadi tepung. Selanjutnya setelah semua proses selesai, maka dilakukan pengemasan sehingga jagung dapat disimpan dalam bentuk tepung dengan waktu simpan yang lebih lama dan mudah untuk diolah menjadi berbagai aneka makanan yang enak