Loading...

Pembuatan Urea Molasses Block (UMB) Sebagai Upaya Melengkapi Suplemen Ransum Ternak Sapi Potong, Kambing Dan Domba

Pembuatan Urea Molasses Block (UMB) Sebagai Upaya Melengkapi Suplemen Ransum Ternak Sapi Potong, Kambing Dan Domba
Salah satu upaya yang dilakukan oleh para peternak sapi potong, kambing dan domba untuk mengantisipasi kebutuhan pakan ternak pada saat musim kemarau atau pada saat kekurangan hijauan makanan ternak (HMT) segar adalah dengan pemberian pakan suplemen atau pakan pelengkap. Sebagai alternatif pakan suplemen atau pakan pelengkap guna meningkatkan dan mempertahankan produktifitas ternak tersebut salah satunya berupa pemberian Urea Molasses Block (UMB). Urea Molasses Block (UMB) adalah pakan tambahan untuk ternak ruminansia, berbentuk padat yang kaya dengan zat-zat makanan, terbuat dari bahan utama molasses sebagai sumber energi, pupuk urea sebagai sumber nitrogen, bahan-bahan lain sebagai pelengkap zat makanan, mineral serta bahan lain sebagai pengisi dan penyerap air (Musofie at al, 1989). Penggunaan pakan suplemen atau pakan pelengkap juga dapat meningkatkan efisiensi pencernaan pakan sehingga dapat meningkatkan produksi ternak (Hatmono dan Hastoro, 1997). Menurut Hatmono dan Hastoro (1997), Urea Molases Blok (UMB) merupakan pakan suplemen dengan komposisi optimal yang dapat meningkatkan produktifitas ternak melalui peningkatan kecernaan pakan dan peningkatan konsumsi pakan yang semuanya akan memberikan keseimbangan yang lebih antara suplay asam amino dan energi bagi kebutuhan ternak untuk tumbuh, berproduksi dan bereproduksi. Bahan utama UMB adalah urea dan molases yang diperkaya dengan bahan-bahan tambahan lain seperti bungkil kedelai, bungkil kelapa, onggok, sumber-sumber mineral dan sumber-sumber vitamin. Molases banyak mengandung karbohidrat sebagai sumber energi dan mineral, baik mineral makro maupun mikro sehingga dapat memacu perkembangan mikrobia didalam rumen yang mengakibatkan ternak lebih mampu mencerna serat kasar (Musofie et al., 1989). Dengan pemberian UMB mempunyai fungsi dan tujuan sebagai berikut : Meningkatkan konsumsi pakan. Meningkatkan nilai gizi pakan dan kecernaan zat-zat makanan. Meningkatkan produksi ternak (daging) Pengenalan teknologi pakan alternative dengan efisiensi tinggi. Bahan dasar pembuatan UMB adalah sebagai berikut : Bahan dasar sebagai sumber energi antara lain : molasses, dedak, tapioka, tepung gandum, jagung, onggok. Bahan dasar sebagai sumber nitrogen : urea, bungkil kedelai, bungkil biji kapok, ampas kecap, ampas tahu, daun leguminose. Bahan dasar sebagai sumber mineral tepung tulang, garam, batu kapur, tepung kerang, mineral komersial. Bahan-bahan dasar tersebut dapat diganti dengan bahan lain yang mempunyai karakteristik dan fungsi yang sama. Formula pembuatan 10 Kg UMB bisa terdiri dari : Molasses : 3,300 Kg = 33% Onggok : 0,800 Kg = 8% Dedak : 1,800 Kg = 18% Tepung Kedelai : 1,300 Kg = 13% Tepung Tulang : 0,600 Kg = 6% Kapur : 0,900 Kg = 9% Urea : 0,425 Kg = 4,25% Lakta mineral : 0,125 Kg = 1,25% Garam dapur : 0,750 Kg = 7,50% Bahan-bahan tersebut bisa menyesuaikan dengan kondisi setempat atau apa yang tersedia. Seperti yang biasa dilakukan oleh para peternak di Desa jabang Kecamatan Kras kabupaten Kediri, bahan-bahan yang biasa digunakan terdiri dari : molasses (30%), bekatul (20%), onggok (20%), pollard (15%), urea (5%), mineral mix (5%), kapur (3%) dan garam (2%). Teknis pembuatan UMB adalah sebagai berikut : Mencampur dedak, onggok, Tp. kedele, Tp. tulang, yang telah ditimbang sesuai jumlah kebutuhan, tambahkan molasses dicampur hingga homogen. Memanaskan campuran tersebut sampai pada suhu 120⁰ C - 130⁰ C selama 10 menit. Dinginkan sampai pada suhu 70⁰ - 80⁰ C dengan mematikan api kompor. Tambahkan kapur, urea dan mineral yang telah ditimbang dan dihaluskan sesuai kebutuhan kedalam adonan secara merata dengan cara mengaduk aduk adonan. Tuangkan / bungkus dengan plastik adonan tersebut dan masukkan ke dalam cetakan-cetakan lalu dipres / ditekan dengan cara menginjak-injak agar padat. Yang perlu diperhatikan dalam pembuatan UMMB adalah : Pada pemanasan adonan, api kompor jangan terlalu besar agar adonan tidak gosong. Selama proses pemanasan adonan, pengadukan harus terus dilakukan agar tidak terjadi kerak pada dasar wajan/panci karena gosong. Pencampuran bahan pengisi maupun pengeras harus betul-betul merata pada adonan agar didapat UMMB yang mempunyai kompetisi yang seragam pada setiap bagian UMMB. Pemberian urea pada adonan harus betul-betul merata dan adonan dalam keadaan tidak terlalu panas agar tidak banyak nitrogen yang menguap. Untuk mengakhiri sudah cukup tidaknya pemanasan adonan dengan cara membuat bulatan sebesar kelereng lalu melemparkannya ke kayu atau lantai beton, bila bulatan tadi tidak lengket/penyok maka dianggap pemanasan bisa dihentikan. Sesudah adonan dipadatkan sebaiknya plastic pembungkus dibuka agar adonan cepat dingin dan mengeras. Pemberian UMB pada ternak : Pemberian UMB pada sapi potong usia dara dan dewasa membutuhkan 200 - 400 gram / ekor / hari sedangkan untuk pedet yang telah mengkonsumsi rumput membutuhkan 150-250 gram / ekor / hari. Pemberian untuk kambing dan domba : 100 gram / 2 ekor / hari. Pemberian dilakukan pada pagi hari sebelum pemberian pakan, atau pada siang hari setelah pemberian pakan pagi sebelum pemberian pakan sore, atau sore hari setelah ternak digembalakan. Pemberian bisa dilakukan dengan menggunakan ember kecil atau lainnya dengan syarat wadah tersebut dalam kondisi bersih dan tidak ada sisa pakan UMB hari sebelumnya. Oleh: Agus Sundowo, S.Pt (Koordinator BPP Kras)