Ponorogo - Bertempat di Kantor BP3K Kec. Babadan tempat penyelenggaraan diklat teknik ( Tematik ) bagi aparatur ke 40. Diklat dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Kab.Ponorogo , Ir. H. Harmanto,MMA, Diklat yang diikuti oleh 30 orang aparatur terdiri dari PPL PNS dan THL-TBPP dari 6 BP3K yang ada di Kab. Ponorogo.Dalam sambutan Kepala Dinas mengatakan " Arah kebijakan pangan di Ponorogo 1. Memperkuat kawasan komoditi utama dan strategis tanaman pangan sebagai kawasan yang bersifat berkelanjutan 2. Mendorong pengembangan komoditi lokal tertentu sebagai prioritas bagi pemerintah daerah 3. Mengembangkan skala usaha tanaman pangan yang layak, sedangkan strategi pembangunan tanaman pangan yaitu penguatan kawasan tanaman pangan yang terintegrasi dengan memperkuat adopsi serta inovasi teknologi, dengan fokus peningkatan produksi secara berkelanjutan dengan memperhatikan kapasitas sumber daya dan spesifik lokal." TukasnyaDalam rangka Penyiapan SDM dalam gerakan pemberdayaan petani terpadu (GPPT) merupakan program unggulan Kementerian Pertanian yang telah digariskan dalam Peraturan Menteri Pertanian No. 90/Permentan/HK.140/J/10/15 tanggal 2 Oktober 2015. Gerakan tersebut mengisyaratkan pentingnya pertanian menuju kemandirian pangan yang kuat dan berkelanjutan sekaligus ramah lingkungan. Upaya yang dapat ditempuh dalam kemandirian dan kedaulatan pangan adalah menyiapkan SDM Pertanian agar mampu meningkatkan produksi dan produktivitas 8 komoditas strategis nasional yaitu padi, jagung, kedele, tebu, kakao, cabe, bawang merah dan sapi potong.Kualifikasi SDM baik aparatur maupun non aparatur harus diselaraskan dengan kebutuhan riil dilapangan sehingga perlu dirancang model pemberdayaan/ pembelajaran yang spesifik, tajam, aktual dan tepat sasaran. Oleh karena itu orientasi pada pemecahan masalah dan pengambilan keputusan menjadi dasar pemberdayaan dengan melibatkan seluruh unsur yang terkait secara berjenjang sehingga terjadi kesesuaian antara materi, metode, inovasi dengan kebutuhan lapangan. Penyelenggaraan Diklat Teknis (Tematik ) bagi aparatur dan non aparatur dilaksanakan di tiga tempat. Di BP3K Babadan dan Kauman bagi apparatus dan di Bapelauh bag no aparatur ( PP swadaya ). Waktu penyelenggaraan selama 7 hari mulai tgl 16- 22 Maret 2016. Diklat tematik di BP3K dilaksanakan selama 7 hari dengan pola 20% pembekalan, 50% di lapangan dan 30% pemantapan.Sedangkan pelatih dari Bapeluh yang telah mendapatkan Diklat TOT di Balai Besar Ketindan.Agar proses berjalan sesuai rencana, maka juga dirancang bimbingan teknis secara berjenjang setelah kegiatan usai. Dampak dari dukungan terhadap penyiapan SDM melalui penyelenggaraan diklat tematik adalah mampu menyediakan bahan konsumsi bagi masyarakat dalam jumlah dan kualitas yang cukup, sehingga pendapatan dan kesejahteraan petani meningkat serta kedaulatan dan kemandirian pangan tercapai.(? Joesoef )