Gubernur Kalimantan Barat Drs. Cornelis, MH mengajak masyarakat untuk secara bersama-sama dengan pemerintah daerah mewujudkan Ketahanan Pangan di Kalimantan Barat, seiring dengan adanya ancaman perubahan iklim yang nantinya berpengaruh pada ketahanan pangan di seluruh Dunia. "Pemanasan Global akan berpengaruh pada ketahanan pangan dunia, karena panas bumi meningkat akibat es di kutub mencair akan menyulitkan tanaman pangan tumbuh subur," terang Cornelis, pada Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK, Bulan Bakti Gotong Royong Masyrakat, Hari Krida Pertanian dan Hari Pangan Sedunia Tingkat Provinsi Kalimantan Barat, Kamis (21/5/2015) di Komplek Kantor Bupati Kubu Raya. Acara pembukaan ini dihadiri Bupati dan Walikota se Kalimantan Barat, Ketua Tim Penggerak PKK Kalimantan Barat Ny. Frederika Cornelis, SPd, Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Toto Rinanto Soedjiman, Kapolda Kalbar Brigjen Pol. Drs Arif Sulistyanto. Orang nomor satu di Kalbar itu mengatakan bahwa Pulau Kalimantan merupakan salah satu penyangga dunia selain Papua dan Sumatera, karenanya perlu mensuplai oksigen lebih banyak untuk mengantisipasi pemanasan Global. Cornelis mengimbau masyarakat untuk menanam pohon yang bisa mengeluarkan oksigen dan buahnya bisa dimakan seperti Sukun, Sagu, sehingga bila terjadi krisis pangan maka buah dari pohon-pohon tersebut bisa dikonsumsi. Untuk mewujudkan kedaulatan pangan, kata mantan Bupati Landak itu, salah satunya dengan membangkitkan semangat gotong royong yang dikampanyekan PKK baik Provinsi sampai tingkat desa. "Gotong royong tidak hanya fisik namun semangat jiwa gotong royong sesuai ideologi Pancasila, untuk mewujudkan kedaulatan pangan, karena kedaulatan pangan juga merupakan kedaulatan nasional," tegas Cornelis. Sehingga dirinya memberikan semangat kepada pelaku pertanian (petani) untuk mendarmabhaktikan dirinya demi kedaulatan pangan. Pada kesempatan itu Cornelis mengingatkan peranan penting PKK dalam membina keluarga agar tidak terpengaruh oleh aliran-aliran ekstrim keagamaan atau teroris dan penyalahgunaan obat terlarang yang mengancam masa depan generasi Indonesia khususnya Kalimantan Barat. Selain itu, Cornelis juga mengingatkan beberapa Kabupaten yang sudah terjangkit virus rabies seperti Melawi, Ketapang, Sintang dan Sekadau, untuk segera mengantisipasi hal tersebut agar tidak berkembang ke kabupaten lain. Dirinya meminta para bupati untuk proaktif dalam mengatisipasi penyakit rabies. Disamping itu Cornelis juga sekaligus menetapkan tuan rumah pelaksanaan Hari Krida Pertanian dan Hari Pangan Sedunia untuk tahun depan yaitu Kabupaten Kayong Utara bersamaan dengan Sail Karimata. Adapun rangkaian acara pada kegiatan ini yaitu akan dilaksanakan berbagai jenis lomba yaitu Gelar Teknologi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, Cerdas Cermat Tingkat Pelajar Tentang Ketahanan Pangan, Bakti Sosial Tim Penggerak PKK, Pameran Pembangunan dan lain-lain.(wem's #2)