Seperti juga ada kegiatan pertanian lainnya, untuk mendapatkan produksi tembakau dengan mutu yang baik, banyak faktor yang harus diperhatikan. Selain faktor tanah,iklim, pemupukan dan cara panen. Tembakau (daunnya) digunakan sebagai bahan pembuatan rokok dan pemberi rasa spesifik. Usaha Pertanian tembakau merupakan usaha padat karya, meskipun luas areal perkebunan tembakau di Indonesia, diperkirakan hanya sekitar 225.939 hektar yang terdiri atas beberapa jenis tembakau, namun yang paling luas adalah tembakau Temanggung, Madura dan Virginia. ? Untuk mendapatkan produksi tembakau dengan mutu yang baik, banyak faktor yang harus diperhatikan. Selain faktor tanah,iklim, pemupukan dan cara panen. Kandungan nikotin tembakau Temanggung berkisar antara 3 – 7% lebih tinggi dibandingkan dengan tembakau jenis lainnya. Sedangkan tembakau Madura memberikan nilai nikotin sebesar 2 -5%.Cocok ditanam pada daerah dengan ketinggian antara 500 – 1.500 m dpl, berbentuk tegalan dengan curah hujan 2.200-3.100 mm/tahun dengan bulan basah 8-9 bulan pertahun. Kelembaban nisbi udara antara 60 -80 % dan suhu udara antara 18º -30º C dengan rata-rata suhu pada siang hari sebesar 27º C. Jenis tanah regusol dan latosol dengan tekstur lempung, lempung berpasir dan berpasir, dengan pH antara 4,2 – 6,9 serta kandungan C- organik Pengolahan tanah harus dilakukan dengan hati-hati untuk mendapatkan tempat yang sesuai untuk pertimbuhan tanaman tembakau, pada tanah yang miring > 15% tidak perlu pencangkulsan yang dalam. Buatlah guludan dengan lebar 60 cm dengan panjang mengikuti garis kontour/melintang kemiringan lahan. Pembuatan lubang tanaman dilakukan dengan cara mencangkul tanah dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm diberikan pupuk dasar dan pupuk kandang.Pisahkan tanah bagian atas dan bawah untuk menjaga kesuburan lahan.Oleh : Ir.Soehardi Kusumowarno,MS Sumber : Teknologi Unggulan Tembakau,Puslitbangbun,2007.