Loading...

Pembukuan KELOMPOKTANI

Pembukuan  KELOMPOKTANI
Kelompok tani adalah kumpulan petani yang terbentuk berdasarkan kesamaan kepentingan dalam memanfaatkan sumberdaya pertanian dalam pemanfaatan agroekosistim untuk mendapatkan hasil dari kegiatan yang dilaksanakan demi menciptakan kesejahteraan keluarga dan anggotanya. Kelompok tani dipimpin oleh seorang ketua kelompok dibantu oleh sekretaris, bendahara dan seksi-seksi sesuai keperluan kelompok yang dipilih secara demokrasi dimana semua anggota kelompok berhak untuk memilih dan dipilih. Khusus dalam penyelenggaraan administrasi kelompok tani baru memiliki: Khusus dalam penyelenggaraan administrasi kelompok tani baru memiliki: Stuktur organisasi kelompok tani yang defenitif sebagai hasil musyawarah pembentukan kelompok. Memiliki sistim administrasi kelompok yang dilengkapai prasarana/sarana seperti : sekretariat kelompok, buku-buku kelengkapan kelompok tani. Memiliki sistim administrasi yang dibutuhkan dalam kelompok. Peningkatan kemampuan kelompok meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap serta ambisi, instink dan kemampuan usaha. Sikap dan instink adalah motivasi untuk maju mencapai tujuan. Selanjutnya pembahasan tentang pembukuan kelompok sebagai bagian dari administrasi kelompok meliputi : Pengertian pembukuan kelompok. Kegunaan pembukuan kelompok. Pembukuan unit usaha kelompok. I. Pengertian Pembukuan Kelompok Pembukuan kelompok adalah suatu rangkaian kegiatan untuk mencatat semua perubahan atau transaksi yang telah dikalukan baik menyangkut uang ataupun barang berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan guna menunjang kelancaran usaha kelompok. Dengan adanya pembukuan usaha akan dapat diketahui keadaan keuangan yang dimiliki oleh kelompok, diketahuinya analisis untung rugi usaha kelompok secara tertib dan teratur dan dapat dijadikan bahan membuat perencanaan dalam hal pendanaan kegiatan yang akan direncanakan disesuaikan dengan kemampuan pembiayaan, sekaligus menjaga rasa saling percaya diantara para anggota dan pengurus kelompok. II. Kegunaan Pembukuan Kelompok Membukukan semua jenis perubahan atau transaksi dalam suatu usaha adalah merupakan suatu keharusan. Sehingga perkembangan usaha seluruh pemasukan dan pengeluaran dijumlah, lalu diperoleh saldo kas akhir. Saldo kas akhir setiap lembar atau bulan yang lalu akan menjadi saldo kas awal lembar atau bulan berikutnya. Setiap penutupan buku kas harian harus diberi tanggal dan ditandatangani bendahara dan ketua kelompok. kelompok. III. Pembukuan Unit Usaha Kelompok Sebagaimana telah dibahas di depan bahwa pembukuan kelompok terdiri dari buku kas harian, buku inventaris, buku pembelian, buku penjualan dan buku hasil produksi dan berbagai macam penggunaannya, masing-masing dibuat untuk setiap unit usaha kelompok. Adapun bentuk pembukuan dari masing-masing pembukuan tersebut di atas adalah sebagaimana berikut ini : Buku Inventaris terdiri dari : Nomor : ………………………….. Tanggal : ………………………….. Jenis Barang : ………………………….. Jumlah Barang : ………………………….. Nilai Barang : ………………………….. Sumber Barang : ………………………….. Keterangan : 1. Nomor diisi dengan nomor urut. (2) Tanggal diisi dengan tanggal penerimaan barang. (3) Jenis barang diisi dengan jenis atau nama barang yang dimiliki oleh kelompok. (4) Jumlah barang diisi jumlah setiap jenis barang inventaris kelompok usaha. (5) Nilai barang diisi nilai satuan setiap jenis barang misalnya 1 wajan 250.000.- (6) Sumber diisi darimana barang itu berasal (dibeli sendiri atau hibah). Buku hasil produksi digunakan untuk mencatat semua produksi yang dihasilkan 2. Buku kas Harian terdiri dari : Sampul buku ditulis : Nama kelompok : ……………………. Desa : ……………………. Kecamatan : ……………………. Kabupaten : ……………………. Propinsi : ……………………. 2. Buku Kas Harian ditulis : Bulan : …………………………… Tanggal : …………………………… Nomor Bukti Kas : …………………………… Uraian : …………………………… Pemasukan : …………………………… Pengeluaran : …………………………… Buku Pembelian terdiri dari : Tanggal Jenis Jumlah Harga Keterangan : (1) Nomor diisi dengan nomor urut. (2) Tanggal diisi tanggal pembelian bahan, alat dan barang. (3) Jenis diisi dengan nama bahan, alat dan barang yang dibeli misalnya: urea. (4) Jumlah diisi dengan banyaknya bahan, alat dan barang yang dibeli misalnya: 20kg urea dll. (5) Harga diisi harga per unit bahan , alat dan barang yang dibeli misalnya : Rp.100/kg, jumlah harga keseluruhan barang, alat dan bahan yang dibeli misalnya: Rp.28.000.- Buku Penjualan terdiri dari : Nomor Tanggal Jenis Jumlah Harga Keterangan : (1) Nomor diisi dengan nomor urut. (2) Tanggal diisi dengan tanggal penjualan barang,alat dan bahan. (3) Nomor (4) Jenis diisi dengan nama bahan, alat dan barang yang dijual misalnya, telur ayam. (5) Jumlah diisi dengan banyaknya bahan, alat dan barang yang dijual misalnya, 100 butir. (6) Harga diisi dengan harga satuan per unit bahan, alat dan barang yang dijual misalnya, Rp.500.-/butir. Jumlah : harga keseluruhan bahan, alat dan barang yang dijual, misalnya : Rp.50.000.- 5. Buku Hasil Produksi tediri dari : Nomor Tanggal Hasil Produksi Jumlah Keterangan : (1) Nomor diisi dengan nomor urut. (2) Tanggal diisi dengan tanggal hasil produksi. (3) Hasil produksi diisi dengan nama hasil produksi. (4) Jumlah diisi dengan jumlah hasil produksi. Dari waktu ke waktu dapat diketahui secara cepat dan tepat. Selain itu, dengan adanya pembukuan maka semua transaksi dan perubahan yang terjadi akan dapat dikontrol dan dilakukan secara tertib dan teratur. Selanjutnya tentang kegunaan dari masing-masing buku atau pembukuan kelompok tersebut adalah sebagai berikut. Buku Kas Harian Buku kas harian digunakan untuk mencatat semua kegiatan yang menyangkut keluar masuknya uang usaha kelompok. Buku Inventaris Buku inventaris digunakan untuk mencatat semua jenis barang sarana dan peralatan yang dimiliki oleh kelompok. Buku Pembelian Buku pembelian digunakan untuk mencatat semua pengeluaran uang yang dipergunakan untuk membeli barang dan bahan baku untuk usaha kelompok. Buku Penjualan Buku penjualan digunakan untuk mencatat semua hasil penjualan produksi yang dihasilkan dan barang yang dimilki kelompok usaha. Buku Hasil Produksi Saldo Kas : …………………………… Jumlah : …………………………… Keterangan : 1) Bulan diisi menurut periode pengisian buku kas harian misalnya, Juni 2008. 2) Tanggal diisi sesuai dengan tanggal setiap bukti pengeluaran atau penerimaan uang kas harian misalnya, 9 Juni 2008. Seterusnya diisi sampai dengan penutupan. 3) Nomor bukti kas diisi sesuai dengan nomor urut bukti kas pengeluaran atau penerimaan uang kas misalnya, 01/k (uang keluar) ; 01/k (uang masuk). 4) Uraian diisi uraian penggunaan uang keluar atau penerimaan uang masuk misalnya, pembelian pupuk urea 20 kg @ Rp.1.400.-, Penjualan telur 100 butir @ Rp.500.- 5) Pemasukan diisi sesuai dengan jumlah uang yang masuk atau diterima misalnya Rp.50.000. 6) Pengeluaran diisi sesuai dengan jumlah uang yang dikeluarkan misalnya, Rp.28.000. 7) Saldo diisi sesuai selisih antara pemasukan dan pengeluaran. Saldo kas dicatat setiap hari terjadi transaksi, sehingga keadaan kas setiap harinya dapat diketahui, tanpa harus menunggu penutupan buku. Inilah fungsi pokok dari buku kas harian, yaitu untuk mengontrol transaksi harian dari usaha kelompok. Dengan demikian usaha kelompok akan dijalankan secara terbuka, tertib dan beres untuk mencapai tingkat efisiensi yang tinggi. 8) Jumlah adalah jumlah setiap pergantian halaman dan pergantian buku. Setiap pergantian pergantian halaman dan pergantian bulan Oleh, Nurimah, SP TB-THL Penyuluh Pertanian