Loading...

PEMELIHARAAN “PEDET” (ANAK SAPI) DAN INDUK

PEMELIHARAAN “PEDET” (ANAK SAPI) DAN INDUK
Pada hakekatnya secara normal sapi dapat melahirkan dengan sendirinya tanpa bantuan manusia, namun kita akan menyesal jika terjadi kelainan pada sapi saat melahirkan yang menyebabkan kematian anak atau induk saat melahirkan, untuk menghindari terjadinya yang tidak diinginkan diperlukan perhatian dan perawatan yang baik terhadap induk dan pedet yang baru lahir. Pemeliharaan pedet sebenarnya harus dimulai sejak masih berada di dalam kandungan yakni dengan memberikan perlakuan khusus terhadap induk yang sedang bunting. Induk yang bunting sama dengan sapi yang sedang berproduksi, ia membutuhkan makanan tambahan dan tidak boleh bekerja terlalu berat. Pemberian makanannya secarta berangsur-angsur harus ditambah jumlahnya, bila keadaan memungkinkan berikan makanan konsentrat ± 3 kg sehari. Sebaiknya didalam makanan konsentrat (penguat) diberikan 2% campuran mineral yang terdiri dari 5 kg kapur, 2,420 kg tepung tulang, 2,5 kg garam dapur, o,060 kg FeSO, 0,015 kg CuSO, dan 0,005 kg KJ.Beberapa hari sebelum saat-saat melahirkan, sapi yang bunting akan menunjukkan beberapa tanda-tanda :- Ambing membesar dan nampak tegang- Urat daging disekitar vulva (kemaluan) mengendor, dikanan kiri pangkal ekor kelihatan legok. Setelah dijumpai tanda-tanda tersebut sapi hendaknya jangan digembalakan, tempatkan di kandang tersendiri yang agak luas, kering, bersih, dan terang. Bebrapa saat menjelang kelahiran sapi kelihatan gelisah sekali, berputar-putar, sebantar tidur sebentar berdiri, dari vulva keluar lendir. Setelah dijumpai tanda-tanda ini hendaknya kandang dibersihkan dari kotoran dan dialas dengan jerami yang kering. Lakukan pengawasan.Segera setelah pendet dilahirkan bersihkan lubang-lubang hidung dan mulutnya dari lendir yang melekat, kemudian dilanjutkan dengan seluruh tubuhnya hingga kering. Sewaktu membersihkan tubuh, hendaknya dadanya ditekan-tekan guna merangksang pernafasan. Tali pusarnya, kalau belum putus ketika dilahirkan, segera digunting. Pedet yang normal dalam waktu ± 30 menit sudah bisa berdiri dan belajar berjalan. Sebaiknya ambing induknya dicuci yang bersih, sebelum disusui.Pada sapi potong pedet-pedet dibiarkan menetek sendiri pada induknya dan belajar makan bersama-sama induknya. Untuk menghindari pengaruh dingin dari lantai kandang yang sering membahayakan pedet-pedet, lebih-lebih baru yang beberapa hari dilahirkan, hendaknya lantai diberi alas dengan jerami atau rumput kering.Diluar negeri, pada ternak-ternak potong selalu dilakukan penghilangan tanduk (dehorning) guna menghindarkan timbulnya bahaya penandukan, kerusakan kulit dan untuk menghemat ruangan. Bila tanduk sudah agak panjang bisa dipergunakan elastrator (rubber bands) , gergaji atau gunting tanduk. Sumber : Buku Ternak Potong dan Kerja. Penulis : Hamzar, SP