Pemeliharaan tanaman cabai merah membutuhkan pemeliharaan yang agak rumit dibandingkan komoditas hortikultura lainnya. Seperti yang telah dilakukan kelompoktani Taman Madani Desa Kayukebek Kecamatan Tutur dengan salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah dengan menyusun suatu Standar Operasional Prosedur (SOP). Pemeliharaan tanaman cabai merah tersebut diantaranya : pemasangan ajir, penyulaman, pewiwilan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, juga kebutuhan air dan kebersihan lingkungan. Pemasangan Ajir Tanaman cabai merah memiliki tajuk lebar dan berbuah lebat sehingga membutuhkan penyangga. Oleh karena itu diperlukan ajir sebagai penyangga agar tanaman tidak roboh. Ajir dapat dibuat dari bamboo dengan ukuran panjang 100-130 cm dan lebar 5 cm. kebutuhan ajir disesuaikan dengan populasi tanaman. Pemasangan ajir dilakukan sedini mungkin, yaitu pada saat tanaman berumur 1 minggu setelah pindah tanam (? 10 hst). Pemasangan ini dilakukan agar ajir tidak merusak perakaran tanaman cabai merah. Ajir yang telah disiapkan sesuai ukuran, dipasang (ditancapkan) ke tanah secara miring 45O Ke arah luar dengan jarak 3 cm dari tanaman cabai dengan kedalaman 15-20 cm. Ajir dipasang tiap 1 tanaman ajir. Ajir diikat dengan tanaman dengan sistem pengikatan melingkar membentuk angka 8 setelah tanaman berumur 15 hst. Antara ajir dengan ajir lainnya dihubungkan dengan rafia agar dapat menahan angin pada umur 60 hari setelah tanam. Penyulaman Penyulaman dilakukan apabila ada bibit yang mati atau pertumbuhannya terganggu. Oleh karena itu budidaya cabai merah perlu dikontrol tiap hari atau maksimal 10 hari setelah tanam, agar pergantian tanaman yang telah mati segera diganti dengan bibit yang baru. Bibit untuk penyulaman sebaiknya berumur sama agar perkembangannya bisa mengikuti tanaman yang lama. Kegiatan penyulaman sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari agar bibit tidak mengalami stress akibat sinar matahari. Pewiwilan Selama dalam pertumbuhan vegetatif, tanaman cabai tumbuh tunas baru yang dalam perkembangannya banyak mengambil unsur hara. Tunas dan daun yang tumbuh dibawah percabangan harus diwiwil. Sedangkan tunas di atas percabangan pertama tidak di wiwil. Bunga yang muncul pertama kali di antara batang utama atas "Y" sebaiknya diwiwil karena dapat mengganggu pertumbuhan di atasnya. Pemupukan Selain pemupukan dasar pada waktu pengolahan lahan dan menyiapkan bedengan, seperti : tanah diberi dolomit agar keasaman terjaga (karena tanah merupakan tanah liat), dengan dosis 2-4 Ton / ha (tergantung dari hasil pengukuran PH Tanah). Pupuk dasar teridiri dari pupuk organik sebanyak 20 ton/ ha. Pupuk anorganik terdiri dari SP 36 dengan dosis 150 kg/ha, pupuk ZK dengan dosis 2 sendok makan yang diberikan sebelum tutup mulsa (Semprot Tanah). Pupuk susulan juga digunakan pada cabai merah, pemupukan harus mengacu padan enam tepat, antara lain tepat dosis, tepat cara, tepat waktu, tepat jenis, tepat harga, dan tepat tempat. 1. Menghitung jumlah pupuk berdasarkan dosis yang telah ditentukan. 2. Jenis takaran pupuk yang digunakan sesuai rekomendasi. 3. Pemberian pupuk susulan sesuai dengan waktu dimana pemupukan susulan dibagi menjadi 4 kali pemupukan yang terdiri dari:a. Pemupukan/ Pengocoran pertama dilakukan pada umur 10 – 15 HST. b. Pemupukan/ Pengocoran kedua dilakukan pada umur 20 – 25 HST.c. Pemupukan/ Pengocoran ketiga dilakukan pada umur 30 – 35 HST. d. Pemupukan/ Pengocoran keempat dilakukan pada umur 50 – 60 HST. Pemupukan/Pengocoran dilakukan sebanyak 20 kali dengan Dosis per pengocoran untuk 200 ltr. air adalah : 2 Kg NPK, 1/2 Kg KNO3 ( 10 Kali Pengocoran Pertama menggunakan KNO3 Merah sampai 50 HST dan 10 Kali Pengocoran selanjutnya menggunakan KNO3 Putih ) Pengairan Kebutuhan air dalam budidaya cabai merah sangat penting dikarenakan agar proses fotosintesis bisa berjalan baik, disamping itu juga berfungsi menjaga kelembaban tanah agar sesuai pertumbuhan tanaman. Banyak petani nongkojajar yang menggunakan irigasi tetes agar kelembaban tanah dan kebutuhan tanaman terjaga. Tanaman cabai membutuhkan air mulai saat tanam sampai dengan pemetikan buah pertama. Karena apabila kekurangan air terjadi apada awal fase pembungaan, bunga akan mudah rontok sehingga buat yang terbentuk sedikit. Demikian pula kekurangan air yang terjadi pada fase pembentukan buah, proses pembentukan buah terganggu, sehingga bentuk buahnya tidak normal dan berkerut. Kebersihan Lingkungan Lingkungan tanaman cabai merah yang kotor dapat mengganggu budidaya cabai merah, karena merupakan sarang penyakit. Tanaman gulam merupakan salah satu tanaman inang bagi hama dan penyakit. Oleh karena itu perlu dilakukan penyiangan gulma yang tumbuh pada bedengan maupun selokan.