Untuk pemeliharaan terpadu itik dengan padi sawah perlu dipersiapkan terlebih dahulu lahan sawah yang telah ditanami padi varietas unggul dengan sistem tanam jajar legowo 2 baris yang bertujuan untuk memberikan ruang yang lebih luas agar itik dapat bergerak atau berenang dengan leluasa. Selain itu perlu pembuatan kandang itik di pinggir sawah yang berfungsi sebagai tempat berteduh dari panas dan hujan. Tanam padi sistim jajar legowo Sistim tanam jajar legowo yang dianjurkan dalam pemeliharaan itik secara terpadu adalah tanam jajar legowo2 baris dengan menggunakan jarak tanam dalam barisan 25 X 12,5 cm dan jarak tanam lorong (legowo) 60 X 12,5 cm. Pada cara tanam jajar legowo 2 baris terdapat 50% ruang terbuka antar barisan tanaman sejak awal pertanaman sampai menjelang panen.Untuk mendapatkan hasil yang tinggi dianjurkan menggunakan varietas padi yang teradaptasi, penanaman pada waktu yang tepat dan kerapatan tanam yang optimal. Karena itu, varietas padi yang disarankan untuk ditanam pada sistem pemeliharaan terpadu ini yaitu padi varietas Ciherang, Giliran atau Fatmawati yang merupakan varietas unggul tipe baru yang ada pada saat ini dan merupakan varietas yang teradaptasi dengan umur panen 110 – 120 hari. Pemeliharaan Itik di Sawah Untuk pemeliharaan itik secara terpadu perlu dipersiapkan ruang gerak yang cukup luas bagi itik yang dilepas di areal persawahan, agar tidak terjadi kerusakan pada batang padi atau kurang memadai tesedia pakan bagi itik yang dipelihara. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan mengatur jarak tanam padi atau melalui pengaturan jumlah itik yang dilepas sesuai dengan luasan sawah yang digunakan.Dalam satu hektar tanaman padi dapat dilepas itik MA (persilangan Mojosari – Alabio) atau itik pedaging lainnya sekitar 500 – 750 ekor per hektar, tetapi untuk Tiktok (persilangan entok Jantan dengan itik betina) hanya sekitar 350 – 400 ekor per hektar karena tubuh tiktok lebih besar dibandingkan itik jenis lain.Itik sebenarnya tidak memerlukan pakan khusus, karena kebutuhan itik lebih banyak terpenuhi dari rumput-rumput yang tumbuh disawah, serangga, keong mas atau katak kecil. Karena itu pakan yang diberikan hanya sebagai penguat berupa dedak dan kosentrat dengan perbandingan 1 : 1 . Dengan demikian, biaya perawatan itik menjadi kecil karena jumlah pakan yang diberikan sangat kecil yakni 4 kg/ekor per 75 hari masa pemeliharaan.Tiktok/ itik MA baru mulai dilepas disawah setelah berumur 14 hari bertepatan padi juga berumur 14 hari setelah tanam. Pemeliharaan Tiktok/ itik MA di sawah cukup 75 hari saja karena pada saat tersebut padi telah mengeluarkan malai sehingga dapat menghindari itik makan malai padi, maka itik harus segera dipanen. Bobot badan tiktok dapat mencapai 2,5 kg dan bobot badan itik MA mencapai 2,0 kg jika dipelihara disawah selama 75 hari (2,5 bulan).Adapun keuntungan yang diperoleh dari sistim integrasi ini antara lain (1) berkurangnya biaya produksi akibat penurunan penggunaan pupuk, pestisida dan herbisida serta upah tenaga kerja untuk menyiang rumput, (2) padi/beras yang dihasilkan menjadi padi/beras mendekati organik tentu dapat dihargai jual yang lebih tinggi ,(3) peningkatan mutu dan kondisi lahan karena penggunaan pupuk an- organik yang minimal, (4) biaya produksi itik menjadi lebih rendah karena sebagian besar sumber pakan berasal dari bahan lokal.Sistim integrasi Ternak dan tanaman berbasis bioindustri dengan pendekatan zero waste merupakan penyempurnaan dari sistim intensifikasi padi/tanaman yang telah berkembang di kalangan masyarakat pedesaan. Sistim ini mempunyai tingkat keuntungan yang lebih tinggi dari hasil utama berupa daging ternak, terutama kompos gunanya untuk perbaikan sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Dari aspek sosial, perkembangan sistim ini dapat menekan penyakit ternak, mengurangi pencurian ternak, dan yang lebih penting meningkatkan kepercayaan petani karena meningkatnya aset yang mereka miliki. Penyusun : Sad Hutomo PribadiSumber : Badan Litbang Pertanian Sumber Gambar : Badan Litbang