Loading...

Pemeliharaan Mutu Genetik Kedelai

Pemeliharaan Mutu Genetik Kedelai
Penggunaan benih bermutu, baik fisik maupun genetik berperan penting dalam meningkatkan produksi tanaman. Pemeliharaan mutu genetik varietas unggul untuk setiap kelas benih dilakukan sejak sebelum tanam (sumber benih dan lahan yang akan dilakukan), di pertanaman, dan selama prosessing. Pertanaman yang dikelola untuk produksi benih, pemeliharaan mutu genetik varietasnya dilakukan dari tanaman ke tanaman dengan cara rouging, yaitu membuang tanaman yang ciri-ciri morfologisnya menyimpang dari cirri-ciri varietas yang benihnya diproduksi. Terdapat 3 fase pengamatan untuk rouging dengan menggunakan karakter kualitatif sebagai pembeda utama, yaitu pada fase juvenile, fase berbunga, dan fase masak fisiologis. Fase Juvenil (Tanaman Muda)Pengamatan pada fase ini dilakukan pada saat tanaman berumur 15-20 hari setelah tanam. Komponen yang diamati adalah (1) warna hipokotil. Kedelai hanya memiliki warna hipokotil hijau dan ungu. Hipokotil hijau akan menghasilkan bunga berwarna putih, sedangkan hipokotil ungu akan menghasilkan bunga berwarna ungu, (2) Ukuran keeping biji. Biji berukuran besar memiliki keeping biji dan daun pertama yang juga berukuran besar, dan (3) bentuk biji. Bentuk biji bulat akan diikuti oleh bentuk daun semakin mendekati bulat. Fase BerbungaApabila pada fase juvenile belum seluruh campuran varietas lain dapat dibuang, maka pengamatan dapat dilakukan lagi pada saat berbunga. Pedoman yang dapat dipakai yaitu:1. Warna bunga, seperti pada hipokotil, warna bunga kedelai hanya terdiri atas putih dan ungu, 2. Saat berbunga. Saat keluar bunga yang terlalu menyimpang dari tanaman dominan, maka tanaman tersebut perlu segera dibuang, 3. Warna dan kerapatan bulu pada tangkai daun, 4. Posisi dan bentuk daun. Bentuk daun seringkali cukup sulit digunakan sebagai parameter penilai. Parameter yang cukup menentukan yaitu ketegapan batang dan posisi daun pada batang secara keseluruhan, dan 5. Reaksi terhadap penyakit. Varietas kedelai yang memiliki warna bunga putih cukup peka terhadap penyakit virus. Hal ini dapat digunakan sebagai parameter penilai. Fase Masak FisiologisPada fase ini, pertumbuhan tanaman telah mendekati optimal. Hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu: 1. Keragaan tanaman secara keseluruhan, yaitu posisi daun, polong, dan bentuk daun merupakan parameter yang dapat digunakan untuk konfirmasi terhadap penilaian pada fase sebelumnya.2. Kerapatan dan warna bulu. Panjang pendek, kerapatan, dan warna bulu yang terdapat pada batang dan polong yaitu penilai penting pada fase masak fisiologis. Warna bulu kedelai hanya ada dua yaitu putih dan coklat. Karena itu, yang perlu diperhatikan yaitu kerapatan bulu pada batang dan polong.3. Umur polong masak. Tanaman yang umur polong masaknya terlalu menyimpang dari tanaman dominan, juga perlu dicabut.4. Tipe tumbuh tanaman, yaitu determinit (pembungaan berhenti setelah terbentuk polong), dan interdeterminit (pembungaan masih terus setelah berbentuk polong). Tanaman dengan tipe tumbuh menyimpang dibuang. Dalam menghasilkan benih bermutu tinggi, perbaikan mutu fisik, mutu fisiologis dan mutu genetik juga dilakukan selama penanganan pascapanen. Menjaga mutu fisik dan genetik terutama dilakukan selama masa prosessing, sedangkan menjaga mutu fisiologis benih dimulai pada saat panen hingga penyimpanan dan bahkan hingga benih siap ditanam. Mempertahankan mutu fisiologis benih tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus secara simultan (menyeluruh) dan sistematis dengan menerapkan kaidah-kaidah pengelolaan benih yang benar, mulai saat panen hingga penyimpanan. Mengingat benih kedelai cepat menurun mutu fisiologisnya, maka perlu diupayakan tindakan cepat dan benar. Pada awal penyimpanan, mutu benih harus tinggi dan ini merupakan prasyarat penting yang harus dipenuhi bagi keberhasilan pengelolaan mutu fisiologis benih selama penyimpanan. Penyimpanan benih yang ideal yaitu pada kondisi suhu dan kelembaban ruang simpan yang rendah, yakni suhu sekitar 18 0C dengan kelembaban relatif sekitar 60% (ruang ber-AC dilengkapi dengan alat pengatur kelembaban udara). Namun penyediaan fasilitas ruang simpan yang ideal di tingkat petani masih sulit dilakukan. Oleh karena itu, untuk mempertahankan mutu benih selama penyimpanan (sekitar 8 bulan) maka teknik sederhana dapat diterapkan. Penulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat) Sumber: Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan