Loading...

PEMELIHARAAN PADA KEGIATAN DEKON UPSUS PAJALE T.A. 2017

PEMELIHARAAN PADA KEGIATAN DEKON UPSUS PAJALE T.A. 2017
Tanaman jagung merupakan komoditas pangan yang penting, untuk itu faktor-faktor cara budidaya yang dilakukan mempengaruhi hasil yang diperoleh. Salah satu faktor tersebut adalah pemupukan dan pemeliharaan tanaman. Pemupukan yang benar dan sesuai kaidah serta pemeliharaan yang teratur terhadap tanaman dapat menjamin hasil tanaman yang optimal. Melalui tahapan tersebut, tanaman bisa tumbuh dengan tepat dan sehat. Pelaksanaan pemeliharaan dengan berpedoman pada kaidah dan konsep PTT (Pengelolaan Tanaman dan Sumber Daya Terpadu), pemeliharaan yang dilaksanakan terdiri dari beberapa proses yang saling berkaitan satu sama lain. Pemeliharaan tersebut terdiri dari penyulaman, penyiangan pembumbunan dan pengairan. Penyulaman bertujuan untuk mengurangi tanaman yang tidak tumbuh dengan baik, tanaman yang tumbuhnya tidak baik, dipotong dengan pisau atau gunting tajam tepat di atas permukaan tanah. Pencabutan tanaman secara langsung tidak boleh dilakukan, karena akan melukai akar tanaman lain yang akan dibiarkan tumbuh. Penyulaman bertujuan untuk mengganti benih yang tidak tumbuh/mati, dilakukan 7s/d 10 hari sesudah tanam (HST). Penyiangan dilakukan paling sering selama 2 minggu sekali. Penyiangan pada tanaman jagung yang masih muda dapat dengan tangan atau cangkul kecil, garpu, dan lain-lain. Penyiangan yang dilakukan jangan sampai mengganggu perakaran tanaman yang umurnya masih kecil karena masih belum cukup kuat mencengkeram tanah, maka seharusnya dilakukan setelah tanaman berumur 15 hari. Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan untuk memperkokoh posisi batang agar tanaman tidak mudah rebah dan menutup akar yang bermunculan di atas permukaan tanah karena adanya aerasi. Dilakukan saat tanaman berumur 6 minggu, bersamaan dengan waktu pemupukan. Tanah di sebelah kanan dan kiri barisan tanaman diuruk dengan cangkul, kemudian ditimbun di barisan tanaman. Dengan cara ini akan terbentuk guludan yang memanjang. Setelah benih ditanam pada lahan, dilakukan penyiraman secukupnya. Tujuannya untuk menjaga agar tanaman tidak layu. Namun apabila menjelang tanaman berbunga, air yang diperlukan lebih besar sehingga perlu dialirkan air pada parit parit di antara bumbunan tanaman jagung. Pembuatan saluran drainase sangat penting dan digunakan untuk mempermudah pemasukan dan pembuangan air, biasanya pembuatan saluran drainase dapat dilakukan pada setiap garis atau setiap dua garis tanaman dikerjakan bersamaan dengan penyiangan pertama atau dalam pembuatan guludan. Terakhir yang tidak kalah penting ialah pengendalian hama (OPT). Dalam tahapan konsep PTT diutamakan pengamatan atau monitoring intensif. Walaupun harus dilakukan pengendalian, harus berdasarkan nilai ambang ekonomi serta mempertimbangkan kelestarian lingkungan, pemaiakan pestisida merupakan tindakan terakhir. (admin)